0

4 Tahun Naik-Turun Karier Fajar Sadboy di Dunia Hiburan: Rajin Tanya Job dan Berjuang Lewati Masa Sulit

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Perjalanan Fajar Sadboy di industri hiburan Tanah Air selama empat tahun terakhir penuh dengan liku-liku yang tak terduga. Dari sosok yang viral karena ucapannya yang khas, kini Fajar telah menjelma menjadi seorang multitalenta yang terus berupaya mengembangkan diri. Namun, di balik ketenaran yang ia raih, terbentang kisah perjuangan yang panjang dan penuh pengorbanan, sebagaimana diceritakan oleh CongQ, owner manajemen Juara Kreatif yang menaungi Fajar. CongQ menegaskan bahwa jalan yang dilalui Fajar sejatinya tidaklah mudah, melainkan penuh dengan tantangan yang menguji ketahanan mental dan semangatnya.

"Dalam satu tahun mungkin pendapatan Fajar saya bisa hitung itu paling Rp 50 juta. Itu kadang sebulan Rp 3 juta, sebulan Rp 2,5 juta, dan Fajar tiap hari datang ke kantor, ‘Pak, ada pekerjaan gak?’. Terus besok datang, ‘Jar, main PS dulu’, pasti begitu terus nih," ungkap CongQ saat ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Ungkapan CongQ ini menggambarkan betapa minimnya penghasilan Fajar di awal kariernya. Angka Rp 50 juta per tahun, yang jika dibagi per bulan hanya berkisar antara Rp 2,5 hingga Rp 3 juta, tentu sangatlah kecil jika dibandingkan dengan biaya hidup di kota besar. Namun, yang lebih mengiris hati adalah kegigihan Fajar yang tak pernah lelah mendatangi kantor manajemennya, menanyakan ketersediaan pekerjaan. Bahkan, di sela-sela penantian job, ia masih menyempatkan diri untuk bermain PlayStation, sebuah hiburan sederhana yang mungkin menjadi pelipur lara di tengah ketidakpastian karier.

Selama empat tahun berada di bawah naungan Juara Kreatif, perjuangan Fajar dan timnya memang tidak bisa dianggap remeh. CongQ menceritakan bahwa Fajar tidak hanya mencoba peruntungannya di dunia akting, tetapi juga merambah ke dunia tarik suara. Namun, tak semua karya musiknya diterima dengan baik oleh publik. Ada beberapa single yang dirilisnya belum mendapatkan respons positif, yang tentu saja menjadi pukulan tersendiri bagi seorang musisi. Meskipun demikian, Fajar tidak pernah menyerah. Ia terus mencoba, belajar, dan beradaptasi dengan dinamika industri hiburan yang selalu berubah. "Empat tahun akhirnya dia punya keadaan yang lebih baik," ujar CongQ dengan nada lega, menunjukkan bahwa ketekunan Fajar akhirnya membuahkan hasil.

CongQ juga mengakui bahwa ada kalanya ia dan Fajar berada di titik terendah, bahkan untuk urusan makan pun harus dilakukan seadanya. "Fajar juga pernah cerita, ‘Kalau kita gak dapat pekerjaan gimana?’. Ya sudah kita gak makan bareng, karena di manajemen kan kalau Fajar dapat pekerjaan baru kita dapat juga pekerjaannya gitu juga. Tapi kalau gak ya kita makan bareng aja Jar, yang penting kita berjalan terus," tutur CongQ, menggambarkan kedekatan emosional dan solidaritas yang terjalin di antara mereka. Dalam situasi sulit seperti itu, mereka memilih untuk saling menguatkan dan tetap berjuang bersama, tanpa memikirkan keuntungan pribadi semata. Fokus utama mereka adalah bagaimana agar karier Fajar tetap berjalan, meskipun dengan segala keterbatasan.

Ia juga mengingatkan Fajar sejak awal bahwa menjadi seorang artis tidak selalu seindah mimpi. Jika tidak ada pekerjaan yang datang, Fajar dan timnya rela makan mi instan, sebuah gambaran realistis tentang perjuangan di dunia hiburan. "Kadang dia makannya itu apa aja, Indomie bungkus gitu. Ada makanan apa ya makan. Mimpi itu kan gak seenak yang kita impikan gitu. Itu dilalui Fajar," ujarnya. Pengalaman makan seadanya, bahkan hanya dengan mi instan, menjadi bukti betapa kerasnya Fajar berjuang untuk bertahan dan membuktikan dirinya. Ia tidak malu mengakui masa-masa sulit tersebut, justru menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk terus berkembang.

Terkait dengan isu-isu negatif yang sempat menerpanya, seperti kabar adanya gimmick atau isu riders yang berlebihan, CongQ tidak menampik bahwa ada strategi promosi yang dilakukan bersama produk yang bekerja sama. Namun, ia menegaskan bahwa kenyataannya tidak seperti yang diberitakan di luar sana. "Kadang ada produk yang memang pengin ayolah kita bikinnya begini ya boleh gak manajemen? Karena kami juga punya kebutuhan untuk progres promotion. Kami oke kan. Yang penting kami tidak ada hal yang lebih dari yang seperti yang diberitakan dan lain-lain sebagainya," jelasnya. CongQ ingin meluruskan kesalahpahaman yang beredar dan menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Fajar dan manajemennya selalu berada dalam batas wajar dan profesional.

Soal bagaimana Fajar bisa dikenal hingga sekarang, CongQ mengaku tidak memiliki jawaban pasti. Namun, ia percaya bahwa ada satu hal yang menjadi kunci keberhasilan mereka, yaitu kesamaan rasa dalam menghadapi segala situasi. "Kalau ditanya bagaimana caranya Fajar bisa naik sampai sekarang, saya juga bingung jawabnya. Tapi ada satu hal, di saat perasaannya itu sama semua, sama-sama gak ada, sama-sama naik, sama-sama membagi, sama-sama mendukung, kami yakin itu lebih kekal daripada apapun," beber manajernya. Kesamaan visi, misi, dan semangat inilah yang membuat mereka mampu bertahan dan saling menguatkan di tengah badai cobaan. Mereka berbagi suka dan duka, saling mendukung dalam setiap langkah, dan itulah yang membuat ikatan mereka semakin kuat.

CongQ juga menceritakan upaya mereka saat karya lagu Fajar belum diterima pasar. Ia menggambarkan betapa gigihnya Fajar dalam mencoba berbagai hal. "Ketemu Fajar, coba nyanyi jualan lagu gak ada yang suka. Tiga lagu, empat lagu gak ada yang suka. Akhirnya ada film mencoba menawarkan, tapi bayarannya biasa, ya oke ayo kita jalan," kata CongQ. Keputusan untuk merambah ke dunia akting ini menjadi titik balik yang penting bagi karier Fajar. Meskipun bayarannya tidak besar, Fajar melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Dalam proses belajar akting, Fajar mendapatkan dukungan penuh dari teman-teman dan mentornya. "Belajar akting, ada teman-teman ada Mas Bruno, ada Safa yang selalu ngajarin Fajar tuh. Ini skrip nih, skrip Fajar setinggi-tinggi banyaknya itu skripnya. Dia harus menghapal. Sedangkan Fajar biasanya mungkin tidak dihadapkan dengan seperti itu akhirnya mencoba belajar. Ya saya jujur, bersyukur juga," tukasnya. Fajar menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menghapal dialog dan mendalami karakternya. Ia mau belajar dari nol, menerima kritik, dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Kemauan kerasnya inilah yang akhirnya membuahkan hasil.

Perjalanan Fajar Sadboy selama empat tahun di dunia hiburan adalah sebuah bukti nyata bahwa ketekunan, kegigihan, dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama kesuksesan. Ia tidak hanya mengandalkan popularitas sesaat dari viralitas, tetapi juga terus mengasah kemampuannya di berbagai bidang. Dari seorang anak muda yang pernah kesulitan makan, kini Fajar telah menjelma menjadi sosok yang diperhitungkan di industri hiburan. Kisahnya memberikan inspirasi bagi banyak orang bahwa di balik setiap kesuksesan, selalu ada cerita perjuangan yang layak diapresiasi. Pengalamannya dalam melewati masa-masa sulit, termasuk saat lagu-lagunya belum diterima pasar dan ia harus belajar akting dari awal, menunjukkan bahwa Fajar adalah seorang pekerja keras yang tidak mudah menyerah. Dukungan dari manajemennya, Juara Kreatif, juga menjadi faktor penting yang membantunya bertahan dan berkembang.