0

Tak Mau Dipajaki, Zuckerberg Tinggalkan California

Share

CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara resmi bergabung dengan barisan miliarder California yang memutuskan untuk hijrah ke Florida, sebuah langkah strategis yang didorong oleh pertimbangan pajak dan keinginan akan privasi yang lebih tinggi. Kepindahan salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi ini bukan sekadar relokasi personal, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang iklim ekonomi dan fiskal yang semakin memanas di California, yang berpotensi memberlakukan pajak kekayaan yang signifikan bagi para hartawan. Zuckerberg, bersama istrinya, Priscilla Chan, kini tengah bersiap untuk menempati kediaman mewah di Indian Creek, sebuah pulau buatan eksklusif di Miami yang dijuluki "Bunker Miliarder" berkat tingkat privasi dan keamanannya yang tak tertandingi.

Keputusan Zuckerberg untuk meninggalkan California tidak berdiri sendiri. Fenomena ini telah menjadi tren di kalangan elit teknologi dan keuangan. Sebelumnya, nama-nama besar seperti pendiri Google Larry Page juga dikabarkan telah cabut dari Golden State, mencari perlindungan dari rencana penerapan pajak tinggi untuk orang kaya yang terus mengemuka. Bagi banyak miliarder, Florida, dengan kebijakan pajaknya yang lebih ramah—tanpa pajak penghasilan negara bagian, pajak warisan, dan umumnya pajak properti yang lebih rendah dibandingkan kawasan mahal di California—menawarkan pelabuhan yang jauh lebih menarik.

Properti baru Zuckerberg di Indian Creek adalah sebuah mahakarya arsitektur tepi laut yang baru dibangun. Berlokasi di salah satu kawasan tertutup paling mahal di Amerika Serikat, kesepakatan pembelian rumah ini, meskipun belum sepenuhnya rampung secara administratif, telah mengisyaratkan relokasi permanen. Tetangga di Indian Creek bahkan menyebutkan bahwa Zuckerberg berencana pindah pada bulan April, menandakan keseriusan dan urgensi di balik keputusannya. Lokasi ini tidak dipilih secara sembarangan; Indian Creek adalah simbol kemewahan, privasi, dan kontrol mutlak. Troy Ippolito, CEO Troy Dean Home, menjelaskan bahwa orang sekelas Zuckerberg selalu merencanakan tiga langkah ke depan. "Isu pajak miliarder membuat banyak pemilik properti di Palo Alto berhitung. Jika Anda menghadapi potensi potongan 5% kekayaan bersih, Florida jadi keputusan bisnis," ujar Ippolito. Ia menambahkan bahwa Indian Creek adalah sinyal terjelas bahwa seseorang serius dengan privasi dan keamanan mereka.

Properti yang dibeli Zuckerberg ini memiliki luas hampir 0,8 hektar dan diperkirakan bernilai antara USD 150 juta hingga USD 200 juta. Penjualnya dilaporkan adalah sebuah perseroan terbatas (LLC) yang terkait dengan pendiri Jersey Mike’s Subs, Peter Cancro. Pemandangan udara properti tersebut menggambarkan kemegahannya: terletak strategis di seberang Teluk Biscayne, dilengkapi dengan dermaga pribadi yang memungkinkan akses langsung ke perairan, teras-teras besar yang menghadap laut, taman-taman asri yang dirancang dengan cermat, kolam renang tepi laut yang menawan, dan berbagai fasilitas mewah lainnya yang menjamin gaya hidup superlatif. Kediaman baru ini menambah portofolio real estat Zuckerberg yang sudah mencakup properti di Lake Tahoe, Palo Alto, dan Kauai, menegaskan statusnya sebagai salah satu kolektor properti terbesar di dunia.

Keunikan Indian Creek tidak hanya terletak pada kemewahan propertinya, tetapi juga pada tingkat eksklusivitas dan keamanannya. "Hanya ada satu pintu masuk, dijaga ketat, dan hanya ada sekitar 41 rumah," kata Ippolito. Ini adalah sebuah komunitas ultra-eksklusif di mana setiap penghuni adalah individu dengan kekayaan dan pengaruh luar biasa. "Anda hanya beberapa menit dari Miami, tapi rasanya terisolasi. Jika Anda adalah nama global, dan menginginkan halaman belakang yang benar-benar pribadi, inilah tempat yang paling mendekati," lanjut Ippolito. Beberapa tetangga baru Zuckerberg di Indian Creek antara lain tokoh-tokoh kaliber dunia seperti pendiri Amazon Jeff Bezos, legenda NFL Tom Brady, Ivanka Trump dan Jared Kushner, DJ internasional David Guetta, serta penyanyi legendaris Julio Iglesias. Kehadiran mereka semakin memperkuat citra Indian Creek sebagai surga bagi para miliarder yang mencari ketenangan dan keamanan.

Langkah Zuckerberg ini mengikuti jejak miliarder ternama lainnya yang telah memindahkan domisili mereka ke Florida Selatan sebagai respons terhadap usulan pajak kekayaan California. Meskipun inisiatif pajak tersebut belum mencapai tanda tangan yang diperlukan untuk masuk surat suara, proposal itu akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5% atas kekayaan penduduk California yang asetnya melebihi USD 1 miliar. Jika disetujui, siapa pun yang berstatus penduduk California pada 1 Januari 2026 akan dikenakan pajak tersebut. Ancaman ini, sekalipun masih berupa proposal, telah cukup untuk memicu eksodus para miliarder yang tidak ingin kekayaan mereka terkikis oleh kebijakan fiskal yang agresif.

Banyak agen real estat di Florida Selatan telah melaporkan gelombang minat pembeli yang membanjir dari California sejak awal tahun baru. Julian Johnston, pialang real estat mewah dari The Corcoran Group, mengungkapkan, "Ada beberapa pendiri perusahaan sangat besar lainnya, serta raksasa teknologi dan firma modal ventura, yang pimpinannya saya pindahkan ke sini." Ini menunjukkan bahwa kepindahan Zuckerberg bukanlah anomali, melainkan bagian dari tren yang lebih besar di mana para individu super kaya sedang mencari lingkungan yang lebih stabil dan menguntungkan untuk aset mereka.

Perpindahan ini juga mencerminkan perubahan persepsi tentang Florida. "Dulu tempat ini hanya sekadar persinggahan, satu malam, atau untuk sebuah acara, tapi Miami sudah banyak berubah 10 tahun terakhir. Secara budaya lebih menarik," imbuh Johnston. Miami kini telah bertransformasi menjadi pusat budaya, seni, dan hiburan yang dinamis, menarik tidak hanya karena cuacanya yang cerah dan pantainya yang indah, tetapi juga karena kehidupan malam, kuliner, dan komunitas seninya yang berkembang pesat. Para pembeli dari California, yang mungkin awalnya melihat Miami sebagai tujuan liburan, kini melihatnya sebagai tempat tinggal permanen yang menarik secara holistik. "Mereka bilang mereka cukup senang pindah ke sini dan melihat apa yang terjadi dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Ippolito menambahkan, "Florida terasa bisa diprediksi. Anda punya gambaran pajak lebih jelas, hambatan lebih sedikit, dan keseharian yang jauh lebih mudah." Ini kontras tajam dengan iklim politik dan ekonomi di California yang dirasakan semakin tidak bersahabat terhadap orang kaya. "Banyak pembeli merasa California memperlakukan mereka sebagai target. Florida memperlakukan mereka seolah mereka pantas berada di sini," pungkas Ippolito, merangkum sentimen yang mendorong eksodus para miliarder ini.

Dampak dari fenomena ini tentu akan signifikan. Bagi California, potensi hilangnya basis pajak yang besar dan "brain drain" dari para inovator dan pemimpin bisnis bisa menjadi pukulan telak bagi perekonomiannya. Jika pajak kekayaan tersebut benar-benar diterapkan, negara bagian tersebut mungkin akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan statusnya sebagai pusat inovasi global. Sebaliknya, Florida diuntungkan dengan masuknya modal, talenta, dan pengaruh dari para individu berpenghasilan tinggi ini. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai magnet bagi kekayaan dan inovasi.

Keputusan Mark Zuckerberg untuk meninggalkan California dan membangun sarangnya di Indian Creek, Florida, adalah lebih dari sekadar perpindahan alamat. Ini adalah cerminan dari strategi jangka panjang para ultra-kaya untuk melindungi kekayaan mereka dari perubahan kebijakan fiskal yang agresif, sekaligus mencari lingkungan yang menawarkan privasi, keamanan, dan gaya hidup yang sesuai dengan status mereka. Dengan ancaman pajak kekayaan yang membayangi di California, Florida telah muncul sebagai mercusuar harapan bagi para miliarder, menandai pergeseran signifikan dalam peta distribusi kekayaan dan kekuasaan di Amerika Serikat.