Gelaran M7 Mobile Legends World Championship, ajang turnamen paling bergengsi di skena Mobile Legends: Bang Bang global, telah memasuki babak Swiss Stage yang krusial. Dalam pertandingan pembuka yang sarat tekanan dan ekspektasi tinggi, salah satu perwakilan Indonesia, Onic Esports, dipaksa untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya. Mereka harus berjuang mati-matian melawan tim tangguh asal Turki, Boostgate Esports, dalam duel yang menegangkan dan hampir saja berakhir dengan kekalahan pahit bagi tim berjuluk Sang Raja Langit tersebut.
Pertandingan ini berlangsung secara offline di MPL Arena XO Hall, Jakarta Barat, sebuah lokasi yang seharusnya memberikan keuntungan moral bagi Onic dengan dukungan langsung dari para penggemar setia di tanah air. Namun, atmosfer euforia di awal pertandingan segera berubah menjadi ketegangan dan kekhawatiran ketika Boostgate Esports menunjukkan performa yang di luar dugaan, mendominasi jalannya permainan sejak menit-menit awal. Kemenangan ini, meski diraih dengan susah payah, menjadi modal berharga bagi Onic untuk melaju ke babak Knockout Stage.
Boostgate Esports, sebagai perwakilan dari regional Turki, datang ke M7 dengan ambisi besar dan persiapan matang. Mereka membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Sejak early game, Boostgate menampilkan permainan agresif dengan rotasi cepat dan objective control yang solid. Salah satu bintang yang paling bersinar dari Boostgate adalah jungler mereka, Kazue, yang menggunakan hero assassin mematikan, Hayabusa. Performa Kazue dengan Hayabusa begitu gemilang, sukses menjadi mimpi buruk bagi para pemain Onic. Setiap kali Shadow Kill (skill ultimate Hayabusa) diaktifkan, Kairi dan kawan-kawan harus ekstra waspada, karena damage burst yang dihasilkan sangat mematikan dan sulit diantisipasi.
Kazue tidak hanya unggul dalam hal damage, tetapi juga dalam map awareness dan split push yang cerdik. Kemampuannya menggunakan Hayabusa memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi rekan satu timnya untuk mengambil objektif atau melakukan gank. Setiap kill yang didapatkan Kazue semakin memperlebar jurang gold dan experience antara kedua tim, menempatkan Onic dalam posisi yang sangat sulit. Performa luar biasa Kazue tak luput dari dukungan Eksi sebagai roamer/tanker Boostgate Esports. Eksi berulang kali berhasil menjadi garda terdepan, melakukan inisiasi team fight yang presisi, melindungi Kazue dari ancaman lawan, serta membuka jalan bagi rekan-rekannya untuk melakukan tower dive atau mengamankan objective. Kerja sama tim yang begitu solid antara Kazue dan Eksi, ditambah dengan koordinasi apik dari seluruh anggota Boostgate, membuat mereka sangat mendominasi jalannya permainan.
Hingga menit ke-13, Onic belum mampu menghancurkan satu pun turret Boostgate. Ini menunjukkan betapa kuatnya pertahanan dan dominasi map yang dibangun oleh tim Turki tersebut. Setiap upaya Onic untuk melakukan push selalu berhasil dipatahkan, bahkan seringkali berujung pada kerugian di pihak Onic. Para penggemar yang memadati MPL Arena XO Hall tampak tegang, cemas melihat tim kebanggaan mereka tertekan begitu hebat. Puncaknya, pada menit ke-14, Boostgate Esports hampir saja menyelesaikan pertandingan. Mereka berhasil menembus inner turret Onic dan melancarkan serangan terakhir ke arah base. Namun, dalam momen krusial itu, Kairi dan kawan-kawan menunjukkan mental baja dan pertahanan base yang heroik. Dengan skill-skill yang tepat dan positioning yang akurat, mereka berhasil menahan gempuran Boostgate dan mempertahankan base utama mereka dari kehancuran. Momen ini menjadi secercah harapan di tengah kegelapan yang melanda Onic.
Titik balik yang dinanti-nanti datang pada menit ke-17. Setelah berulang kali Boostgate berhasil mencuri turtle dan dua lord sebelumnya, Onic akhirnya mendapatkan kesempatan emas di area Lord. Dalam sebuah team fight yang sangat krusial dan menegangkan, Onic berhasil memenangkan perebutan Lord. Ini bukan Lord biasa, melainkan Lord ketiga yang sudah evolved, memberikannya kekuatan dorongan yang jauh lebih besar. Kemenangan di war Lord ini bukan hanya sekadar mengamankan objektif, tetapi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Onic. Rasa frustrasi dan tekanan yang selama ini membebani mereka sedikit demi sedikit mulai terkikis, digantikan oleh semangat juang dan keyakinan untuk membalikkan keadaan.
Dengan Lord yang sudah evolved di tangan, Onic tidak menyia-nyiakan momentum. Mereka mulai bermain dengan lebih percaya diri dan terkoordinasi. Pola permainan yang sebelumnya defensif, kini berubah menjadi lebih agresif dan terencana. Peperangan yang terjadi di sejumlah lane dapat dimenangkan oleh Onic, seiring dengan item dan level hero mereka yang mulai menyamai atau bahkan melampaui lawan. Kairi, dengan hero jungler andalannya, mulai menemukan ritme permainannya. Rekan-rekan setimnya seperti Sanz, CW, Butsss, dan Kiboy juga menunjukkan performa yang semakin membaik, dengan ultimate dan skill set yang tepat guna dalam setiap team fight. Mereka mulai berhasil menghancurkan turret-turret Boostgate, membuka map dan memberikan lebih banyak ruang bagi pergerakan Onic.
Perlahan tapi pasti, dominasi Boostgate mulai pudar. Onic berhasil menekan balik, memaksa Boostgate untuk bermain lebih defensif dan membuat kesalahan. Pengambilan objective seperti turtle dan Lord berikutnya tidak lagi menjadi monopoli Boostgate. Onic menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa, mengubah strategi mereka di tengah pertandingan yang sulit. Mereka fokus pada pick-off terhadap hero-hero kunci Boostgate, terutama Kazue, untuk mengurangi ancaman damage dan split push mereka. Dengan setiap kill yang didapatkan dan setiap turret yang dihancurkan, gold dan experience Onic semakin meningkat, memperkuat peluang mereka untuk memenangkan pertandingan di late game.
Puncaknya terjadi ketika Lord keenam, yang kembali berhasil diraih oleh Onic, muncul dari arah bawah. Lord ini, dengan kekuatannya yang maksimal, menjadi penentu akhir dari duel sengit ini. Dalam upaya untuk mengakhiri pertandingan dan mengamankan kemenangan dramatis, Onic mencoba menyerang dari dua jalur sekaligus, yakni midlane dan botlane. Ini adalah strategi split-push yang berani, memanfaatkan tekanan dari Lord di satu jalur dan damage besar dari para pemain Onic di jalur lainnya. Pertahanan Boostgate yang sudah terkuras energinya dan terpecah fokusnya akhirnya tidak mampu menahan gempuran dahsyat dari Onic.
Para pemain Onic, dengan damage besar dan ultimate yang terkoordinasi, berhasil menembus base Boostgate Esports. Detik-detik terakhir pertandingan dipenuhi dengan skill effect yang memukau dan pertarungan sengit di dalam base. Namun, dengan Lord yang sudah begitu kuat dan para pemain Onic yang tampil solid, mereka mampu menyelesaikan duel sengit ini pada menit ke-29. Ancient Boostgate Esports akhirnya runtuh, menandakan kemenangan dramatis bagi Onic Esports. Sorak sorai kegembiraan langsung meledak di MPL Arena XO Hall, para penggemar Onic meluapkan emosi lega dan bangga atas comeback yang luar biasa ini.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin dalam klasemen Swiss Stage, melainkan suntikan moral yang tak ternilai harganya bagi Onic Esports. Ini membuktikan ketahanan mental, kemampuan adaptasi, dan semangat juang yang tak pernah padam dari tim kebanggaan Indonesia ini. Pertandingan melawan Boostgate Esports menjadi pelajaran berharga bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di M7 World Championship. Setiap lawan memiliki potensi untuk memberikan kejutan, dan setiap detik dalam pertandingan harus dimanfaatkan dengan maksimal. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk membawa Onic menuju babak Knockout Stage, memperkuat posisi mereka dan mengirimkan pesan kepada tim-tim lain bahwa Sang Raja Langit siap menghadapi tantangan apa pun di panggung dunia.

