BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Performa gemilang ditunjukkan oleh tim nasional Swiss dalam lanjutan Grup B Piala Dunia 2026, yang berhadapan dengan Bosnia & Herzegovina di SoFi Stadium pada Jumat (19/6/2026) dini hari WIB. Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, skuad berjuluk "The A Team" ini tampil trengginas di paruh kedua pertandingan, berhasil mengamuk dan mencetak empat gol untuk mengunci kemenangan telak 4-1 atas Bosnia & Herzegovina. Hasil ini menempatkan Swiss di puncak klasemen sementara Grup B dengan raihan empat poin, meninggalkan Bosnia & Herzegovina di dasar klasemen dengan satu poin.
Pertandingan yang diprediksi akan berjalan ketat ini memang terasa imbang di awal babak. Kedua tim sama-sama memulai laga dengan penuh kehati-hatian, mencari celah untuk menciptakan peluang. Swiss yang lebih dulu menunjukkan inisiatif serangan. Pada menit ke-10, Dan Ndoye berhasil menciptakan ancaman pertama bagi gawang Bosnia & Herzegovina. Sepakannya yang diarahkan ke sisi kiri gawang hanya meluncur tipis di luar sasaran. Ancaman dari Ndoye kembali datang sepuluh menit kemudian, kali ini sepakannya yang mengarah ke tengah berhasil ditepis oleh kiper lawan. Bosnia & Herzegovina sendiri baru bisa memberikan respons pada menit ke-38. Tembakan Amar Dedic dari luar kotak penalti berhasil dihentikan dengan nyaman oleh kiper Swiss, Yann Sommer. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan, menunjukkan ketatnya pertarungan di lini tengah dan pertahanan kedua tim.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan mulai meningkat. Swiss tampak lebih berani mengambil inisiatif serangan dan berusaha menekan pertahanan Bosnia & Herzegovina. Pada menit ke-63, Breel Embolo nyaris membuka keunggulan bagi Swiss. Ia berhasil menerobos sisi kiri pertahanan lawan dan melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang, namun kiper Bosnia & Herzegovina, Nikola Vasilj, masih sigap menahan laju bola. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-74. Berawal dari umpan silang dari sisi kiri lapangan, bola jatuh ke kaki Johan Manzambi. Tanpa ragu, Manzambi langsung menyambar bola tersebut dengan tendangan keras yang tak mampu dihalau oleh Vasilj. Gol ini menjadi momentum bagi Swiss untuk semakin mendominasi jalannya pertandingan.
Tragisnya, momen gol Swiss justru dibarengi dengan petaka bagi Bosnia & Herzegovina. Tak lama setelah gol pertama tercipta, Tarik Muharemovic harus menerima kartu merah dari wasit. Pemain bertahan Bosnia & Herzegovina ini dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Breel Embolo dari belakang, sebuah keputusan yang cukup kontroversial namun harus diterima. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Swiss untuk semakin menekan. Pada menit ke-84, Swiss berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini, giliran Ruben Vargas yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima sodoran bola dari Embolo, Vargas dengan tenang mengarahkan sepakan mendatar ke pojok kanan gawang Bosnia & Herzegovina.
Rentetan gol Swiss terus berlanjut. Pada menit ke-90, Johan Manzambi mencetak gol keduanya di pertandingan ini, sekaligus membawa Swiss unggul 3-0. Kali ini, Manzambi menyambut umpan tarik dari Ruben Vargas dan kembali menceploskan bola ke pojok kanan gawang. Bosnia & Herzegovina yang sudah tertinggal jauh berusaha untuk memberikan perlawanan di menit-menit akhir. Dan benar saja, pada menit ke-93, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan. Ermin Mahmic mencetak gol hiburan bagi timnya setelah menyambar bola muntah di area kotak penalti Swiss. Tembakannya yang meluncur deras dari luar kotak penalti berhasil merobek jala gawang Swiss.
Namun, euforia Bosnia & Herzegovina tidak berlangsung lama. Empat menit berselang, Swiss kembali mendapatkan hadiah penalti. Granit Xhaka, sang kapten, maju sebagai eksekutor dan dengan dingin berhasil menaklukkan kiper Vasilj. Gol penalti dari Xhaka memastikan kemenangan telak Swiss dengan skor akhir 4-1. Peluit panjang dibunyikan tak lama setelah gol tersebut, menandai akhir dari pertandingan yang dramatis. Hasil ini sangat krusial bagi Swiss dalam perjalanannya di Piala Dunia 2026. Dengan kemenangan ini, mereka berhasil memuncaki klasemen Grup B dengan total empat poin. Mereka unggul tiga poin dari tim lain di grup yang baru akan melakoni pertandingan mereka pagi ini, yakni Kanada dan Qatar. Sementara itu, Bosnia & Herzegovina harus menghadapi kenyataan pahit berada di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi ambisi mereka untuk melaju lebih jauh di turnamen akbar ini.
Skuad Swiss yang diturunkan dalam pertandingan ini menunjukkan kedalaman dan kualitas tim yang merata. Di lini pertahanan, kuartet Kobel, Widmer (digantikan Jaquez di menit ke-86), Elvedi, Akanji, dan Rodriguez tampil solid dalam menjaga gawang Yann Sommer. Lini tengah yang digalang oleh Freuler, Xhaka, dan Aebischer (digantikan Sow di menit ke-72) berhasil mendominasi penguasaan bola dan menjadi motor serangan tim. Di lini depan, trio Rieder (digantikan Vargas di menit ke-72), Embolo (digantikan Itten di menit ke-89), dan Ndoye (digantikan Manzambi di menit ke-72) menunjukkan ketajaman dan kerjasama yang apik, terbukti dengan kontribusi gol mereka di paruh kedua. Perubahan pemain yang dilakukan oleh pelatih Swiss juga terbukti efektif dalam menjaga energi tim dan memberikan dampak positif.
Sementara itu, tim Bosnia & Herzegovina yang diasuh oleh pelatihnya juga menurunkan skuad terbaik mereka, namun tampaknya tidak mampu membendung laju serangan Swiss di babak kedua. Di bawah mistar gawang, Nikola Vasilj berusaha keras untuk menahan gempuran pemain Swiss, namun pertahanan di depannya tidak cukup kuat. Lini belakang yang diisi oleh Muharemovic (yang mendapat kartu merah), Kolasinac, Dedic, Katic, dan Tahirovic (digantikan Basic di menit ke-63) terlihat kewalahan menghadapi kecepatan dan kreativitas serangan Swiss. Lini tengah yang dihuni oleh Sunjic (digantikan Hadziahmetovic di menit ke-86), Memic, dan Demirovic (digantikan Lukic di menit ke-86) kesulitan untuk mengendalikan tempo permainan. Duet penyerang Dzeko (digantikan Bajraktarevic di menit ke-64) dan Alajbegovic juga tidak mendapatkan banyak suplai bola yang berarti. Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting bagi tim Bosnia & Herzegovina agar bisa bangkit di pertandingan selanjutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan Swiss melawan Bosnia & Herzegovina di Piala Dunia 2026 ini akan dikenang sebagai salah satu penampilan dominan dari timnas Swiss. Kemenangan telak 4-1 ini tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi mereka, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri skuad secara keseluruhan. Keberhasilan mereka mencetak empat gol di babak kedua setelah bermain imbang di babak pertama menunjukkan mental juara dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Dengan performa seperti ini, Swiss diprediksi akan menjadi salah satu tim kuda hitam yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026. Sementara itu, Bosnia & Herzegovina harus segera berbenah dan menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin memiliki peluang untuk lolos dari fase grup.

