Daftar Isi
Jakarta –
Rockstar dan Take-Two Interactive berencana merilis GTA 6 pada November 2026, sebuah tanggal yang telah lama dinanti dan dipercaya akan menjadi tonggak sejarah baru dalam industri game. Namun, di tengah euforia dan ekspektasi yang membumbung tinggi, muncul spekulasi bahwa GTA 6, yang seringkali dianggap sebagai kandidat tak terkalahkan, terancam gagal meraih predikat Game Terbaik 2026. Ini bukan hanya karena persaingan yang ketat, melainkan juga karena kualitas dan inovasi yang terus berkembang dari studio-studio game lain yang siap menantang kedigdayaannya.
Memprediksi nominasi Game of the Year (GOTY) sedini ini memang terasa prematur. Industri game adalah lanskap yang dinamis, di mana banyak studio besar maupun independen terus berinovasi dan menyiapkan kejutan. Namun, berdasarkan rekam jejak pengembang, pengumuman awal, dan potensi yang terlihat, sudah ada beberapa rilis pada 2026 yang tampaknya akan menjadi pesaing kuat dan mampu memberikan perlawanan sengit terhadap dominasi yang diproyeksikan oleh GTA 6. Persaingan ini bukan hanya sehat, tetapi juga menunjukkan betapa kayanya ekosistem game modern, di mana kreativitas dan kualitas menjadi penentu utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GTA 6: Ancaman dan Harapan
Grand Theft Auto (GTA) adalah fenomena budaya yang melampaui sekadar game. Setiap seri utamanya selalu dinanti dengan antusiasme global yang luar biasa, memecahkan rekor penjualan, dan mendefinisikan standar baru dalam genre open-world. Dengan anggaran pengembangan yang diperkirakan mencapai ratusan juta dolar dan bertahun-tahun dedikasi dari tim Rockstar Games, GTA 6 diharapkan tidak hanya meneruskan warisan ini, tetapi juga melampauinya. Trailer perdananya telah memecahkan rekor penayangan, mengisyaratkan dunia Vice City yang lebih hidup, karakter yang lebih kompleks, dan narasi yang lebih mendalam, didukung oleh teknologi grafis generasi terbaru yang belum pernah ada sebelumnya.
Namun, justru ekspektasi yang terlalu tinggi ini bisa menjadi pedang bermata dua. Meskipun GTA 6 memiliki semua bahan untuk menjadi juara, penilaian Game of the Year tidak hanya bergantung pada skala, anggaran, atau popularitas. Juri dan kritikus mencari inovasi, dampak emosional, kedalaman gameplay, dan bagaimana sebuah game mendorong batasan mediumnya. Tekanan untuk memenuhi dan melampaui GTA V, yang dianggap sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa, adalah beban berat. Jika GTA 6 hanya menawarkan “lebih banyak dari yang sama” tanpa terobosan signifikan, atau jika ia menghadapi masalah teknis saat peluncuran, peluangnya bisa saja terkikis. Selain itu, selera pasar dan kritikus terus berevolusi; apa yang dianggap revolusioner satu dekade lalu mungkin kini menjadi standar. Inilah celah yang coba dimanfaatkan oleh para penantangnya.
1. Control Resonant
Control Resonant digadang-gadang menjadi penantang terkuat GTA 6 tahun ini. Pengembangnya, Remedy Entertainment, memang cukup konsisten memberikan pengalaman game yang secara teknis mumpuni dari segi visual dan cerita, sekaligus menghadirkan narasi yang unik dan mendalam. Remedy dikenal dengan gaya penceritaan yang khas, seringkali memadukan elemen fiksi ilmiah, misteri supernatural, dan realitas yang membingungkan. Mereka telah membangun reputasi sebagai studio yang tidak takut untuk bereksperimen dengan struktur naratif dan mekanika gameplay.
Karya mereka sebelumnya, *Control* (2019), adalah sebuah mahakarya yang menyabet delapan nominasi pada tahun rilisnya, dipuji karena dunia “New Weird” yang imersif, desain level yang cerdas, dan kekuatan supernatural yang inovatif. Kemudian, *Alan Wake 2* (2023) menunjukkan evolusi Remedy dalam genre survival horror psikologis, menempati posisi kedua setelah Baldur’s Gate 3 yang fenomenal di ajang The Game Awards. *Alan Wake 2* memukau kritikus dengan visualnya yang memukau, narasi ganda yang brilian, dan perpaduan media live-action dengan gameplay yang mulus. Dengan rekam jejak seperti ini, game berikutnya dari Remedy tidak bisa diremehkan. Apalagi setelah mereka mengungkapkan trailer *Control Resonant* yang menakjubkan dalam acara The Game Awards 2025, yang memamerkan peningkatan grafis yang signifikan, mekanika gameplay yang tampaknya lebih disempurnakan, dan pengembangan lebih lanjut dari alam semesta Remedy yang terhubung. *Control Resonant* diharapkan akan menggali lebih dalam misteri Federal Bureau of Control, menawarkan pengalaman yang lebih luas dan lebih intens, dengan potensi untuk menyajikan cerita yang tidak hanya memukau secara visual tetapi juga menggetarkan secara emosional.
2. Resident Evil Requiem
Seri terbaru dari game survival horor kepunyaan Capcom, *Resident Evil Requiem*, menjadi penantang berikutnya yang patut diperhitungkan. Diberi judul *Resident Evil Requiem*, game ini menjadi seri kesembilan dari waralaba Resident Evil, sebuah seri yang telah lama menjadi ikon dalam genre horor. Capcom telah menunjukkan kebangkitan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya dengan merilis game baru yang inovatif tetapi juga dengan me-remake judul-judul klasik mereka dengan kualitas yang melampaui ekspektasi.
Waralaba Resident Evil memiliki rekam jejak yang mengesankan di acara The Game Awards, dan merupakan bukti konsistensi Capcom dalam memberikan pengalaman horor yang mendebarkan dan berkualitas tinggi. Contohnya, *Resident Evil 2 Remake* dinominasikan untuk penghargaan tertinggi pada 2019, yang berhasil memadukan nostalgia dengan presentasi modern yang mencekam. Lalu, *Resident Evil Village* tampil gemilang pada 2021 dengan perpaduan horor gotik dan aksi yang intens, serta karakter-karakter yang ikonik. Dan *Resident Evil 4 Remake* pada 2023 sekali lagi membuktikan kemampuan Capcom untuk menghidupkan kembali klasik dengan inovasi gameplay dan grafis yang menakjubkan. Judul “Requiem” sendiri mengisyaratkan sebuah nada yang lebih gelap atau mungkin akhir dari sebuah saga, yang bisa berarti sebuah cerita yang lebih berat, emosional, atau bahkan konklusif bagi karakter-karakter tertentu. Dengan kemampuan Capcom untuk terus berinovasi dalam desain level, atmosfer, dan mekanika survival horror, *Resident Evil Requiem* berpotensi menjadi puncak dari segala yang telah mereka pelajari, menawarkan pengalaman yang tidak hanya menakutkan tetapi juga sangat berkesan dan menantang GTA 6 dalam kategori narasi dan atmosfer.
3. Marvel’s Wolverine
Game Wolverine dari Insomniac Games adalah salah satu prospek komersial terbesar tahun ini, dan kemungkinan menjadi salah satu dari sedikit game yang mampu menyaingi GTA 6 dengan anggaran pengembangan dan kampanye pemasaran yang sangat besar. Insomniac Games telah membuktikan keahliannya dalam mengadaptasi properti Marvel ke dalam bentuk game dengan seri *Marvel’s Spider-Man* yang sangat sukses. *Marvel’s Spider-Man* (2018), *Spider-Man: Miles Morales* (2020), dan *Marvel’s Spider-Man 2* (2023) semuanya telah menerima pujian kritis karena gameplay yang fluid, cerita yang menarik, dan representasi karakter yang otentik.
Seperti waralaba Resident Evil, proyek game Marvel yang apik dari Insomniac ini hebat dalam meraih banyak nominasi di The Game Awards, tetapi seringkali kurang berhasil mengubahnya menjadi kemenangan di kategori utama. Namun, Wolverine menawarkan sesuatu yang berbeda. Karakternya yang lebih gelap, brutal, dan tak kenal ampun membuka pintu bagi mekanika gameplay yang lebih agresif dan narasi yang lebih matang dibandingkan dengan petualangan Spider-Man. Kemampuan regenerasi Wolverine dapat diintegrasikan dengan cara yang inovatif dalam pertarungan dan eksplorasi, memungkinkan pemain untuk merasakan kekuatan dan ketahanan karakter tersebut secara mendalam. Insomniac terkenal dengan desain pertarungan yang responsif dan memuaskan, serta dunia semi-open world yang kaya akan detail dan aktivitas. Jika mereka dapat menangkap esensi karakter Wolverine dan menyajikannya dengan tingkat polish dan inovasi yang sama seperti yang mereka lakukan pada Spider-Man, *Marvel’s Wolverine* memiliki potensi untuk menjadi game yang tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga diakui secara kritis. Lantas apakah mereka akan berhasil tahun ini memecahkan “kutukan” nominasi dan meraih kemenangan GOTY?
4. Fire Emblem: Fortune’s Weave
Nintendo jarang absen dari daftar nominasi Game of the Year. Meskipun raksasa game Jepang ini biasanya menonjol dengan seri *The Legend of Zelda* atau *Super Mario*, pada tahun ini, meskipun belum ada kepastian dari seri Pokemon dan Mario, ada game lain yang patut dipertimbangkan, yakni *Fire Emblem: Fortune’s Weave*. Game ini bisa menjadi pilihan sementara yang kuat untuk mengisi slot nominasi Nintendo.
Fire Emblem memang seri khusus dalam genre tactical role-playing game (RPG), tapi popularitas dan reputasinya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kesuksesan *Fire Emblem Awakening* (2012) yang menghidupkan kembali franchise ini, dan *Fire Emblem: Three Houses* (2019) yang menjadi hit kritis dan komersial besar. Seri ini dikenal dengan perpaduan elemen strategi berbasis giliran yang mendalam, sistem permadeath yang meningkatkan taruhan setiap pertarungan, dan sistem dukungan karakter yang memungkinkan pemain membangun hubungan emosional dengan unit mereka. Selain itu, gaya penceritaan anime yang kompleks, pilihan naratif yang bercabang, dan pertarungan taktisnya yang juga semakin disukai oleh audiens yang lebih luas. Judul “Fortune’s Weave” sendiri mengisyaratkan tema takdir, pilihan, dan konsekuensi, yang sangat cocok dengan inti dari game Fire Emblem. Dengan pengembangan yang cermat dan inovasi dalam sistem gameplay, *Fire Emblem: Fortune’s Weave* dapat menawarkan pengalaman RPG taktis yang mendalam dan memuaskan, dengan narasi yang kaya dan karakter yang mudah dicintai, membuatnya menjadi pesaing serius untuk GOTY, terutama bagi mereka yang menghargai kedalaman strategis dan penceritaan yang kuat.
5. The Blood of Dawnwalker
Terakhir, pesaing sementara untuk GTA 6 ialah *The Blood of Dawnwalker*. Game ini adalah kuda hitam yang paling menarik dalam daftar ini, sebuah debut yang bisa menjadi pertimbangan paling ideal untuk menarik hati para gamer dan kritikus. Yang membuatnya begitu menarik adalah rumor mengenai rekam jejak pengembangnya yang disamakan dengan studio di balik *The Witcher 3: Wild Hunt* dan kemiripannya dengan pemenang Game of the Year 2015 tersebut.
*The Witcher 3* adalah tolok ukur bagi game RPG open-world, dikenal karena dunia yang luas dan mendetail, cerita yang matang dengan pilihan moral yang ambigu, karakter yang kompleks, dan ratusan jam konten berkualitas tinggi. Jika pengembang *The Blood of Dawnwalker* dapat menangkap esensi dari elemen-elemen ini—misalnya, dengan dunia fantasi yang kaya, narasi yang memukau dengan pilihan-pilihan sulit, sistem pertarungan yang inovatif, dan visual yang menakjubkan—maka game ini memiliki potensi besar. Sebuah debut game yang memenangkan GOTY memang jarang terjadi, namun bukan tidak mungkin, seperti yang ditunjukkan oleh game-game seperti *Disco Elysium* atau *Hades* (meskipun dari studio yang sudah ada, mereka adalah IP baru yang fenomenal). Keberanian untuk menghadirkan sesuatu yang segar, ambisius, dan dieksekusi dengan sempurna dari sebuah studio baru seringkali dihargai oleh juri GOTY. *The Blood of Dawnwalker* bisa menjadi game yang mengejutkan semua orang, memadukan elemen RPG klasik dengan inovasi modern, dan menawarkan pengalaman yang benar-benar tak terlupakan yang mampu menyaingi raksasa seperti GTA 6.
Mengapa Game of the Year itu Penting?
Penghargaan Game of the Year lebih dari sekadar trofi; itu adalah pengakuan terhadap kreativitas, inovasi, dan dampak budaya sebuah game. Ini mendorong pengembang untuk terus mendorong batasan dan memberikan pengalaman yang luar biasa kepada para pemain. Persaingan ketat untuk GOTY 2026, dengan GTA 6 sebagai raksasa yang harus digulingkan, menjanjikan tahun yang luar biasa bagi industri game. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dominasi yang jelas, selalu ada ruang untuk kejutan, inovasi, dan keunggulan tak terduga dari berbagai genre dan studio.
Pada akhirnya, siapa pun yang memenangkan Game of the Year 2026, para gamer adalah pemenang sejati. Semakin sengit persaingan, semakin tinggi standar kualitas game yang dirilis. Ini berarti kita akan disuguhi lebih banyak judul yang luar biasa, narasi yang memukau, dan pengalaman gameplay yang tak terlupakan. Tahun 2026 tidak hanya akan menjadi pertarungan antara raksasa dan pendatang baru, tetapi juga perayaan inovasi dan seni dalam dunia game. Siapapun yang akan keluar sebagai pemenang, pastikan untuk menantikan pengumuman dan menikmati perjalanan game di tahun tersebut.
(hps/fay)

