BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kebahagiaan Marshanda kini tengah membuncah. Setelah penantian panjang yang diwarnai kerinduan mendalam, impian terbesarnya, yaitu bisa tinggal serumah dengan putri tercinta, Sienna Ameerah Kasyafani, akhirnya terwujud. Momen ini bukan sekadar perubahan status tempat tinggal, melainkan sebuah keajaiban yang bahkan tak pernah berani ia panjatkan dalam setiap doa, sebuah harapan yang dulu hanya bersemayam dalam mimpi. "Sesuatu yang aku juga bahkan gak berani doa atau menyampaikan harapan ini. Cuma di mimpi saja gitu, tapi akhirnya jadi kenyataan," ungkap Marshanda dengan nada haru bercampur bahagia saat ditemui di Studio Pagi-Pagi Ambyar, Trans TV, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Januari 2026.
Fakta yang membuat momen ini semakin istimewa adalah inisiatif datangnya justru dari Sienna sendiri. Keinginan untuk tinggal bersama sang ibu diutarakan langsung oleh putri kecilnya, sebuah kejutan yang membawa kelegaan dan rasa syukur tak terhingga bagi Marshanda. Sejak Juli 2025 lalu, Sienna telah resmi memulai babak baru kehidupannya, berbagi atap dan hari-hari bersama ibundanya. "Happy banget sih, karena itu dari Siennanya sendiri yang mau tinggal sama aku. Jadi surprise banget awalnya," tuturnya, memancarkan senyum cerah yang tak bisa disembunyikan.
Kehidupan Marshanda dan Sienna kini dipenuhi dengan rutinitas baru yang sederhana namun penuh makna. Aktivitas sehari-hari mereka kini diisi dengan berbagai kegiatan yang semakin mempererat ikatan batin. Salah satu contohnya adalah kebiasaan baru mereka dalam merencanakan menu masakan untuk seminggu ke depan. Hal ini tidak hanya menunjukkan kolaborasi antara ibu dan anak, tetapi juga menjadi momen untuk saling berbagi ide dan menciptakan kebersamaan dalam kegiatan domestik. Lebih dari itu, momen liburan pertama mereka bersama ke destinasi impian, Bali dan Sumba, pada momen pergantian tahun kemarin, menjadi bukti nyata bagaimana kehadiran Sienna telah mengubah perspektif Marshanda tentang arti sebuah perjalanan. "Senang banget, karena biasanya kan aku traveling selama ini sendirian atau paling sama keluarga tanpa Sienna. Sekarang jadi liburan bareng Sienna untuk pertama kalinya, itu berkesan banget," imbuhnya dengan mata berbinar. Pengalaman ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, menandai sebuah era baru dalam perjalanan mereka sebagai ibu dan anak.
Kini, hari-hari Marshanda terasa lebih lengkap dan bermakna. Ia menikmati setiap momen sederhana, seperti menonton serial favorit bersama sembari menikmati kebersamaan yang dulu hanya bisa ia impikan. Obrolan ringan tentang keseharian menjadi jembatan untuk memahami dunia Sienna lebih dalam. Marshanda secara sadar berusaha menempatkan dirinya bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai sahabat bagi putrinya. Pendekatan ini ia yakini akan menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi Sienna untuk bercerita tentang apa pun tanpa rasa ragu, membangun fondasi kepercayaan yang kokoh. "Bersyukur ya, semoga dia bisa tetap dekat sama aku sampai sedewasa apa pun nanti," tutupnya, menyimpan harapan besar untuk masa depan hubungan mereka.
Perjalanan Marshanda dalam mewujudkan impian ini tentu tidak terlepas dari sejarah pribadinya. Diketahui, setelah proses perceraiannya dengan Ben Kasyafani, Sienna berada dalam pengasuhan Ben Kasyafani. Keputusan Sienna untuk tinggal bersama Marshanda ini menjadi tonggak penting yang menandai babak baru dalam dinamika keluarga mereka. Bagi Marshanda, ini adalah bukti nyata bahwa kesabaran, doa, dan keinginan kuat dapat membawa perubahan positif yang luar biasa dalam hidup. Ia tidak hanya mendapatkan kembali kehadiran putrinya secara fisik, tetapi juga membangun kembali kedekatan emosional yang mungkin sempat merenggang akibat keterpisahan.
Keberhasilan Marshanda dalam mewujudkan impian ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para orang tua tunggal atau mereka yang menghadapi situasi serupa. Kisahnya menunjukkan bahwa meskipun tantangan hidup terkadang terasa berat, tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diperjuangkan. Dukungan dari lingkungan terdekat, kekuatan internal, dan tentu saja, cinta yang tulus kepada anak, menjadi faktor kunci dalam menghadapi dan mengatasi segala rintangan. Marshanda telah membuktikan bahwa kebahagiaan sejati seringkali datang dari hal-hal yang paling sederhana, yaitu kehadiran orang-orang terkasih di samping kita.
Lebih jauh lagi, keinginan Sienna untuk tinggal bersama Marshanda dapat diinterpretasikan sebagai refleksi dari kebutuhan anak akan kehadiran kedua orang tua, meskipun dalam format yang berbeda. Ini juga menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional yang telah terjalin antara Marshanda dan Sienna, bahkan dalam kondisi terpisah. Kehadiran Sienna dalam kehidupan Marshanda memberikan warna baru, energi positif, dan tujuan hidup yang lebih jelas. Marshanda kini memiliki kesempatan emas untuk kembali merasakan peran utuhnya sebagai ibu, membimbing, mendidik, dan mencintai putrinya setiap hari.
Proses adaptasi tentu saja ada, mengingat keduanya telah terbiasa dengan rutinitas masing-masing. Namun, semangat Marshanda untuk terus belajar dan beradaptasi demi kebahagiaan Sienna patut diacungi jempol. Ia tidak ragu untuk mencoba hal-hal baru, seperti merencanakan liburan bersama, yang sebelumnya mungkin tidak menjadi prioritas utama dalam gaya hidupnya yang lebih mandiri. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya hubungan mereka, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi Marshanda tentang pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab sebagai orang tua.
Kisah Marshanda dan Sienna adalah pengingat bahwa cinta keluarga memiliki kekuatan luar biasa untuk menyembuhkan, menyatukan, dan mewujudkan mimpi. Keinginan Sienna yang tulus, ditambah dengan usaha Marshanda yang gigih, telah menciptakan sebuah narasi kebahagiaan yang mengharukan. Kini, rumah mereka bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi telah bertransformasi menjadi sarang kehangatan, tawa, dan cinta yang tak terhingga, tempat di mana mimpi-mimpi terindah menjadi kenyataan. Marshanda kini dapat menjalani hari-harinya dengan lebih tenang dan bahagia, mengetahui bahwa putri tercintanya berada dalam pelukannya.

