0

Umi Pipik Khusus Renovasi Satu Kamar di Rumah untuk Cucu Pertama: Perasaan Bahagia dan Persiapan Penuh Cinta Sambut Anggota Keluarga Baru

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen menyambut bulan suci Ramadan tahun ini terasa lebih istimewa bagi Umi Pipik. Di samping menjalankan ibadah puasa, ia juga sedang diliputi kebahagiaan luar biasa karena perannya sebagai seorang nenek. Kebahagiaan ini datang dari cucu pertamanya, buah hati dari putrinya, Adiba Khanza, yang telah menikah dengan pesepak bola ternama, Egy Maulana Vikri. Kehadiran sang cucu tercinta membuat Umi Pipik merasa bulan puasa kali ini akan memiliki nuansa yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk menyambut momen berharga ini, ia pun telah melakukan berbagai persiapan matang di kediamannya.

Umi Pipik mengungkapkan betapa antusiasnya ia menyambut kedatangan Adiba dan cucunya untuk berpuasa bersama. "Iya, puasa pertama insyaallah Adiba ke rumah karena kan dia emang sudah tinggal sama suaminya ya," ujar Umi Pipik dengan senyum sumringah saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin. Persiapan ini tidak hanya sekadar menyiapkan makanan atau kebutuhan sehari-hari, namun lebih jauh lagi, Umi Pipik bahkan sampai mendedikasikan dan merenovasi satu kamar khusus di rumahnya demi kenyamanan sang cucu tercinta. Keputusan ini menunjukkan betapa besar cinta dan perhatian Umi Pipik kepada anggota keluarga barunya.

Tak tanggung-tanggung, Umi Pipik rela merenovasi sebuah kamar kosong yang sebelumnya tidak terpakai di rumahnya. Kamar tersebut kini disulap menjadi tempat yang senyaman mungkin, dirancang khusus untuk menyambut kedatangan cucunya. Sentuhan personal dan penuh kasih sayang terasa kental dalam setiap detailnya. "Sampai direnovasi kamar. Kan tadinya kamar kosong ya, akhirnya kita cat, kita kasih wah sampai semua serba pink, tapi lagi belum jadi, tapi khusus buat cucu. Sampai segitunya tuh jidahnya," ungkapnya sambil tertawa geli, menggambarkan betapa totalitasnya dalam mempersiapkan kamar tersebut. Warna serba pink dipilih untuk memberikan kesan feminin dan ceria, sesuai dengan imajinasinya tentang kamar cucunya kelak. Meskipun belum sepenuhnya rampung, semangat dan dedikasi Umi Pipik dalam menciptakan surga kecil bagi sang cucu sudah sangat terlihat.

Lebih lanjut, Umi Pipik menjelaskan bahwa ia akan berusaha menyesuaikan diri dengan jadwal pertandingan Egy Maulana Vikri, sang menantu, agar dapat menikmati momen Ramadan bersama cucunya. Fleksibilitas menjadi kunci utama dalam mengatur waktu berkumpul. "Ya mungkin kalau pas lagi Egy-nya lagi ada tanding luar kota, biasanya dia (cucu) nginep di rumah. Kalau gak, ya saya ‘culik’," katanya sambil tersenyum penuh arti, mengisyaratkan betapa ia tak sabar ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama cucunya. Kata "culik" yang diucapkannya dengan nada bercanda ini justru menunjukkan betapa ia sangat merindukan dan ingin terlibat langsung dalam tumbuh kembang sang cucu. Ia bahkan sudah memiliki rencana-rencana seru untuk mengisi waktu bersama sang cucu, yang tentunya akan semakin menambah kehangatan suasana keluarga di bulan penuh berkah ini.

Dalam kesempatan tersebut, Umi Pipik tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat Adiba Khanza mengurus buah hatinya dengan penuh dedikasi dan tanpa bantuan pengasuh. Sebagai seorang ibu, melihat putrinya kini telah menjelma menjadi seorang istri dan ibu yang tangguh, tentu saja sangat mengharukan baginya. "Adiba gak ada yang bantu, gak pake baby sitter. Jadi dia sendiri memang pure dia yang ngelakuin semuanya. Makanya saya, ya terharulah gitu. Anak yang masih piyik gitu ya dulu ya, tapi keibuan banget gitu. Benar-benar dia yang pegang semuanya, ganti-gantian sama Egy," tuturnya dengan mata berkaca-kaca haru. Ia mengenang masa lalu Adiba yang masih sangat muda, namun kini telah menunjukkan sisi keibuan yang luar biasa. Peran Adiba sebagai ibu diimbangi dengan peran Egy sebagai ayah, mereka berbagi tugas dalam merawat sang buah hati.

Umi Pipik menceritakan lebih detail mengenai peran awalnya dalam membantu Adiba merawat cucunya. "Awal-awal sih memang seminggu saya karena kan Adiba masih pemulihan ya pasca melahirkan gitu. Jadi saya yang masih mandiin. Jadi dia ngelihat, tapi sekarang udah semuanya, udah dia semuanya. Paling gantian sama Egy kalau malam," jelas Umi Pipik, menggambarkan bagaimana ia memberikan dukungan penuh di masa-masa awal pasca persalinan Adiba. Ia memberikan ruang bagi Adiba untuk belajar dan beradaptasi, sembari memberikan bimbingan dan bantuan yang diperlukan. Kini, Adiba sudah sangat mandiri dalam merawat anaknya, dibantu oleh Egy, yang menunjukkan kekompakan luar biasa dalam keluarga muda ini.

Menurut Umi Pipik, keputusan Adiba Khanza untuk tidak menggunakan jasa pengasuh didasari oleh keinginan kuatnya untuk merasakan dan mendalami peran sebagai ibu secara langsung. Ia ingin menjadi bagian integral dari setiap momen pertumbuhan sang anak. "Karena anak pertama ya, jadi memang benar-benar pengin dia sendiri yang pegang gitu," tegas Umi Pipik. Keinginan Adiba untuk memberikan sentuhan personal dan merasakan pengalaman penuh menjadi seorang ibu memang sangat kuat. Hal ini juga mencerminkan nilai-nilai keluarga yang dipegang teguh oleh Adiba dan Egy, di mana peran orang tua dalam membesarkan anak sangatlah penting dan berharga.

Keputusan Adiba untuk mengurus sendiri buah hatinya tanpa baby sitter bukan berarti ia menolak bantuan, melainkan lebih kepada keinginan untuk memaksimalkan pengalaman keibuannya. Umi Pipik selalu ada untuk memberikan dukungan moral dan praktis kapan pun dibutuhkan. Ia bangga melihat Adiba yang belajar dengan cepat dan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengurus bayinya. Semangat kemandirian ini tentu akan menjadi bekal berharga bagi Adiba dalam menjalani peran barunya sebagai ibu.

Kisah Umi Pipik yang merenovasi kamar khusus untuk cucunya ini menjadi bukti nyata dari kehangatan keluarga dan cinta yang melimpah. Di tengah kesibukannya dan persiapan menyambut Ramadan, ia masih menyempatkan diri untuk memberikan perhatian ekstra demi kenyamanan anggota keluarga yang paling muda. Persiapan ini bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga mencerminkan kesiapan hati untuk menerima dan mencintai cucu pertamanya dengan segenap jiwa. Kehadiran cucu pertama ini tentu akan membawa banyak kebahagiaan dan keceriaan baru dalam keluarga besar Umi Pipik, serta menjadi pengingat akan pentingnya kasih sayang dan perhatian dalam sebuah keluarga. Semangat Umi Pipik dalam menyambut cucu pertamanya ini patut menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para kakek-nenek yang juga tengah merasakan kebahagiaan yang sama. Momen Ramadan kali ini diprediksi akan menjadi lebih bermakna dengan kehadiran sosok mungil yang membawa sejuta senyuman dan tawa ke dalam rumah Umi Pipik.