0

Kondisi Kaki Istri Fiersa Besari Usai Ditabrak Mobil: Trauma Otot, Pemulihan 3-6 Minggu, dan Kekecewaan Atas Respons Penabrak

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Musisi Fiersa Besari membagikan kabar kurang menyenangkan mengenai kondisi sang istri, Aqia, yang mengalami insiden tertabrak mobil di area Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3/1/2026) pagi. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Aqia sedang berupaya menurunkan koper dari taksi. Ia ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil, yang kemudian memicu kepanikan dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Aqia terlihat berjalan dengan menggunakan alat bantu berupa tongkat, sebuah pemandangan yang kontras dengan aktivitasnya yang biasa aktif, termasuk rutin berolahraga di gym dan bermain tenis. Ia menuliskan caption bernada ironis, "New year, new me," yang menyiratkan perubahan drastis akibat insiden tersebut. Ibu dari satu anak ini juga sempat memperlihatkan kaki kirinya yang disanggah menggunakan papan, menandakan tingkat keparahan cedera yang dialaminya. Setelah mendapat penanganan awal di unit kesehatan KAI di Stasiun Gambir, Aqia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rontgen.

Fiersa Besari mengungkapkan rasa syukurnya setelah melihat hasil rontgen kaki istrinya. Beruntung, dokter menyatakan bahwa tidak ada retak atau patah tulang yang terdeteksi. Hal ini berarti Aqia tidak memerlukan perawatan inap di rumah sakit maupun tindakan operasi. Namun, Fiersa menjelaskan bahwa meskipun tidak ada patah tulang, cedera yang dialami Aqia cukup signifikan. "Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot," jelas Fiersa Besari, yang sebelumnya dikenal dengan lagu-lagu romantisnya seperti "Ada Selamanya".

Meskipun tidak ada cedera tulang yang serius, Aqia masih merasakan sakit yang cukup berarti ketika kakinya digerakkan. Kondisi ini mengharuskannya menggunakan alat bantu penyangga untuk menopang kakinya, baik saat beraktivitas di dalam rumah maupun saat harus bergerak di luar. Rasa sakit dan keterbatasan gerak ini tentu menjadi pukulan bagi Aqia, terutama mengingat kecintaannya pada aktivitas fisik yang membutuhkan kondisi tubuh prima. "Waktu pemulihannya ternyata lama. Prediksi dokter, 3-6 minggu sampai kembali pulih. Untuk seseorang yang sedang gemar-gemarnya nge-gym dan tenis, Aqia pasti sedih," ungkap Fiersa Besari dengan nada prihatin. Periode pemulihan yang diprediksi memakan waktu hingga satu setengah bulan ini tentu akan membatasi banyak aktivitas yang biasa ia nikmati.

Peristiwa yang terjadi di Stasiun Gambir tersebut terjadi pada Sabtu pagi. Saat itu, Aqia bersama seorang rekannya bernama Ubay sedang menurunkan barang-barang dari bagasi taksi. Sementara itu, Fiersa Besari tengah menggendong putri mereka yang masih terlelap di gendongan. Suasana yang seharusnya tenang dan persiapan perjalanan pun seketika berubah menjadi mencekam akibat insiden tabrakan tersebut.

Kondisi Kaki Istri Fiersa Besari Imbas Ditabrak Mobil

Fiersa Besari menceritakan bahwa pengemudi mobil yang menabrak istrinya adalah seorang pria berusia sekitar 60-70 tahun. Reaksi awal Fiersa Besari, seperti yang ia ungkapkan, adalah kemarahan besar terhadap pelaku. Namun, kemarahannya semakin memuncak ketika ia mendengar ucapan dari pria tersebut yang dianggap meremehkan kondisi istrinya. "Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi, lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya," tegas Fiersa Besari, menggambarkan kekecewaannya terhadap sikap pelaku yang dinilai tidak bertanggung jawab dan tidak menunjukkan empati.

Insiden ini bukan hanya menimbulkan luka fisik bagi Aqia, tetapi juga memicu kekecewaan mendalam terhadap respons dari pelaku. Sikap meremehkan dan tawaran damai yang dinilai tidak pantas semakin menambah beban emosional bagi keluarga Fiersa Besari. Pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di jalan raya, serta pentingnya kesadaran dan tanggung jawab bagi setiap pengguna jalan, terutama saat berada di area publik yang ramai seperti stasiun kereta api.

Fiersa Besari dan Aqia sendiri dikenal sebagai pasangan yang aktif di media sosial, kerap membagikan momen kebersamaan mereka serta aktivitas sehari-hari. Aqia, yang memiliki paras menawan dan gaya hidup sehat, sering menjadi inspirasi bagi para pengikutnya. Kabar cedera ini tentu mengejutkan banyak pihak yang mengikuti perjalanan mereka. Dukungan dan doa dari para penggemar pun membanjiri kolom komentar di akun media sosial mereka, berharap agar Aqia segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Cedera trauma otot yang dialami Aqia, meskipun tidak melibatkan patah tulang, membutuhkan waktu pemulihan yang tidak sebentar. Proses rehabilitasi kemungkinan akan melibatkan terapi fisik dan istirahat yang cukup untuk mengembalikan fungsi normal kakinya. Selama masa pemulihan ini, Aqia akan sangat bergantung pada bantuan Fiersa Besari dan anggota keluarga lainnya untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kisah ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan berlalu lintas, bahkan di area yang sering dianggap relatif aman. Pengemudi mobil yang terlibat dalam insiden ini seharusnya lebih berhati-hati, terutama saat bermanuver di area yang banyak pejalan kaki. Respons pelaku yang meremehkan dan menawarkan ganti rugi yang terkesan sepele, seperti Rp 200 ribu, menunjukkan kurangnya pemahaman akan dampak serius yang bisa ditimbulkan oleh kelalaian berlalu lintas.

Fiersa Besari, yang dikenal sebagai sosok penyayang keluarga, tentu akan memberikan dukungan penuh bagi istrinya selama masa pemulihan. Ia akan memastikan bahwa Aqia mendapatkan perawatan terbaik dan merasa nyaman. Diharapkan, dengan dukungan keluarga dan medis, Aqia dapat segera bangkit dari cedera ini dan kembali menikmati hidupnya dengan penuh semangat, meskipun mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang ia harapkan untuk kembali ke rutinitas olahraganya yang padat. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak mengenai pentingnya kehati-hatian dan tanggung jawab di jalan raya, serta bagaimana sebuah kelalaian kecil dapat berdampak besar pada kehidupan seseorang.