0

Manchester United Berpotensi Banjir Cuan di Bursa Transfer 2026 Berkat Potensi Penjualan Pemain Bintang

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Manchester United (MU) berada di ambang era baru yang menjanjikan, tidak hanya dalam hal pembangunan tim di bawah arahan pelatih potensial Ruben Amorim, tetapi juga dalam prospek finansial yang cerah di bursa transfer mendatang, khususnya pada musim panas 2026. Setelah investasi besar pada musim panas sebelumnya untuk merekrut talenta seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens, Setan Merah kini berpeluang besar untuk mendapatkan suntikan dana segar yang signifikan dari hasil penjualan beberapa pemain kunci. Keyakinan klub terhadap visi dan strategi Ruben Amorim dalam membentuk skuad masa depan semakin menguat, namun untuk mewujudkan ambisi tersebut, kelonggaran finansial menjadi faktor krusial, terutama mengingat musim ini klub harus absen dari kompetisi Eropa yang berarti hilangnya potensi pemasukan dari ajang tersebut.

MU sejatinya memiliki aset berharga yang siap mendatangkan pundi-pundi rupiah, di mana potensi pemasukan dari penjualan pemain menjadi sorotan utama. Salah satu nama yang paling berpotensi menghasilkan keuntungan besar adalah Rasmus Hojlund. Penyerang muda berusia 22 tahun ini, yang saat ini tengah menjalani masa peminjaman, dilaporkan akan segera dipermanenkan oleh klub Italia, Napoli. Selama periode peminjamannya, Hojlund telah menunjukkan performa impresif yang memukau, mencatatkan sembilan gol dan tiga assist dalam 20 penampilan di berbagai kompetisi. Kontribusinya yang signifikan tidak hanya membantu Napoli meraih trofi Piala Super Italia, tetapi juga menempatkan mereka dalam persaingan ketat untuk memperebutkan gelar Scudetto. Laporan terbaru dari Italia mengindikasikan bahwa Napoli telah mencapai kesepakatan untuk menebus Hojlund dengan nilai transfer mencapai 44 juta Euro, yang dapat meningkat hingga enam juta Euro melalui bonus-bonus yang melekat. Angka ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi MU, yang berinvestasi pada talenta muda dengan harapan mendapatkan imbal hasil yang menguntungkan di masa depan.

Peluang emas lainnya datang dari Marcus Rashford, pemain yang saat ini dipinjamkan ke klub raksasa Spanyol, Barcelona. Meskipun Barcelona belum secara definitif memutuskan untuk mempermanenkan status Rashford, performanya yang cemerlang selama periode pinjaman telah membuka pintu lebar-lebar bagi potensi transfer permanen. Rashford telah menunjukkan ketajamannya di lini serang dengan mencetak tujuh gol dan memberikan 11 assist dari total 24 pertandingan di semua kompetisi. Bahkan jika Barcelona tidak mengambil opsi pembelian penuh senilai sekitar 30 juta Euro, performa Rashford yang konsisten dan memukau memberikan jaminan bahwa klub-klub lain akan berebut untuk mendapatkan tanda tangannya. Potensi penjualan Rashford ke klub lain dengan nilai yang menguntungkan tetap terbuka lebar, memberikan MU opsi lain untuk mengoptimalkan aset pemainnya.

Tak kalah menariknya, Mason Greenwood juga menjadi nama yang menjanjikan keuntungan finansial bagi MU, meskipun ia telah resmi dijual ke Marseille pada bursa transfer musim panas 2024 lalu. MU secara cerdik telah menyertakan klausul penjualan sebesar 50% dalam kesepakatan tersebut. Ini berarti, jika Marseille memutuskan untuk menjual Greenwood ke klub lain di kemudian hari, separuh dari nilai transfer tersebut akan kembali mengalir ke kas Manchester United. Greenwood sendiri telah membuktikan kualitasnya di Marseille, mencatatkan 15 gol dan empat assist dalam 22 pertandingan musim ini. Performa gemilangnya ini menarik perhatian klub Arab Saudi, Neom SC, yang dilaporkan siap mengajukan tawaran sebesar 100 juta Euro untuk mendapatkan jasanya. Jika transfer ini terealisasi, MU akan mendapatkan keuntungan finansial yang sangat besar dari klausul yang mereka pegang.

Selain potensi pemasukan dari penjualan pemain, MU juga akan mendapatkan keuntungan finansial tidak langsung dari pelepasan Jadon Sancho. Kontrak Sancho dengan MU akan berakhir pada Juni 2026, dan hampir dapat dipastikan bahwa ia tidak akan perpanjang masa baktinya. Meskipun pelepasan Sancho tidak akan menghasilkan pemasukan uang tunai secara langsung, keputusannya untuk hengkang akan memberikan kelonggaran signifikan pada pos pengeluaran gaji klub. Laporan menyebutkan bahwa gaji Sancho mencapai 15 juta Euro per tahun, sehingga dengan dilepasnya ia, MU akan menghemat anggaran gaji yang sangat besar. Penghematan ini dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat tim, baik melalui pembelian pemain baru atau investasi pada fasilitas klub.

Dengan prospek penjualan pemain yang begitu menggiurkan, Manchester United tampaknya telah menyiapkan strategi finansial yang matang untuk menghadapi bursa transfer 2026. Potensi pemasukan dari Hojlund, Rashford, dan Greenwood, ditambah dengan penghematan gaji dari pelepasan Sancho, memberikan MU kelonggaran finansial yang dibutuhkan untuk membangun skuad impian di bawah kepemimpinan Ruben Amorim. Tim pelatih dan manajemen klub kini memiliki amunisi yang lebih besar untuk mendatangkan pemain berkualitas yang dibutuhkan untuk mengembalikan kejayaan Manchester United di kancah domestik maupun Eropa. Musim panas 2026 diprediksi akan menjadi periode yang sangat dinamis dan penting bagi Setan Merah dalam upaya mereka untuk bangkit dan bersaing di level tertinggi.