0

Mobil Hybrid, PHEV, dan Listrik Laku Segini di Indonesia Selama 2025

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa total penjualan gabungan mobil berteknologi hybrid, Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV), dan Battery Electric Vehicles (BEV) mencapai angka impresif 175.144 unit. Angka ini merepresentasikan 21,79% dari keseluruhan pasar penjualan mobil baru di Indonesia yang totalnya mencapai 803.687 unit pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang semakin sadar akan pentingnya teknologi ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar.

Secara spesifik, segmen PHEV mengalami pertumbuhan paling dramatis. Dengan total penjualan mencapai 5.134 unit, segmen ini mencatat peningkatan sebesar 3.775% dibandingkan tahun sebelumnya (2024) yang hanya mampu mendistribusikan 136 unit. Lonjakan luar biasa ini mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia mulai melirik solusi kendaraan yang menawarkan fleksibilitas antara tenaga listrik murni dan mesin konvensional, memberikan jangkauan lebih jauh tanpa kekhawatiran akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Kemudahan pengisian daya di rumah juga menjadi daya tarik utama bagi segmen ini, memungkinkan penggunaan mode listrik sepenuhnya untuk perjalanan harian dan beralih ke mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, segmen mobil listrik murni (BEV) juga menunjukkan performa yang solid. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 103.931 unit mobil listrik berhasil terdistribusi. Angka ini menandai kenaikan sebesar 141% dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan bahwa mobil listrik semakin diterima oleh pasar Indonesia. Faktor-faktor seperti penurunan harga baterai, penambahan infrastruktur pengisian daya publik, serta semakin banyaknya pilihan model BEV dari berbagai produsen otomotif, turut mendorong adopsi kendaraan tanpa emisi ini. Pemerintah juga terus berupaya memberikan insentif untuk pembelian kendaraan listrik, yang semakin memperkuat daya tariknya di mata konsumen.

Segmen mobil hybrid konvensional pun tidak ketinggalan dalam tren positif ini. Penjualan mobil hybrid mengalami peningkatan dari 59.903 unit pada tahun 2024 menjadi 65.943 unit pada tahun 2025, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 10%. Meskipun pertumbuhannya tidak sedrastis PHEV, peningkatan ini tetap menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan BEV atau PHEV. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik pada mobil hybrid memberikan efisiensi yang lebih baik dalam konsumsi bahan bakar, terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.

Meskipun penjualan mobil elektrifikasi menunjukkan tren positif yang mengagumkan, pasar otomotif nasional secara keseluruhan mengalami sedikit penurunan. Total penjualan mobil sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 803.687 unit, yang berarti mengalami penurunan sebesar 7,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, inflasi, serta perubahan daya beli masyarakat. Namun, penurunan ini dapat dilihat sebagai pergeseran pasar, di mana kendaraan elektrifikasi mulai mengambil pangsa pasar yang signifikan dari kendaraan konvensional.

Meskipun demikian, pencapaian target penjualan mobil secara keseluruhan di Indonesia pada tahun 2025 tidak terlepas dari performa penjualan yang impresif di bulan Desember. Bulan terakhir tahun 2025 mencatatkan kenaikan sebesar 26,9% dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan adanya lonjakan permintaan yang kuat menjelang akhir tahun. Peningkatan signifikan ini menjadi penopang utama tercapainya target pasar otomotif nasional.

Gaikindo mengidentifikasi bahwa penjualan mobil pada Desember 2025 mencapai angka tertinggi sepanjang tahun. Penjualan wholesales pada bulan Desember 2025 tercatat sebanyak 94.100 unit, yang merupakan peningkatan sebesar 25,7% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024. Jika dibandingkan secara bulanan, angka penjualan Desember melonjak drastis sebesar 26,9% dibandingkan bulan November 2024. Fenomena ini menunjukkan adanya akselerasi permintaan yang kuat di penghujung tahun.

Tidak hanya penjualan dari pabrik ke dealer, tren positif ini juga tercermin pada angka retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen). Sepanjang Desember 2025, retail sales mencapai 93.833 unit, menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 18,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Gairah masyarakat untuk memboyong mobil baru ke garasi rumah mereka di akhir tahun sangat terasa, didukung oleh berbagai strategi pemasaran dan insentif yang ditawarkan oleh para produsen otomotif.

Menanggapi fenomena "ngebutnya" penjualan di akhir tahun, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, memberikan penjelasan. Menurutnya, lonjakan penjualan pada Desember 2025 merupakan hasil kombinasi dari strategi pemasaran yang agresif dari para produsen otomotif, termasuk promosi besar-besaran dan diskon menarik, serta faktor kebijakan pemerintah yang akan segera berakhir. Beberapa insentif dan kebijakan yang memberikan keuntungan bagi konsumen diperkirakan akan berakhir di bulan Desember, mendorong masyarakat untuk segera melakukan pembelian. Hal ini menciptakan momentum yang kuat untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun.

Secara rinci, berikut adalah total penjualan mobil elektrifikasi sepanjang Januari-Desember 2025 berdasarkan data Gaikindo:

Mobil Hybrid:

  • Total Penjualan 2025: 65.943 unit
  • Total Penjualan 2024: 59.903 unit
  • Pertumbuhan: 10%

Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV):

  • Total Penjualan 2025: 5.134 unit
  • Total Penjualan 2024: 136 unit
  • Pertumbuhan: 3.775%

Mobil Listrik (Battery Electric Vehicles – BEV):

  • Total Penjualan 2025: 103.931 unit
  • Total Penjualan 2024: (Data tidak dirinci dalam teks asli, namun pertumbuhan 141% mengindikasikan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya)
  • Pertumbuhan: 141%

Total Penjualan Mobil Elektrifikasi (Hybrid, PHEV, BEV) 2025: 175.144 unit.
Total Pasar Penjualan Nasional 2025: 803.687 unit.
Kontribusi Mobil Elektrifikasi terhadap Pasar Nasional: 21,79%.

Pertumbuhan pesat pada segmen PHEV, khususnya, menunjukkan bahwa pasar Indonesia semakin matang dan terbuka terhadap berbagai solusi elektrifikasi. Konsumen kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keunggulan masing-masing teknologi dan dapat memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Dengan semakin banyaknya model baru yang diluncurkan dan terus berkembangnya infrastruktur pendukung, prospek pasar mobil elektrifikasi di Indonesia diprediksi akan terus cerah di tahun-tahun mendatang.

Dukungan pemerintah melalui berbagai insentif, seperti pembebasan pajak dan subsidi, juga memainkan peran krusial dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan polusi udara, tetapi juga untuk mendorong industri otomotif nasional bertransformasi menuju era elektrifikasi. Investasi besar-besaran dari produsen otomotif global dalam pengembangan dan produksi kendaraan listrik di Indonesia juga menjadi indikator positif bagi masa depan industri ini.

Faktor lain yang turut mendorong penjualan mobil elektrifikasi adalah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan. Semakin banyak masyarakat yang menyadari dampak negatif penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, mereka cenderung memilih opsi yang lebih berkelanjutan, seperti mobil hybrid, PHEV, dan BEV. Edukasi yang terus-menerus dari berbagai pihak, termasuk media, lembaga riset, dan komunitas otomotif, juga berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai teknologi kendaraan elektrifikasi.

Selain itu, perkembangan teknologi baterai yang semakin efisien dan terjangkau juga menjadi kunci utama dalam popularitas mobil listrik. Kapasitas baterai yang semakin besar memungkinkan jarak tempuh yang lebih jauh, sementara proses pengisian daya yang semakin cepat mengurangi kekhawatiran konsumen mengenai waktu tunggu. Inovasi dalam teknologi pengisian daya, termasuk pengembangan stasiun pengisian daya cepat di berbagai lokasi strategis, juga semakin mempermudah pemilik kendaraan listrik untuk melakukan pengisian daya kapan saja dan di mana saja.

Pasar mobil bekas elektrifikasi juga mulai menunjukkan geliatnya. Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan elektrifikasi yang beredar di jalan, pasar mobil bekas pun akan mulai terisi dengan unit-unit yang masih memiliki nilai jual. Hal ini akan memberikan alternatif lain bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas namun tetap ingin merasakan manfaat dari teknologi kendaraan elektrifikasi. Namun, penting bagi konsumen untuk tetap berhati-hati dalam membeli mobil bekas elektrifikasi dan memastikan kondisi baterai serta komponen penting lainnya masih dalam kondisi prima.

Ke depan, persaingan di pasar mobil elektrifikasi diprediksi akan semakin ketat. Banyak produsen otomotif baru yang berencana memasuki pasar Indonesia dengan menawarkan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi yang inovatif dan kompetitif. Hal ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen dan mendorong peningkatan kualitas serta penurunan harga produk.

Kesimpulannya, data penjualan Januari-Desember 2025 menunjukkan bahwa mobil hybrid, PHEV, dan listrik telah menjadi pilihan yang semakin populer di Indonesia. Pertumbuhan yang signifikan di semua segmen elektrifikasi, terutama PHEV, menegaskan bahwa masyarakat Indonesia semakin siap untuk beralih ke mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Meskipun pasar otomotif nasional secara keseluruhan mengalami sedikit penurunan, dominasi kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat memberikan gambaran positif tentang masa depan industri otomotif Indonesia yang berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang terus berlanjut, inovasi teknologi yang pesat, serta meningkatnya kesadaran konsumen, tren positif ini diperkirakan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

(riar/rgr)