BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasar otomotif Indonesia terus menunjukkan pergeseran menarik di awal tahun 2026, terutama pada segmen kendaraan ramah lingkungan. Mobil berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mulai mendapatkan perhatian lebih dari konsumen, meskipun penjualannya belum sebesar mobil hybrid konvensional atau Battery Electric Vehicle (BEV) murni. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkap tren yang signifikan, di mana pabrikan asal Tiongkok masih mendominasi pasar PHEV, dengan Chery sebagai pemimpin pasar yang tak terbantahkan. Kehadiran Wuling Darion PHEV sebagai pemain baru yang cukup mengejutkan, menempatkan dirinya sebagai pesaing kuat di segmen yang mulai memanas ini.
Penjualan mobil PHEV di Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan geliat yang positif, menandakan adanya peningkatan minat konsumen terhadap teknologi transisi menuju elektrifikasi. Walaupun angka penjualannya belum sebesar kendaraan hybrid konvensional atau kendaraan listrik murni (BEV), segmen PHEV mulai menunjukkan potensinya. Data wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Februari 2026 memberikan gambaran yang jelas mengenai siapa saja pemain utama dan bagaimana performa masing-masing model. Tiongkok, melalui beberapa pabrikannya, secara agresif memasuki dan menguasai pasar ini, menunjukkan strategi yang jitu dalam menawarkan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan namun tetap praktis.
Chery, sebagai salah satu pabrikan Tiongkok yang berani tampil beda, kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil PHEV di Indonesia. Keberhasilan ini didukung oleh dua model andalannya, yaitu Chery Tiggo 8 CSH dan Chery Tiggo 9 CSH. Khusus untuk Tiggo 8 CSH, model ini berhasil memimpin pasar PHEV secara signifikan di awal tahun 2026. Pada bulan Januari 2026, sebanyak 240 unit Tiggo 8 CSH berhasil terdistribusi kepada konsumen. Angka ini terus meningkat drastis pada bulan Februari 2026, mencapai 382 unit. Jika digabungkan, Chery Tiggo 8 CSH telah membukukan total distribusi sebanyak 662 unit hanya dalam dua bulan pertama tahun 2026. Performa luar biasa ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi PHEV yang ditawarkan Chery, serta daya tarik desain dan fitur yang disematkan pada Tiggo 8 CSH.
Tidak hanya Tiggo 8 CSH, model Chery lainnya, Tiggo 9 CSH, juga menunjukkan performa yang patut diperhitungkan. Meskipun belum mencapai angka penjualan Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH berhasil terkirim sebanyak 116 unit dalam dua bulan pertama tahun 2026. Hal ini semakin memperkuat dominasi Chery di pasar PHEV Indonesia. Di bawah naungan Chery Group, terdapat pula merek Jaecoo yang turut meramaikan segmen ini dengan dua model PHEV-nya, yaitu Jaecoo J7 SHS dan Jaecoo J8 SHS. Jaecoo J7 SHS mencatatkan distribusi sebanyak 37 unit, sementara Jaecoo J8 SHS membukukan angka 41 unit. Meskipun angka ini tergolong lebih kecil dibandingkan Chery, kehadiran Jaecoo menambah variasi pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan PHEV.
Namun, sorotan utama di segmen PHEV awal tahun 2026 tidak hanya tertuju pada Chery. Wuling Darion PHEV muncul sebagai pendatang baru yang cukup mengejutkan dan berhasil menempati posisi kedua sebagai model terlaris di segmen ini. Wuling, yang dikenal sebagai pemain yang gesit dalam menghadirkan inovasi, membuktikan diri mampu bersaing di pasar PHEV. Penjualan Wuling Darion PHEV menunjukkan tren positif yang signifikan. Jika pada awal tahun 2026 penjualannya tercatat sebanyak 57 unit, pada bulan berikutnya angka tersebut melonjak menjadi 109 unit. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa Wuling Darion PHEV semakin diterima oleh pasar dan berhasil menarik perhatian konsumen yang mencari alternatif kendaraan ramah lingkungan yang terjangkau dan fungsional.
Kehadiran Wuling Darion PHEV di posisi kedua ini menjadi bukti bahwa pemain baru pun memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan di pasar PHEV, asalkan mampu menawarkan produk yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Dibandingkan dengan Chery yang sudah membangun basis pelanggan yang kuat, Wuling Darion PHEV menunjukkan performa yang mengesankan dalam waktu singkat. Pertanyaan "Wuling Darion Laku Berapa?" terjawab dengan angka yang cukup menggembirakan, menempatkannya sebagai alternatif serius bagi konsumen yang sebelumnya hanya melirik model-model dari Chery.
Sementara pabrikan asal Tiongkok mendominasi, pemain lama dari Jepang terlihat masih tertinggal dalam persaingan PHEV. Beberapa model PHEV dari merek Jepang yang sebenarnya sudah dipasarkan di Indonesia, seperti Toyota Prius dan Toyota RAV4, justru tercatat memiliki distribusi nol unit pada periode awal 2026. Hal ini menunjukkan bahwa strategi mereka dalam menghadirkan teknologi PHEV belum mendapatkan respon pasar yang positif. Berbeda dengan Toyota, Mazda mulai menunjukkan geliatnya dengan model CX-80, yang berhasil terdistribusi sebanyak 5 unit per Februari 2026. Meskipun jumlahnya masih sangat kecil, ini menandakan bahwa Mazda juga mulai berupaya mengisi celah di pasar PHEV.
Segmen kendaraan mewah pun tidak ketinggalan dalam menawarkan teknologi PHEV. Lexus, misalnya, memasarkan model RX450h+ di segmen ini. Namun, penjualannya masih sangat terbatas, hanya tercatat 1 unit terdistribusi untuk model tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat dari segmen premium, volume penjualannya masih belum signifikan dibandingkan dengan segmen yang lebih terjangkau. Kehadiran Lexus RX450h+ lebih menunjukkan sebagai pelengkap portofolio produk ramah lingkungan bagi konsumen yang memiliki daya beli tinggi dan mengutamakan teknologi terkini.
Secara keseluruhan, tren penjualan mobil PHEV di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi ini sebagai solusi transisi yang ideal sebelum beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni. PHEV menawarkan keunggulan kombinasi motor listrik dan mesin konvensional, memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk melakukan pengisian daya di rumah atau kantor, sekaligus tidak perlu khawatir mengenai jangkauan saat melakukan perjalanan jauh. Chery dengan model Tiggo 8 CSH-nya berhasil menjadi pionir yang paling sukses dalam menangkap peluang pasar ini, diikuti oleh kejutan dari Wuling Darion PHEV yang menunjukkan potensi besar sebagai pesaing.
Total penjualan mobil PHEV sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai angka yang cukup menggembirakan, yaitu sebanyak 1.153 unit. Angka ini merupakan gabungan dari seluruh model PHEV yang terdistribusi di pasar Indonesia. Pertumbuhan penjualan terlihat jelas dari bulan ke bulan; pada bulan Januari 2026, tercatat 502 unit mobil PHEV laku terjual, dan pada bulan Februari 2026, angka tersebut melonjak menjadi 651 unit. Pertumbuhan sebesar ini memberikan sinyal positif bagi para produsen otomotif untuk terus berinovasi dan memperluas jajaran produk PHEV mereka.
Berikut adalah rincian penjualan mobil PHEV per Februari 2026 berdasarkan data Gaikindo yang telah diperkaya:
-
Chery Tiggo 8 CSH: 382 unit. Model ini terus memimpin pasar PHEV dengan selisih yang cukup signifikan dari pesaingnya. Performa konsistennya menunjukkan bahwa Chery telah berhasil membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan teknologi yang ditawarkannya. Keberhasilan ini tidak hanya terletak pada fitur-fitur canggih, tetapi juga pada strategi pemasaran yang efektif serta penawaran harga yang kompetitif untuk segmennya. Dukungan purna jual yang baik juga menjadi faktor penting yang turut mendongkrak angka penjualannya.
-
Wuling Darion PHEV: 109 unit. Sebagai pendatang baru, Wuling Darion PHEV berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa. Angka 109 unit ini menempatkannya di posisi kedua, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol. Kenaikan penjualan dari bulan ke bulan mengindikasikan penerimaan pasar yang positif. Kemungkinan besar, kombinasi antara harga yang terjangkau, desain yang menarik, serta fungsionalitas khas Wuling menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Wuling Darion PHEV berpotensi menjadi ancaman serius bagi dominasi Chery di masa mendatang jika tren positif ini terus berlanjut.
-
Chery Tiggo 9 CSH: 75 unit. Meskipun berada di bawah Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH tetap menunjukkan performa yang solid. Model ini melengkapi jajaran produk PHEV dari Chery, menawarkan pilihan yang sedikit berbeda dalam hal ukuran dan fitur, namun tetap mengusung teknologi yang sama. Kehadiran dua model PHEV dari satu merek yang sama menunjukkan komitmen Chery untuk mendominasi segmen ini.
-
Jaecoo J8: 41 unit. Merek Jaecoo, yang merupakan bagian dari Chery Group, mulai menunjukkan kehadirannya di pasar PHEV. Angka 41 unit untuk J8 menunjukkan bahwa ada ceruk pasar yang mulai dilirik oleh konsumen. Jaecoo umumnya menawarkan desain yang lebih sporty dan futuristik, yang mungkin menarik bagi segmen konsumen yang lebih muda atau yang mencari estetika yang berbeda.
-
Jaecoo J7: 37 unit. Saudara dari J8, Jaecoo J7, juga mencatatkan angka penjualan yang positif. Perbedaan tipis dengan J8 menunjukkan bahwa kedua model ini memiliki daya tarik yang serupa di mata konsumen. Penetrasi pasar Jaecoo di awal tahun 2026 ini patut diperhatikan perkembangannya.
-
Mazda CX-80: 5 unit. Mazda mulai mencoba peruntungannya di pasar PHEV dengan model CX-80. Angka 5 unit mungkin terlihat kecil, namun ini adalah awal yang baik bagi Mazda. Perlu diingat bahwa Mazda seringkali diposisikan sebagai merek premium dengan fokus pada pengalaman berkendara. Kehadiran CX-80 di segmen PHEV menunjukkan adaptasi Mazda terhadap tren pasar otomotif global yang bergeser ke arah elektrifikasi.
-
Volvo XC90: 1 unit. Volvo, yang dikenal dengan standar keselamatan tinggi dan desain elegan, juga memiliki model PHEV di pasar Indonesia. Angka 1 unit untuk XC90 mencerminkan posisinya di segmen premium yang lebih eksklusif. Konsumen Volvo umumnya mencari kombinasi kemewahan, performa, dan teknologi keselamatan terkini, di mana PHEV menjadi salah satu penawaran mereka.
-
Lexus RX 450 h+ Luxury: 1 unit. Lexus, sebagai merek mewah dari Toyota, juga turut meramaikan segmen PHEV. Angka 1 unit untuk RX 450h+ Luxury menunjukkan bahwa model ini ditujukan untuk segmen pasar yang sangat spesifik, yaitu konsumen yang menginginkan kemewahan, performa tinggi, dan teknologi ramah lingkungan dari merek yang sudah terpercaya. Tingginya harga dan eksklusivitas produk Lexus menjadi faktor utama dalam angka penjualannya yang masih terbatas.
Secara keseluruhan, data penjualan PHEV di awal tahun 2026 ini memberikan gambaran yang jelas tentang lanskap persaingan yang dinamis. Chery memimpin dengan strategi produk yang tepat, sementara Wuling menunjukkan potensi besar sebagai pesaing yang tangguh. Pabrikan Jepang masih berjuang untuk mendapatkan pijakan yang kuat, sementara merek mewah menawarkan solusi bagi segmen konsumen yang sangat spesifik. Pergeseran minat konsumen terhadap PHEV ini mengisyaratkan bahwa era elektrifikasi di Indonesia semakin dekat, dan teknologi PHEV menjadi jembatan penting dalam transisi tersebut. Para produsen perlu terus berinovasi, menawarkan produk yang lebih terjangkau, fungsional, dan ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
(riar/din)

