0

Motorola Siapkan Pesaing Galaxy Z Fold, Namanya Razr Fold

Share

Bocoran yang datang dari tipster ternama, Evan Blass, melalui akun Twitter/X-nya, mengungkap bahwa Motorola sedang dalam tahap akhir persiapan untuk meluncurkan ponsel layar lipat pertamanya yang mengadopsi desain "book-style", yang secara internal dikenal sebagai Moto Razr Fold. Informasi ini tidak hanya sekadar rumor, melainkan disertai dengan serangkaian render berkualitas tinggi yang memberikan gambaran jelas tentang perangkat revolusioner ini. Langkah ini menandai ambisi besar Motorola untuk tidak hanya sekadar bermain di pasar yang sama, tetapi juga menantang dominasi Samsung Galaxy Z Fold series secara langsung.

Render yang dibagikan oleh Blass menampilkan sebuah ponsel layar lipat berbentuk buku dengan bahasa desain yang sangat familiar, menyerupai lini Motorola Edge yang dikenal dengan estetika premium dan modern. Bagian belakang perangkat ini dihiasi dengan modul kamera berbentuk squircle yang khas, menampung tiga lensa kamera yang canggih serta sebuah lampu flash LED. Penempatan dan desain modul kamera ini mengindikasikan bahwa Motorola serius dalam meningkatkan kemampuan fotografi perangkatnya, sebuah area yang krusial untuk bersaing di segmen flagship.

Moto Razr Fold diprediksi akan hadir dalam dua varian warna utama yang menarik perhatian. Varian pertama adalah hitam, yang tampaknya memiliki finishing serat karbon, memberikan kesan mewah, futuristik, dan kokoh. Sementara itu, varian kedua hadir dalam warna putih, yang diperkirakan akan memiliki tampilan kulit sintetis, menawarkan sentuhan elegan dan premium yang berbeda. Keduanya kemungkinan besar akan disematkan nama-nama ala Pantone, seperti yang menjadi ciri khas ponsel Motorola lainnya, menambahkan identitas unik dan daya tarik fashion pada perangkat ini. Pilihan material ini juga menunjukkan fokus Motorola pada estetika dan pengalaman sentuhan, memastikan bahwa Razr Fold tidak hanya canggih secara teknologi tetapi juga menyenangkan untuk dilihat dan digenggam.

Salah satu detail menarik yang terungkap dari render adalah keberadaan tombol aksi ekstra yang terletak di sisi kiri ponsel. Jika Motorola mempertahankan bahasa desain dan filosofi fitur yang sama seperti Razr 60 Ultra yang dirilis tahun lalu, maka tombol ini kemungkinan besar dirancang khusus untuk mengakses fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam sekali sentuh. Di era di mana AI menjadi pusat inovasi smartphone, kehadiran tombol khusus ini bisa menjadi nilai jual yang kuat, memungkinkan pengguna untuk dengan cepat memanfaatkan kemampuan generatif AI, asisten cerdas, atau fitur kamera AI yang disempurnakan tanpa harus masuk ke menu yang rumit. Ini menunjukkan keseriusan Motorola dalam mengintegrasikan AI secara mendalam ke dalam pengalaman pengguna.

Meskipun dimensi pasti Moto Razr Fold belum diungkap secara resmi, dari tampilan render, ponsel ini tampaknya akan mengikuti form factor yang mirip dengan seri Samsung Galaxy Z Fold. Display eksternalnya terlihat sempit dan tinggi, ideal untuk penggunaan satu tangan atau melihat notifikasi sekilas, sementara layar utamanya yang terbentang di bagian dalam terlihat hampir persegi. Desain layar ini dirancang untuk memaksimalkan area kerja saat perangkat dibuka, menawarkan pengalaman multitasking yang superior dan konsumsi media yang imersif. Ukuran masing-masing layar Moto Razr Fold juga masih menjadi misteri, namun salah satu render dengan jelas menunjukkan penempatan kamera selfie di sudut kanan atas layar utama, mengindikasikan desain punch-hole yang minimalis untuk pengalaman layar penuh yang maksimal.

Tidak hanya terinspirasi dari desain Galaxy Z Fold series, Motorola tampaknya juga mengambil inspirasi dari fungsionalitasnya. Sama seperti Galaxy Z Fold6 series dan para pendahulunya, Moto Razr Fold akan mendukung input melalui stylus yang diberi nama Moto Pen Ultra, seperti yang dikutip dari Gizmochina pada Selasa (6/1/2026). Kehadiran stylus ini merupakan penguat utama bagi Razr Fold untuk bersaing di segmen produktivitas, memungkinkan pengguna untuk mencatat, menggambar, mengedit dokumen, atau menavigasi antarmuka dengan presisi tinggi di layar besar. Ini adalah fitur yang sangat dinanti oleh para profesional dan kreatif yang mencari perangkat serbaguna.

Sebelum membagikan render Moto Razr Fold, Evan Blass juga sempat membagikan slide presentasi internal mengenai ponsel layar lipat ini. Menurut presentasi tersebut, Razr Fold tidak hanya akan menjadi perangkat canggih secara fisik, tetapi juga akan menghadirkan tiga pilar utama: "display yang menawan, AI yang cerdas, dan kamera yang canggih."
Pernyataan "display yang menawan" mengacu pada kualitas visual yang luar biasa, kemungkinan besar dengan panel AMOLED beresolusi tinggi, refresh rate adaptif, dan tingkat kecerahan yang superior, memastikan pengalaman menonton dan berinteraksi yang imersif. "AI yang cerdas" akan mencakup berbagai fitur, mulai dari personalisasi perangkat, peningkatan kinerja, hingga kemampuan fotografi komputasional yang mutakhir. Sementara itu, "kamera yang canggih" menjanjikan kemampuan fotografi dan videografi kelas atas, mampu bersaing dengan flagship lainnya, baik dalam kondisi cahaya terang maupun minim.

Antusiasme terhadap Moto Razr Fold semakin memuncak karena tidak lama setelah Evan Blass mengunggah bocorannya, Motorola merilis teaser resmi untuk ponsel layar lipat barunya yang akan dipamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 pada tanggal 6 Januari. Sinkronisasi antara bocoran dan teaser resmi ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Moto Razr Fold akan menjadi bintang utama dalam presentasi Motorola di salah satu pameran teknologi terbesar di dunia tersebut. Sepertinya, kita tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetahui lebih banyak informasi, spesifikasi detail, serta harga dari Moto Razr Fold yang sangat dinanti ini.

Langkah Motorola memasuki segmen "book-style" foldables juga bisa dilihat sebagai respons terhadap tren pasar yang menunjukkan peningkatan permintaan untuk perangkat multifungsi yang menggabungkan portabilitas smartphone dengan produktivitas tablet. Selama ini, Motorola telah sukses dengan lini Razr clamshell yang menonjolkan gaya dan kompak, menarik segmen pengguna yang mengutamakan fashion dan nostalgia. Namun, pasar foldables "book-style" menargetkan pengguna yang berbeda, yaitu mereka yang membutuhkan layar besar untuk multitasking, konsumsi media, dan produktivitas tingkat tinggi. Dengan Razr Fold, Motorola berusaha menjangkau kedua segmen tersebut, memperluas pangsa pasarnya dan menawarkan pilihan yang lebih lengkap kepada konsumen.

Tentu saja, persaingan di segmen ini sangat ketat. Selain Samsung, ada juga Google dengan Pixel Fold-nya, OnePlus dengan OnePlus Open, serta beberapa merek Tiongkok seperti Honor dengan Magic V series, Xiaomi dengan Mix Fold series, dan Huawei dengan Mate X series. Untuk bisa bersaing, Moto Razr Fold tidak hanya harus menawarkan spesifikasi yang mumpuni, tetapi juga pengalaman pengguna yang unik dan harga yang kompetitif. Keberadaan Moto Pen Ultra adalah satu langkah ke arah yang benar, memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan beberapa pesaing. Selain itu, integrasi AI yang mendalam dan kamera yang canggih, seperti yang diisyaratkan dalam slide presentasi, akan menjadi faktor penentu kesuksesan perangkat ini.

Dukungan software juga akan menjadi kunci. Motorola dikenal dengan antarmuka pengguna My UX yang ringan dan mendekati Android murni, serta fitur Ready For yang memungkinkan ponsel terhubung ke layar eksternal untuk pengalaman desktop. Bagaimana fitur-fitur ini akan diadaptasi dan dioptimalkan untuk form factor layar lipat yang besar akan sangat menarik untuk disaksikan. Pengalaman multitasking yang mulus, kemampuan untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, dan navigasi yang intuitif di layar yang luas akan menjadi ekspektasi utama pengguna.

Secara keseluruhan, kemunculan Moto Razr Fold adalah berita yang sangat menggembirakan bagi industri dan konsumen. Ini menunjukkan bahwa pasar ponsel layar lipat terus berkembang dan menarik lebih banyak inovator. Dengan warisan inovasi yang kuat dan reputasi yang solid, Motorola memiliki potensi besar untuk menjadi pemain yang tangguh di segmen "book-style" foldables. Tinggal menunggu waktu hingga CES 2026 tiba, dan dunia akan menyaksikan secara langsung bagaimana Moto Razr Fold akan mencoba menantang dominasi Galaxy Z Fold, membawa angin segar dalam persaingan ponsel layar lipat global.