0

Penjualan Motor Listrik 2025 Turun? Alva Klaim Justru Sebaliknya, Inovasi Produk dan Skema Sewa Baterai Jadi Kunci Sukses

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Berlawanan dengan tren data penjualan motor listrik nasional yang menunjukkan penurunan pada tahun 2025, PT Alba Manufacturing Indonesia (Alva) justru mengklaim mengalami peningkatan penjualan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Klaim ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, di sela-sela acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Purbaja Pantja, meskipun tidak merinci angka pasti volume penjualan Alva, dengan tegas menyatakan bahwa terdapat pertumbuhan yang positif. "Volume kita di tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2024 itu sebenarnya meningkat," ujar Purbaja, menegaskan optimisme perusahaannya di tengah kondisi pasar yang diperkirakan lesu. Kenaikan ini, menurut Purbaja, tidak lepas dari beberapa strategi jitu yang diterapkan Alva, terutama peluncuran model baru yang lebih terjangkau dan inovasi dalam skema kepemilikan.

Salah satu faktor kunci yang disebut Purbaja sebagai pendorong utama lonjakan penjualan adalah kehadiran Alva N3. Model ini dirancang khusus untuk merambah segmen pasar yang lebih luas, menyasar konsumen yang menginginkan keseimbangan optimal antara harga yang kompetitif dan performa yang tetap khas Alva. "Dan balik lagi, itu karena sebagian juga karena tentunya sekarang kita sudah punya N3, ya. N3 mampu memberikan daya tarik yang lumayan tinggi ke pasar karena harganya, kemampuannya, dan lain-lain," jelas Purbaja. Alva N3, dengan desainnya yang menarik dan fitur yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia, berhasil menjadi "volume maker" bagi Alva.

Lebih lanjut, Purbaja menekankan bahwa Alva N3 tidak hanya menawarkan harga yang menarik, tetapi juga kemampuan yang mumpuni, menjadikannya pilihan yang menggoda bagi calon konsumen motor listrik. Ini menunjukkan bahwa Alva berhasil mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, mulai dari mereka yang baru beralih ke kendaraan listrik hingga pengguna yang sudah lebih berpengalaman.

Selain terobosan pada lini produk, strategi inovatif dalam skema kepemilikan juga menjadi penopang utama keberhasilan Alva. Sejak Juni 2025, Alva telah memperkenalkan program sewa baterai yang disambut hangat oleh masyarakat. Program ini terbukti sangat efektif dalam memangkas harga pembelian motor listrik secara signifikan, membuatnya lebih mudah dijangkau oleh kalangan yang lebih luas. "Hal-hal yang berhubungan dengan program baterai sewa kita, sewa baterai kita, yang juga kita lakukan di bulan Juni (tahun 2025), yang sepertinya juga berhasil," sambungnya lagi.

Skema sewa baterai ini secara cerdas mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam adopsi motor listrik di Indonesia, yaitu tingginya biaya awal pembelian. Dengan memisahkan biaya baterai dari harga motor, konsumen dapat memiliki motor listrik dengan investasi awal yang jauh lebih ringan, sekaligus mengurangi kekhawatiran akan masa pakai dan penggantian baterai di masa depan.

"Tapi secara volume, kita sebenarnya naik. Dan balik-balik lagi, itu karena sebagian juga, karena tentunya sekarang kita sudah punya N3, ya. N3 juga mampu memberikan daya tarik yang lumayan tinggi ke pasar karena harganya dan juga kemampuannya dan lain-lain," ulang Purbaja, kembali menegaskan dua pilar utama strategi Alva: produk yang tepat sasaran dan model bisnis yang inovatif.

Kombinasi antara model baru yang ekonomis seperti Alva N3 dan program sewa baterai yang inovatif ini telah memungkinkan Alva untuk secara efektif menaklukkan hambatan harga yang selama ini menjadi "momok" bagi pertumbuhan industri motor listrik di Tanah Air. Alva berhasil menciptakan ekosistem yang lebih ramah konsumen, baik dari sisi pembelian maupun kepemilikan jangka panjang.

Purbaja menambahkan bahwa pasar motor listrik Indonesia kini telah beranjak dari tahap pengenalan awal menuju tahap pertimbangan yang lebih mendalam terkait kualitas dan performa. Ini merupakan indikator positif bagi perkembangan industri secara keseluruhan. "Kalau kita lihat perjalanan industri motor listrik di Indonesia, sebenarnya edukasi dan awareness itu terus meningkat. Dulu pertanyaannya sangat basic, seperti ‘kalau hujan kesetrum enggak?’. Sekarang sudah berubah, orang lebih banyak bertanya soal performa. Itu menurut saya sinyal yang sangat baik," ujar Purbaja. Pergeseran fokus konsumen dari isu keamanan dasar menjadi perdeb sistem performa dan efisiensi menunjukkan bahwa masyarakat semakin matang dan terbuka terhadap teknologi kendaraan listrik.

Perkembangan ini terjadi meskipun pada tahun 2025 tidak ada insentif pemerintah yang signifikan untuk pembelian motor listrik. Hal ini semakin membuktikan bahwa strategi inovatif yang dijalankan oleh produsen seperti Alva, melalui skema sewa baterai yang membuat harga on the road (OTR) motor listrik menjadi lebih kompetitif, mampu menjadi solusi efektif untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Namun, data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat angka yang berbeda. Laporan tersebut menunjukkan bahwa penjualan motor listrik pada tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 77.078 unit. Perbedaan data ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri secara keseluruhan, sekaligus menggarisbawahi keberhasilan Alva dalam menavigasi pasar yang bergejolak.

Analisis lebih lanjut terhadap klaim Alva menunjukkan bahwa keberhasilan mereka dapat dikaitkan dengan pemahaman mendalam tentang pasar lokal. Di Indonesia, harga seringkali menjadi faktor penentu utama dalam keputusan pembelian, terutama untuk kendaraan roda dua yang merupakan tulang punggung mobilitas sehari-hari. Dengan menawarkan Alva N3 yang kompetitif secara harga dan program sewa baterai yang mengurangi beban finansial awal, Alva berhasil menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi konsumen.

Selain itu, Alva juga gencar melakukan upaya pemasaran dan edukasi yang efektif. Melalui berbagai pameran, acara test ride, dan kolaborasi dengan komunitas, Alva terus membangun kesadaran dan kepercayaan terhadap produk-produk mereka. Kampanye yang menyoroti keunggulan performa, efisiensi biaya operasional, dan dampak lingkungan yang positif, secara bertahap mengubah persepsi masyarakat terhadap motor listrik.

Faktor lain yang mungkin berkontribusi pada pertumbuhan Alva adalah ekspansi jaringan dealer dan layanan purna jual. Ketersediaan unit yang mudah diakses, serta jaminan layanan servis dan suku cadang, merupakan elemen krusial dalam membangun loyalitas pelanggan. Konsumen perlu merasa yakin bahwa mereka akan mendapatkan dukungan yang memadai setelah melakukan pembelian.

Dalam konteks industri motor listrik global, tren menuju elektrifikasi terus berlanjut. Namun, pasar Indonesia memiliki karakteristik unik yang memerlukan pendekatan yang berbeda. Alva, dengan strategi adaptifnya, tampaknya telah berhasil menemukan formula yang tepat untuk meraih kesuksesan di pasar domestik.

Purbaja Pantja sendiri menyadari bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras tim dan respons positif dari konsumen. Ia juga menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan untuk tetap relevan di pasar yang dinamis. "Kami terus berinovasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih baik lagi di masa depan. Kami optimis bahwa motor listrik akan menjadi pilihan utama mobilitas di Indonesia," ungkap Purbaja.

Ke depan, Alva berencana untuk terus memperkuat posisinya di pasar dengan meluncurkan model-model baru yang lebih beragam dan mengembangkan ekosistem pendukung kendaraan listrik. Investasi dalam riset dan pengembangan, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak, akan menjadi prioritas utama. Alva berambisi untuk tidak hanya menjadi pemain utama di pasar motor listrik Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Meskipun data penjualan nasional menunjukkan tren penurunan, klaim dari Alva memberikan gambaran yang lebih nuanced mengenai kondisi pasar motor listrik di Indonesia. Keberhasilan Alva dalam meningkatkan penjualan di tengah tantangan pasar menjadi studi kasus yang menarik dan memberikan pelajaran berharga bagi pelaku industri lainnya. Inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta model bisnis yang cerdas dalam mengatasi hambatan adopsi, terbukti menjadi kunci untuk meraih kesuksesan.

Melihat ke depan, prospek pasar motor listrik di Indonesia masih sangat cerah, seiring dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, perkembangan teknologi baterai, dan potensi dukungan kebijakan di masa mendatang. Perusahaan seperti Alva yang mampu beradaptasi dan berinovasi akan menjadi pemimpin dalam revolusi mobilitas listrik di Tanah Air. Dengan kombinasi antara produk yang menarik, skema kepemilikan yang terjangkau, dan komitmen terhadap inovasi, Alva menunjukkan bahwa masa depan motor listrik di Indonesia sangat menjanjikan, terlepas dari fluktuasi data jangka pendek.