Bill Gates, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi dan filantropi, kembali menjadi sorotan tajam publik dan media internasional setelah mengakui telah melakukan "kesalahan besar" dengan bergaul secara ekstensif dengan terpidana pelaku kejahatan seks, Jeffrey Epstein. Pengakuan mengejutkan ini diungkapkan Gates di hadapan staf yayasan amalnya, Bill & Melinda Gates Foundation, di mana ia juga mengakui adanya hubungan gelap dengan dua wanita Rusia, meskipun dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kejahatan keji yang dilakukan oleh Epstein.
Skandal ini mencuat setelah rilis dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang membuka tabir persahabatan dekat, transaksi keuangan yang dipertanyakan, dan foto-foto pribadi antara Epstein dan sejumlah nama terkemuka di berbagai sektor, termasuk Gates. Dokumen-dokumen ini, yang telah lama dinantikan publik, memicu gelombang kejutan dan mempertanyakan integritas banyak figur elite. Bagi Gates, yang telah membangun reputasi sebagai dermawan global dan inovator, keterlibatannya dengan Epstein merupakan pukulan telak yang mengancam untuk menodai warisannya.
Dalam sebuah pertemuan balai kota (town hall) yang penuh ketegangan dengan staf yayasannya, Gates mengungkapkan penyesalan mendalamnya. Ia mengakui bahwa hubungannya dengan Epstein telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap pekerjaan mulia yang dilakukan oleh organisasi filantropinya. "Adalah kesalahan besar untuk menghabiskan waktu bersama Epstein dan juga membawa para eksekutif Gates Foundation ke dalam pertemuan dengan Epstein," ujar Gates, dengan nada penyesalan yang jelas. Ia melanjutkan, "Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret ke dalam masalah ini karena kesalahan yang saya buat." Permintaan maaf ini mencerminkan pengakuannya atas kerusakan reputasi dan moral yang ditimbulkan oleh asosiasinya.
Namun, pengakuan Gates tidak berhenti pada penyesalan atas hubungannya dengan Epstein saja. Bagian paling mengejutkan dari pengakuan tersebut datang dari draf email di antara dokumen Departemen Kehakiman yang dirilis, di mana Jeffrey Epstein secara terang-terangan menuduh Gates terlibat dalam perselingkuhan. Dalam draf tersebut, Epstein mengklaim bahwa ia membantu Gates mendapatkan obat-obatan untuk mengatasi konsekuensi dari hubungan seks dengan "gadis-gadis Rusia," serta memfasilitasi pertemuan rahasia terlarangnya dengan wanita yang sudah menikah. Tuduhan dari Epstein ini sangat serius dan menempatkan Gates dalam posisi yang sangat sulit, meskipun Gates sendiri membantah keras klaim tersebut.
Menanggapi tuduhan yang diarahkan oleh Epstein, Bill Gates, yang kini berusia 70 tahun, secara blak-blakan mengakui bahwa ia memang berselingkuh, namun ia memberikan detail yang berbeda dari klaim Epstein. "Saya memang berselingkuh, satu dengan pemain bridge Rusia yang bertemu saya di acara bridge, dan satu lagi dengan ahli fisika nuklir Rusia yang saya temui melalui kegiatan bisnis," cetusnya, sebagaimana dikutip dari AFP. Pengakuan ini membedakan antara perselingkuhan yang ia akui sendiri dengan tuduhan yang lebih gelap dan spesifik dari Epstein terkait "gadis-gadis Rusia" dan obat-obatan. Ini adalah upaya Gates untuk mengendalikan narasi dan membatasi kerusakan reputasi.
Meskipun mengakui perselingkuhan, Gates dengan tegas membantah keterlibatan apa pun dengan para korban kejahatan Epstein. Jeffrey Epstein sendiri meninggal di sel penjara New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks gadis di bawah umur, meninggalkan banyak misteri dan pertanyaan yang belum terjawab. Di hadapan stafnya, Gates menyatakan dengan lugas, "Saya tidak melakukan hal terlarang. Saya tidak melihat hal terlarang." Pernyataan ini sangat penting untuk membedakan antara kesalahan pribadinya dalam perselingkuhan dan keterlibatannya dalam jaringan kejahatan seks Epstein. Ia berusaha keras untuk menjauhkan diri dari aspek paling keji dari kejahatan Epstein.
Taipan teknologi itu menjelaskan bahwa hubungannya dengan Epstein dimulai pada tahun 2011, yaitu tiga tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi anak di bawah umur pada tahun 2008. Gates mengaku tahu tentang "hukuman 18 bulan" yang membatasi perjalanan Epstein, namun ia mengakui bahwa ia tidak memeriksa latar belakang Epstein secara mendalam. Ini menunjukkan adanya kelalaian fatal dari pihak Gates, yang pada saat itu sudah menjadi salah satu figur publik paling terkemuka di dunia. Keputusannya untuk tetap berinteraksi dengan seseorang yang memiliki catatan kriminal serius telah menjadi titik fokus kritik.
Yang lebih memprihatinkan adalah pengungkapan bahwa Melinda Gates, istrinya pada saat itu, telah menyatakan kekhawatiran serius tentang Epstein sejak tahun 2013. Namun, terlepas dari peringatan istrinya, Bill Gates tetap melanjutkan hubungan tersebut setidaknya selama satu tahun lagi. "Mengetahui apa yang saya ketahui sekarang membuatnya, Anda tahu, seratus kali lebih buruk, tidak hanya terkait kejahatannya di masa lalu, tetapi sekarang jelas ada perilaku buruk yang terus berlangsung saat itu," kata Gates kepada stafnya, merefleksikan penyesalan yang mendalam atas keputusannya untuk mengabaikan kekhawatiran Melinda. Keterangan ini juga memberikan konteks lebih lanjut mengenai retaknya pernikahan mereka, yang pada akhirnya berujung pada perceraian pada tahun 2021. Kekhawatiran Melinda yang terbukti benar, dan kegagalan Bill untuk mendengarkannya, dipercaya menjadi salah satu faktor signifikan yang berkontribusi pada keretakan hubungan mereka.
Pihak Gates Foundation telah membenarkan bahwa Bill Gates memang membahas kasus Epstein dan masalah lainnya pada acara pertemuan rutin dua kali setahun tersebut. Dalam pernyataan yang diberikan kepada AFP, yayasan tersebut menyatakan, "Bill berbicara terus terang, menjawab beberapa pertanyaan secara rinci, dan mengambil tanggung jawab atas tindakannya." Pernyataan ini mengindikasikan upaya yayasan untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas di tengah badai kontroversi. Namun, pertanyaan tetap ada mengenai bagaimana asosiasi ini akan memengaruhi reputasi yayasan dan kemampuannya untuk menarik dana serta dukungan publik di masa depan.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang penilaian dan etika para individu yang sangat berkuasa. Mengapa seorang filantropis terkemuka seperti Bill Gates memilih untuk bergaul dengan Jeffrey Epstein, seorang terpidana kejahatan seks yang dikenal luas? Apakah kekayaan dan status menciptakan semacam kekebalan atau buta terhadap bahaya moral? Pengakuan Gates tentang "kesalahan besar" dan permintaan maafnya adalah langkah awal, tetapi kerusakan yang ditimbulkan terhadap citra dirinya dan yayasan filantropinya kemungkinan akan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki.
Publik menuntut akuntabilitas yang lebih tinggi dari para pemimpin dunia dan tokoh masyarakat. Kasus Jeffrey Epstein, dengan jaringannya yang luas dan koneksinya dengan orang-orang berkuasa, terus mengungkap sisi gelap dari elite global. Bagi Bill Gates, pengakuan atas perselingkuhan dan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein adalah sebuah pengingat pahit bahwa bahkan tokoh paling dihormati pun tidak kebal terhadap kesalahan dan konsekuensi yang menghancurkan. Skandal ini akan terus menjadi bayangan gelap yang membayangi warisan Bill Gates, menguji kepercayaan publik, dan memicu perdebatan yang lebih luas tentang moralitas dan tanggung jawab para pemimpin di dunia modern.

