0

Jaga Kekhusyukan, Ruben Onsu-Ivan Gunawan Gak Sekamar Saat Umrah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Perjalanan spiritual mendalam ke Tanah Suci bagi dua sahabat karib, presenter ternama Ruben Onsu dan desainer kondang Ivan Gunawan, baru-baru ini telah menjadi sorotan publik. Keputusan mereka untuk melaksanakan ibadah umrah bersama bukan hanya sekadar agenda keagamaan, namun juga menyimpan cerita menarik di baliknya, terutama mengenai komitmen untuk menjaga kekhusyukan ibadah. Dalam upaya memurnikan niat dan fokus pada aspek spiritualitas, Ruben dan Ivan Gunawan sepakat untuk tidak berbagi kamar selama berada di Arab Saudi. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat, melainkan demi menghindari potensi gangguan yang dapat mengurangi khidmatnya ibadah.

Ruben Onsu, yang ditemui di Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatannya, menjelaskan secara gamblang alasan di balik keputusan tersebut. Ia mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi godaan untuk bercanda, yang memang menjadi bagian tak terpisahkan dari keakraban mereka. "Iya, takut bercanda, sayanya kepancing," ujar Ruben, menyiratkan bahwa kebiasaan bercanda yang erat dapat menjadi distraksi di tengah suasana sakral umrah. Ia menambahkan, "Justru (umrah kali ini) lebih berat karena kita biasa bercanda. Kita ya sudah dari sekarang jaga mulut, jaga mata, nggak ada lagi kode-kodean mata." Pernyataan ini menunjukkan kesadaran penuh mereka akan pentingnya menjaga diri dari segala bentuk kesibukan duniawi dan hiburan yang dapat mengalihkan fokus dari tujuan utama ibadah. Komitmen ini juga mencakup upaya untuk membatasi interaksi yang bersifat ringan dan lebih mengarahkan percakapan pada hal-hal yang membangun spiritualitas.

Senada dengan Ruben, Ivan Gunawan juga memberikan penegasan mengenai keputusan tersebut. Ia menekankan bahwa di Tanah Suci, fokus utama dirinya dan Ruben adalah untuk beribadah secara mandiri, tanpa harus saling menunggu atau terikat oleh kebiasaan yang dapat menimbulkan kelalaian. "Kita nggak main tunggu-tungguan untuk ibadah. Jadi nanti ya kalau ketemu ya ibadah bareng. Dan memang nggak mau sekamar," tutur Ivan Gunawan. Pernyataan ini mengindikasikan adanya pemahaman mendalam mengenai esensi ibadah umrah yang membutuhkan konsentrasi penuh dan kedekatan personal dengan Sang Pencipta. Dengan tidak sekamar, mereka berdua memberikan ruang bagi diri masing-masing untuk meresapi setiap momen ibadah secara pribadi, menjadikannya lebih bermakna dan khusyuk.

Perjalanan spiritual ini ternyata bermula dari sebuah obrolan santai saat sarapan pagi. Ivan Gunawan menceritakan bagaimana rencana umrah bersama ini tercipta dari sebuah celetukan acak. "Apa yang terjadi hari ini berawal dari obrolan sarapan pagi. Random ngomong umrah yuk. Ya sudah kapan, terus diatur waktunya sama Ruben. Akhirnya berangkat sama Hamdan Tour," ungkap Ivan Gunawan. Kesederhanaan awal dari sebuah percakapan itulah yang kemudian berlanjut menjadi sebuah rencana konkret dan terealisasi. Ini menunjukkan bahwa niat baik dan ajakan untuk berbuat kebaikan seringkali muncul dari momen-momen yang tak terduga, dan ketika ada kesamaan visi serta kemauan, impian tersebut dapat terwujud. Kolaborasi dengan Hamdan Tour menjadi bukti keseriusan mereka dalam merencanakan perjalanan ibadah ini.

Bagi Ruben Onsu, ini bukanlah kali pertama ia menjejakkan kaki di Tanah Suci untuk melaksanakan umrah. Ini merupakan perjalanan umrahnya yang keempat. Pengalaman spiritual yang berulang ini tampaknya telah membentuk karakternya menjadi pribadi yang lebih matang dalam hal spiritualitas. Ivan Gunawan pun tak sungkan melayangkan pujian atas kondisi spiritual sahabatnya tersebut. "Kalau dilihat, Ruben itu ibadahnya jauh lebih bagus daripada kita. Dia lagi on fire ibadahnya," ujar Ivan Gunawan, memuji semangat spiritual Ruben yang sedang membara. Pujian ini menjadi saksi bisu dari keseriusan Ruben dalam menjalankan ibadah dan kedekatannya dengan Tuhan. Semangat yang membara ini diharapkan dapat menular dan menjadi inspirasi bagi Ivan Gunawan sendiri serta orang lain.

Lebih lanjut, Ivan Gunawan menjelaskan tujuan utama dari perjalanan umrah kali ini. "Kali ini kita sama-sama ngecas baterai kita, biar keimanan kita bertambah, istikamah," tuturnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa umrah bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah momentum untuk mengisi ulang energi spiritual, memperkuat iman, dan memohon keteguhan dalam menjalankan ajaran agama. Tujuannya adalah untuk kembali ke kehidupan sehari-hari dengan semangat baru dan keyakinan yang lebih kokoh. Keinginan untuk "ngecas baterai" menunjukkan adanya kesadaran bahwa dalam menjalani kehidupan, terkadang energi spiritual dapat terkuras, sehingga diperlukan jeda dan penguatan melalui ibadah.

Selain tantangan untuk menahan tawa dan menjaga kekhusyukan, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan juga harus menghadapi ujian lain berupa cuaca ekstrem di Arab Saudi. Saat ini, wilayah tersebut tengah memasuki musim panas yang terik. Pemilik Hamdan Tour, Hasby Atthallah, mengungkapkan bahwa suhu di sana bisa mencapai 49 derajat Celcius. "Di sana memang lagi musim panas. Pilihan Kak Ruben umrah di Juni. Tadinya mau lebih cepat, cuma kan baru dibuka umrahnya setelah haji," jelas Hasby Atthallah, menjelaskan pemilihan waktu umrah yang bertepatan dengan musim panas. Suhu yang sangat tinggi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para jamaah, terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa dengan cuaca panas ekstrem.

Untuk menyiasati kondisi cuaca yang menyengat tersebut, Hamdan Tour telah mengambil langkah antisipasi. Jadwal prosesi ibadah umrah inti bagi Ruben Onsu dan Ivan Gunawan diatur agar dilakukan pada malam hari. "Ya harus sering-sering minum air putih, pakai pelembab juga (biar kulit tidak kering)," pungkas Hasby Atthallah, memberikan wejangan khusus kepada kedua artis papan atas tersebut agar tetap prima selama 9 hari di sana. Pengaturan jadwal ibadah pada malam hari diharapkan dapat mengurangi paparan langsung terhadap terik matahari di siang hari. Selain itu, saran untuk menjaga hidrasi dan kelembaban kulit menjadi sangat penting mengingat suhu yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi dan masalah kulit. Dengan persiapan yang matang dan penyesuaian yang dilakukan, diharapkan perjalanan ibadah Ruben Onsu dan Ivan Gunawan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Keputusan mereka untuk menjaga kekhusyukan dan kesiapan menghadapi tantangan fisik mencerminkan kedalaman niat dan komitmen mereka dalam menjalankan ibadah umrah.