0

Kepanikan Irwansyah saat Zaskia Sungkar Akan Melahirkan: Momen Haru Kelahiran Anak Ketiga, Urwah Muhammad Syahki

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasangan selebritas Irwansyah dan Zaskia Sungkar kembali dikaruniai kebahagiaan dengan kelahiran anak ketiga mereka, Urwah Muhammad Syahki, pada tanggal 21 Februari 2026. Momen penuh sukacita ini, bagaimanapun, diwarnai oleh rasa panik yang mendalam dirasakan oleh Irwansyah, meskipun ini bukanlah kali pertama ia mendampingi sang istri dalam proses persalinan. Pengalaman ini menghadirkan kembali perasaan cemas yang pernah ia rasakan saat menyambut kelahiran putra sulung mereka, Ukkasya.

"Kalau soal panik, aku panik dari awal juga sebenarnya udah panik. Dari Ukkasya pun aku sebenernya udah panik," ungkap Irwansyah dengan nada sedikit bergetar saat ditemui di RSU Bunda, Jakarta, pada hari Senin, 23 Februari 2026. Pernyataannya ini mencerminkan beban emosional yang ia rasakan sebagai seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab, terlebih saat melihat kondisi istri tercinta yang sedang berjuang demi keselamatan buah hati mereka.

Kepanikan Irwansyah semakin memuncak ketika ia pertama kali melihat buah hati ketiganya setelah dilahirkan. Bukan hanya kebahagiaan melihat sang bayi yang mungil, namun juga kebingungan dan kekhawatiran yang sempat menghampirinya. Pandangannya tertuju pada bekas robekan operasi caesar Zaskia Sungkar yang masih terlihat. "Aku benar-benar ngelihat dari bawah, kan bayinya dibawa tuh pas setelah lahir. Terus dari bayinya sih aku ngelihat gini, itu perutnya masih kebuka. Aduh ini gimana nih gitu kan," tuturnya, menggambarkan momen kritis yang menguji ketenangannya.

Situasi tersebut menciptakan dilema emosional yang luar biasa bagi Irwansyah. Ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mendampingi sang istri yang baru saja melewati prosedur medis yang berat, atau segera menghampiri dan menyambut sang bayi yang baru saja lahir. "Aku sampai nanya, aku mesti ke ibunya apa ke anaknya? Padahal aku pernah dikasih tahu harus ke anaknya dulu. Tapi karena aku panik lihat Kia (panggilan akrab untuk Zaskia) gitu," jelasnya, memperlihatkan betapa besarnya rasa khawatirnya terhadap kondisi Zaskia. Perasaan panik ini, meskipun sudah pernah dialami, tetap saja menggoyahkan ketenangannya di saat-saat krusial.

Menyadari pentingnya memantau kondisi sang istri, Irwansyah juga secara khusus membandingkan pengalaman persalinan kali ini dengan kelahiran Ukkasya. Ia teringat bahwa pada persalinan pertama, Zaskia sempat mengalami menggigil, sebuah kondisi yang menurut informasi medis bisa berpotensi membahayakan ibu. "Yang waktu Ukkasya tuh Kia sempat menggigil. Katanya menggigil itu bahaya juga buat ibunya. Nah itu aku jadi kayak mastiin terus ke Kia, menggigil gak?" ujarnya, menekankan fokusnya untuk memastikan Zaskia dalam keadaan baik. Kekhawatiran akan terulangnya kondisi tersebutlah yang menjadi salah satu pemicu utama kepanikannya kali ini.

Meskipun dihantam rasa panik, Irwansyah juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan tim medis yang ada. Ia mengakui bahwa kehadiran dokter dan perawat yang sigap serta profesional memberikan ketenangan yang sangat dibutuhkan. "Tapi alhamdulillah, semua yang ada di situ bikin aku tenang, mulai dari dokter maupun susternya," pungkasnya, memberikan apresiasi mendalam kepada tenaga kesehatan yang telah membantu kelancaran proses persalinan.

Kehadiran Urwah Muhammad Syahki semakin menambah kebahagiaan dan keramaian dalam keluarga Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Momen kelahiran ini menjadi pengingat akan kekuatan cinta dan ketangguhan seorang ibu, serta peran penting seorang ayah dalam memberikan dukungan di saat-saat terberat sekalipun. Dengan tambahan anggota keluarga baru, Irwansyah dan Zaskia kini siap menjalani babak baru dalam kehidupan mereka sebagai orang tua dari tiga orang anak yang mereka cintai.

Kisah kepanikan Irwansyah saat Zaskia Sungkar akan melahirkan anak ketiga mereka, Urwah Muhammad Syahki, bukan hanya sekadar cerita tentang momen kelahiran. Ini adalah sebuah narasi tentang ketulusan cinta seorang suami, kekhawatiran mendalam seorang ayah, dan keajaiban kehidupan yang selalu hadir dengan segala tantangan dan kebahagiaannya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa di balik citra publik yang seringkali terlihat sempurna, para selebritas pun adalah manusia biasa yang merasakan emosi yang sama, termasuk rasa cemas dan haru yang mendalam di saat-saat terpenting dalam hidup mereka.

Menjelang proses persalinan, Irwansyah telah mempersiapkan diri secara mental maupun fisik. Ia berusaha untuk tetap tenang dan memberikan dukungan penuh kepada Zaskia. Namun, insting kebapakannya yang kuat dan pengalaman sebelumnya dengan kelahiran Ukkasya, yang diwarnai dengan kekhawatiran akan kondisi Zaskia, membuat ketegangan menjelang kelahiran Urwah terasa semakin intens. Ia telah mempelajari berbagai informasi mengenai proses persalinan, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi oleh ibu dan bayi. Pengetahuannya ini, alih-alih meredakan kecemasannya, justru terkadang memperbesar bayangan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Momen ketika bayi Urwah dibawa keluar dari ruang operasi adalah titik paling krusial bagi Irwansyah. Ia melihat tubuh mungil buah hatinya, namun pandangannya juga teralih pada bekas luka operasi yang masih segar di perut Zaskia. Gambaran tersebut memicu serangkaian pertanyaan dan kekhawatiran dalam benaknya. Apakah Zaskia baik-baik saja? Bagaimana kondisi lukanya? Apakah semuanya berjalan sesuai rencana? Pertanyaan-pertanyaan ini berputar-putar dalam kepalanya, menguji batas ketenangannya. Ia sadar bahwa ia memiliki dua peran penting yang harus dijalankan secara bersamaan: sebagai penenang bagi istrinya yang masih dalam masa pemulihan dan sebagai ayah yang menyambut kehadiran putra barunya.

Kebingungan yang dirasakannya adalah refleksi dari betapa besar rasa tanggung jawab yang ia emban. Di satu sisi, naluri pertamanya adalah segera mendekati Zaskia, memastikan bahwa sang istri baik-baik saja, memberikan sentuhan dan kata-kata penyemangat. Namun, di sisi lain, ia juga teringat akan pentingnya segera melihat dan memeluk bayinya, memberikan rasa aman dan kehadiran bagi sang buah hati yang baru saja menginjakkan kaki di dunia ini. "Aku pernah dikasih tahu harus ke anaknya dulu," ucapnya, menunjukkan bahwa ia berusaha mengingat nasihat-nasihat yang telah diberikan kepadanya. Namun, kepanikan yang melanda membuatnya sedikit kehilangan arah.

Perbandingan dengan persalinan Ukkasya menjadi faktor penting dalam meningkatnya kepanikan Irwansyah. Ia masih teringat jelas bagaimana Zaskia sempat menggigil setelah melahirkan Ukkasya, sebuah kondisi yang menimbulkan kekhawatiran besar baginya. "Katanya menggigil itu bahaya juga buat ibunya," ungkapnya, menjelaskan dasar kekhawatirannya. Ia terus menerus memantau kondisi Zaskia, memastikan bahwa gejala serupa tidak terulang. Fokus pada pemantauan ini, meskipun bertujuan baik, justru menambah beban mentalnya. Ia terus bertanya, "menggigil gak?", seolah-olah mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja.

Namun, di tengah badai kepanikannya, Irwansyah menunjukkan kedewasaannya dalam mengelola emosi dan menghadapi situasi sulit. Ia tidak membiarkan kepanikannya mengambil alih sepenuhnya. Ia sadar bahwa keberadaannya yang tenang sangat dibutuhkan oleh Zaskia. Oleh karena itu, ia berusaha keras untuk tetap berinteraksi, memberikan dukungan, dan menjaga komunikasi yang baik dengan tim medis. Pengakuan tentang peran penting dokter dan perawat dalam menenangkannya adalah bukti nyata dari kemampuannya untuk menerima bantuan dan bekerja sama dalam situasi yang menantang. Ia menyadari bahwa ia tidak sendirian dalam momen ini dan bahwa ada profesional yang siap membantunya dan Zaskia.

Kelahiran Urwah Muhammad Syahki bukan hanya sekadar penambahan anggota keluarga, tetapi juga sebuah pencapaian besar bagi Irwansyah dan Zaskia. Setelah menantikan dengan penuh harap, akhirnya mereka dapat menyambut buah hati ketiga mereka dengan selamat. Momen ini menjadi bukti ketangguhan mereka sebagai pasangan dalam menghadapi berbagai fase kehidupan, termasuk tantangan dalam membangun keluarga yang semakin besar. Kebahagiaan yang dirasakan kini berlipat ganda, dan mereka siap untuk menghadapi segala suka duka dalam membesarkan ketiga buah hati mereka.

Kisah Irwansyah yang panik saat Zaskia Sungkar akan melahirkan anak ketiga ini menjadi inspirasi bagi banyak pasangan. Ini menunjukkan bahwa di balik segala kemewahan dan sorotan publik, para selebritas juga merasakan kekhawatiran dan kecemasan yang sama seperti orang pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah bagaimana mereka menghadapi dan mengatasi perasaan tersebut. Irwansyah, dengan segala kepanikannya, tetap menunjukkan cinta, tanggung jawab, dan keberaniannya sebagai seorang suami dan ayah. Pengalaman ini akan menjadi kenangan berharga yang akan selalu mereka ingat, sebuah cerita tentang bagaimana cinta dan keberanian mampu mengatasi rasa takut dalam menyambut kehidupan baru. Ia belajar bahwa meskipun kepanikan itu wajar, dukungan, kepercayaan, dan kerja sama dengan tim medis adalah kunci untuk melewati momen-momen krusial tersebut dengan baik.