Jakarta – Onic Esports, salah satu raksasa Mobile Legends profesional dari Indonesia, kini tengah menghadapi momen paling krusial dalam perjalanan mereka di M7 Mobile Legends World Championship. Berada di ujung tanduk, tim berjuluk Sang Raja Langit ini terancam tereliminasi dari kompetisi paling bergengsi di skena Mobile Legends global. Hanya tersisa satu "nyawa" atau kesempatan terakhir, Kairi dan rekan-rekannya diwajibkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Penampilan mereka pada hari Jumat, 16 Januari 2026, akan menjadi penentu mutlak nasib mereka di kejuaraan dunia yang sangat dinantikan ini.
M7 Mobile Legends World Championship bukan sekadar turnamen biasa; ini adalah panggung puncak bagi tim-tim Mobile Legends terbaik dari seluruh penjuru dunia untuk memperebutkan gelar juara dunia. Bagi tim sekelas Onic yang memiliki basis penggemar militan dan sejarah panjang prestasi di kancah domestik maupun internasional, kegagalan di babak awal akan menjadi pil pahit yang sulit ditelan. Kompetisi ini mempertemukan juara-juara regional, menampilkan meta game terbaru, strategi paling inovatif, dan tentu saja, pertarungan mental di antara para pemain top dunia. Setiap pertandingan adalah ujian, dan bagi Onic, ujian berikutnya adalah yang paling berat.
Sistem turnamen M7 yang ketat membuat setiap kekalahan memiliki konsekuensi yang besar. Dengan hanya satu kesempatan tersisa, Onic harus menampilkan performa terbaik mereka. Apabila Onic berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan penentuan ini, mereka akan mengamankan posisi di Pool 2-2. Posisi ini, meskipun masih belum aman sepenuhnya, akan memberikan mereka satu kesempatan terakhir untuk bisa melangkah maju ke babak Knockout Stage, sebuah fase di mana tim-tim akan bertarung dalam format bracket eliminasi ganda hingga menemukan juara. Namun, jika hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapan, maka dengan berat hati mereka harus mengucapkan selamat tinggal kepada M7 Mobile Legends, mengakhiri mimpi untuk mengangkat trofi juara dunia.
Pertandingan yang akan menjadi penentu nasib Onic ini dijadwalkan pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Lawan yang akan mereka hadapi bukanlah tim sembarangan, melainkan Evil, perwakilan kuat dari Singapura. Evil datang ke M7 dengan reputasi mentereng sebagai juara MPL SG S10, liga profesional Mobile Legends di Singapura. Mereka membuktikan dominasi mereka dengan mengalahkan Team Flash di babak grand final MPL SG S10 dengan skor telak 4-1, sebuah indikasi jelas akan kekuatan dan konsistensi mereka. Kemenangan meyakinkan tersebut menggarisbawahi bahwa Evil adalah tim yang solid, terorganisir, dan memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Mereka bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan ancaman serius bagi setiap tim yang berhadapan dengan mereka.
Meskipun di atas kertas, Onic dengan sederet pemain bintangnya seperti Kairi, Sanz, Butsss, CW, dan Kiboy, seringkali lebih diunggulkan berkat pengalaman dan dominasi mereka di MPL Indonesia, performa Evil tidak bisa diremehkan. Analisis mendalam menunjukkan bahwa Evil memiliki roster yang adaptif, dengan pemain-pemain yang mampu memainkan berbagai hero meta dan memiliki sinergi tim yang kuat. Strategi draft pick mereka seringkali cerdik, mampu mengeksploitasi kelemahan lawan atau memaksimalkan potensi hero pilihan mereka. Pertarungan ini bukan hanya adu mekanik, tetapi juga adu strategi dan mental.
Faktanya, perjalanan Onic di M7 sejauh ini tidak semulus yang diharapkan. Hal ini terbukti dari dua pertandingan sebelumnya yang mereka jalani. Ketika Onic berhadapan dengan Boostgate Esport di laga pertamanya, mereka harus berjuang mati-matian, mengerahkan segala upaya dan strategi untuk bisa meraih kemenangan tipis. Pertandingan tersebut menunjukkan adanya celah atau kesulitan bagi Onic dalam menguasai early game atau mengamankan objektif vital. Kemudian, ketika mereka berhadapan dengan Team Spirit, wakil dari region lain yang juga memiliki potensi, Onic dibuat kewalahan dan akhirnya gagal meraih kemenangan. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi tim, menunjukkan bahwa mereka perlu melakukan evaluasi mendalam dan penyesuaian strategi jika ingin bertahan di turnamen. Performa yang tidak konsisten ini menambah tekanan pada pertandingan melawan Evil.
Berbeda dengan "saudara" mereka sesama wakil Indonesia, Alter Ego, yang tampil gemilang di awal turnamen. Nino dan kawan-kawan berhasil menunjukkan dominasi mereka sejak babak grup dan dengan cepat mengamankan tempat di Knockout Stage. Bahkan, Alter Ego berhasil mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu lolos ke babak ini, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi penggemar esports Indonesia. Keberhasilan Alter Ego diikuti oleh Selangor Red Giants, tim yang juga menunjukkan performa impresif usai menumbangkan wakil Filipina, Team Liquid ID, dengan skor akhir 2-1 dalam pertandingan yang sangat ketat. Keberhasilan Alter Ego dan Selangor Red Giants ini menjadi motivasi sekaligus tekanan tambahan bagi Onic, yang diharapkan bisa menyusul jejak mereka.
Duel antara Onic vs Evil dipastikan akan menjadi tontonan yang sangat mendebarkan. Kedua tim ini sama-sama hanya memiliki satu nyawa terakhir, yang berarti pertandingan ini adalah "all or nothing" bagi kedua belah pihak. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada kesempatan kedua. Para pemain akan mati-matian untuk meraih kemenangan, bukan hanya demi tim mereka sendiri, tetapi juga demi kehormatan region yang mereka wakili. Pertandingan krusial ini akan diselenggarakan di XO Hall, MPL Arena, Jakarta Barat, Jakarta, yang dipastikan akan dipenuhi oleh sorak sorai penggemar yang ingin menyaksikan langsung drama esports kelas dunia. Bagi mereka yang tidak bisa hadir langsung, pertandingan akan disiarkan secara langsung pada pukul 19.00 WIB, memungkinkan jutaan penggemar Mobile Legends di Indonesia dan seluruh dunia untuk turut merasakan ketegangan dan euforia pertarungan ini.
Pertandingan ini bukan hanya sekadar tentang menang atau kalah; ini adalah tentang menjaga asa, membuktikan diri, dan mewujudkan mimpi. Onic telah menunjukkan potensi besar dan memiliki deretan pemain dengan skill individu di atas rata-rata. Namun, di panggung dunia, skill saja tidak cukup. Dibutuhkan mental baja, strategi yang matang, dan kemampuan beradaptasi di bawah tekanan. Kairi, sang jungler andalan, bersama dengan seluruh tim, harus menemukan kembali ritme permainan terbaik mereka dan menunjukkan mengapa mereka layak disebut Sang Raja Langit. Momen ini akan menjadi babak krusial dalam sejarah Onic di kancah internasional, sebuah pertarungan hidup dan mati yang akan dikenang, apa pun hasilnya. Semoga Onic mampu bangkit dan meneruskan perjuangan mereka di M7 Mobile Legends World Championship.

