BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Analis sepak bola kenamaan dan mantan striker Timnas Inggris, Chris Sutton, memberikan pandangan tajamnya mengenai potensi duel antara Arsenal melawan Brighton & Hove Albion di Liga Inggris. Menurut Sutton, The Gunners akan menghadapi ujian yang sangat berat, bahkan bisa tergelincir dari puncak klasemen, apabila mereka tidak dapat diperkuat oleh gelandang andalan mereka, Declan Rice. Cedera otot yang dialami Rice saat Arsenal bertandang ke markas Chelsea pada laga sebelumnya, yang berkesudahan dengan skor 2-1 untuk kemenangan Arsenal, menjadi sorotan utama Sutton. Insiden ini memaksa Rice untuk ditarik keluar lapangan pada menit ke-76, meninggalkan kekhawatiran besar bagi skuad asuhan Mikel Arteta.
Pertandingan yang akan digelar di Amex Stadium pada Kamis, 5 Februari 2026, ini menjadi krusial bagi kedua tim. Brighton & Hove Albion, yang tengah memburu kemenangan demi mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen, akan tampil dengan motivasi tinggi di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara itu, Arsenal, yang saat ini kokoh menduduki puncak klasemen dengan raihan 64 poin, hanya memiliki keunggulan lima angka dari rival terdekat mereka, Manchester City. Kehilangan poin dalam laga ini bisa memberikan keuntungan bagi City untuk memperkecil jarak, atau bahkan mengambil alih posisi puncak jika Arsenal terpeleset lebih jauh.
Deklan Rice, yang didatangkan Arsenal dengan rekor transfer klub, telah menjelma menjadi sosok sentral dan tak tergantikan di lini tengah The Gunners. Perannya sebagai jangkar pertahanan sekaligus motor serangan sangat vital. Musim ini, Rice hanya sekali absen dalam pertandingan Liga Inggris, menunjukkan betapa pentingnya kehadirannya dalam setiap pertandingan. Statistiknya pun berbicara banyak: 28 penampilan di Liga Inggris, dengan torehan empat gol dan tujuh assist. Kehilangan pemain sekelas Rice, yang memiliki kemampuan duel udara mumpuni, tekel bersih, visi bermain yang luas, serta kontribusi gol dan assist, tentu akan menjadi pukulan telak bagi kedalaman skuad dan kekuatan Arsenal. Formasi dan taktik yang biasa diterapkan Arteta kemungkinan besar harus dirombak total, yang bisa memunculkan celah kerentanan baru bagi tim.
Chris Sutton secara gamblang menyatakan bahwa Brighton bukan lawan yang mudah ditaklukkan, apalagi dalam kondisi Arsenal yang kemungkinan besar pincang. Tim asuhan Roberto De Zerbi ini sedang dalam performa impresif, terbukti dengan dua kemenangan beruntun yang mereka raih. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain Brighton. Terlebih lagi, Danny Welbeck, penyerang veteran Brighton, telah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol dalam kedua pertandingan terakhir tersebut. Keberadaan Welbeck yang sedang dalam kondisi on fire bisa menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Arsenal yang mungkin harus beradaptasi tanpa kehadiran Rice yang sering kali menjadi garda terdepan dalam memutus serangan lawan.
Sutton memprediksi bahwa pertandingan ini akan berjalan sangat ketat dan penuh perjuangan bagi Arsenal. "Pertandingan ini tidak akan mudah," ujar Sutton seperti dikutip dari BBC Sports. Ia mengakui bahwa absennya Declan Rice merupakan keraguan besar bagi The Gunners, ditambah lagi dengan tren positif yang sedang dipegang oleh Brighton. Namun, meskipun mengakui kesulitan yang akan dihadapi, Sutton tetap optimis bahwa Arsenal akan mampu menemukan cara untuk meraih kemenangan. Ia memprediksi skor akhir 1-2 untuk keunggulan Arsenal. Prediksi ini menunjukkan bahwa Sutton melihat Arsenal memiliki kualitas untuk mengatasi tantangan, namun kemenangan tersebut diprediksi tidak akan diraih dengan mudah dan akan membutuhkan kerja keras ekstra serta mungkin sedikit keberuntungan.
Lebih lanjut, jika Arsenal memang harus bermain tanpa Declan Rice, maka tim akan kehilangan dimensi penting dalam permainan mereka. Rice tidak hanya kuat dalam aspek defensif, tetapi juga mampu mendistribusikan bola dengan baik dan memberikan umpan-umpan terobosan yang mematikan. Kehilangan kemampuan ini akan memaksa pemain lain untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun serangan, yang bisa jadi belum teruji sepenuhnya dalam skenario tanpa Rice. Pelatih Mikel Arteta akan dihadapkan pada pilihan sulit untuk mengisi pos gelandang bertahan. Apakah ia akan menurunkan pemain yang memiliki tipe permainan serupa, atau justru mengubah strategi dengan menurunkan gelandang yang lebih menyerang untuk memberikan tekanan lebih kepada pertahanan Brighton?
Absennya Rice juga dapat memengaruhi keseimbangan lini tengah Arsenal. Pemain seperti Jorginho atau Thomas Partey bisa menjadi opsi, namun keduanya memiliki karakteristik permainan yang sedikit berbeda dari Rice. Jorginho lebih cenderung sebagai deep-lying playmaker, sementara Partey dikenal dengan kekuatan fisiknya dan kemampuan dribblingnya. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, namun mungkin tidak dapat sepenuhnya mereplikasi peran multifungsi yang dijalani oleh Rice. Hal ini bisa membuat lini tengah Arsenal menjadi lebih mudah ditebak oleh lawan atau rentan terhadap serangan balik cepat dari Brighton.
Brighton, dengan gaya permainan mereka yang dinamis dan sering kali mengandalkan pressing tinggi serta transisi cepat, bisa memanfaatkan celah yang mungkin muncul di lini tengah Arsenal. Jika Arsenal kesulitan menguasai bola di area tengah lapangan karena absennya Rice, Brighton akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk melancarkan serangan balik mematikan. Kemampuan pemain-pemain seperti Kaoru Mitoma atau Ansu Fati (jika dimainkan) untuk menusuk dari sisi sayap bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Arsenal. Ditambah lagi, kehadiran striker seperti Welbeck yang memiliki naluri mencetak gol yang tajam, akan membuat Arsenal harus ekstra waspada di setiap lini.
Kemenangan atas Chelsea memang menjadi bukti ketangguhan Arsenal, namun pertandingan melawan Brighton di kandang lawan akan menghadirkan atmosfer dan tantangan yang berbeda. Tekanan dari publik tuan rumah, ditambah dengan performa impresif Brighton, membuat laga ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menantang bagi Arsenal di sisa musim ini. Jika Arsenal mampu memenangkan pertandingan ini meskipun tanpa Rice, maka itu akan menjadi sinyal kuat bahwa kedalaman skuad mereka memang layak diperhitungkan dan mental juara mereka sudah terbentuk. Namun, jika mereka gagal meraih poin maksimal, persaingan di papan atas klasemen Liga Inggris akan semakin memanas dan semakin menarik untuk disaksikan. Keputusan taktis dari Mikel Arteta dan performa individu para pemain yang menggantikan peran Rice akan menjadi kunci utama dalam menentukan hasil akhir pertandingan ini. Kesiapan mental dan kemampuan adaptasi tim secara keseluruhan akan sangat diuji dalam duel krusial ini.

