BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Duo The Virgin, yang telah menancapkan eksistensinya di kancah musik Indonesia selama 17 tahun, kini hadir dengan kejutan yang tak terduga. Jauh dari isu bubar yang sempat menerpa mereka pada tahun 2016, Dara dan Mita justru menunjukkan semangat yang membara dan performa yang semakin fresh. Perjalanan panjang ini tidak hanya diisi dengan ketahanan, melainkan juga dengan inovasi yang siap mengguncang industri hiburan. Gebrakan terbaru mereka tidak hanya terbatas pada ranah musik, tetapi juga merambah ke dunia perfilman, menandai fase baru yang penuh warna dalam karier duo yang dikenal dengan lagu-lagu pop-rock mereka.
Dalam sebuah perbincangan eksklusif yang mendalam, Dara dan Mita dengan tegas membantah segala rumor yang menyebutkan perpecahan. Mereka menegaskan bahwa isu bubar tersebut hanyalah kesalahpahaman yang tidak berdasar. Sebaliknya, duo ini justru bertekad untuk membuktikan dan memperkuat eksistensi mereka di industri musik dengan merilis karya-karya baru yang dijamin akan mengejutkan para penggemar setia mereka. Jika selama ini The Virgin identik dengan nuansa pop-rock yang kuat, kali ini mereka berani mengambil langkah berani untuk bereksperimen dengan genre musik yang sama sekali berbeda, sebuah perpaduan unik yang mereka sebut sebagai "Rockdut". Konsep ini lahir dari sebuah diskusi yang awalnya bersifat candaan, namun kemudian berkembang menjadi sebuah ide matang yang akhirnya dipresentasikan kepada label rekaman mereka. Hasilnya, sebuah kolaborasi menarik antara elemen rock dan sentuhan dangdut yang menghasilkan nuansa yang sangat segar dan berbeda.
Dara menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep Rockdut ini, "Awalnya bercanda, tapi pas kita diskusi sama label, akhirnya dikemas dengan gaya kita. Kita campur pop-rock dengan tim dangdut. Jadi fresh banget. Liriknya juga nyeleneh, bukan cinta-cintaan melulu." Pernyataan ini menunjukkan bahwa The Virgin tidak hanya berani keluar dari zona nyaman mereka dalam hal musik, tetapi juga berani bermain dengan lirik yang lebih variatif dan tidak terduga. Lirik yang "nyeleneh" ini bisa jadi merupakan upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas atau untuk menyampaikan pesan yang lebih relevan dengan dinamika kehidupan masa kini, yang tidak melulu berkutat pada tema percintaan.
Mita menambahkan perspektifnya mengenai adaptasi terhadap genre dangdut, yang dulunya sempat mereka pandang sebelah mata. Pengalaman membawakan lagu dangdut di panggung off-air secara perlahan telah mengubah pandangan mereka. Antusiasme penonton yang luar biasa saat mereka menyanyikan lagu-lagu dangdut justru memicu rasa penasaran dan ketertarikan mereka terhadap genre ini. "Lucunya, dulu kita kayak yang nggak mau dangdut, eh sekarang malah ketagihan. Ternyata asik ya, dunia dangdut nggak ribet dan masyarakat kita itu walaupun sok-sok nggak mau, jempolnya tetap goyang," ujar Mita sambil tertawa. Komentar ini menggambarkan betapa dinamisnya apresiasi terhadap musik dan bagaimana pengalaman langsung dapat mengikis prasangka awal. Keberanian The Virgin untuk merangkul dangdut menunjukkan kedewasaan artistik mereka dan keinginan untuk terus belajar serta berinovasi.
Lebih dari sekadar merilis karya musik baru, The Virgin juga tengah melebarkan sayap mereka ke dunia perfilman. Keduanya didapuk untuk memerankan karakter utama dalam sebuah film bergenre thriller-suspense yang berjudul "Tanah Sengketa". Film ini dijadwalkan akan tayang pada bulan Juni mendatang, menambah daftar pencapaian mereka di industri hiburan. Yang membuat debut layar lebar ini semakin spesial adalah momen perdana bagi Dara dan Mita untuk tampil di depan kamera dengan mengenakan hijab. Ini merupakan sebuah tantangan baru yang mereka sambut dengan antusiasme. "Ini tantangan baru buat aku dan Dara. Perdana kita akting pakai hijab. Filmnya tentang edukasi masyarakat soal pertanahan," bocor Mita, memberikan sedikit gambaran mengenai alur cerita film tersebut yang ternyata memiliki muatan edukatif. Keputusan untuk mengenakan hijab dalam film ini bisa jadi merupakan bentuk apresiasi terhadap peran yang diberikan, atau bahkan sebagai refleksi dari perjalanan personal mereka.
Meskipun kini disibukkan dengan berbagai proyek baru, baik dalam dunia musik maupun perfilman, Dara dan Mita memastikan bahwa identitas musik The Virgin yang sesungguhnya tidak akan hilang. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk terus konsisten menelurkan karya-karya baru setiap tahunnya. Tujuannya jelas: agar The Virgin tetap melekat di hati para penggemarnya, bahkan di tengah gempuran tren musik yang terus berubah. Bagi mereka, bertahan selama 17 tahun dengan formasi personel yang sama adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dan jarang dimiliki oleh grup musik lainnya di Indonesia. Keharmonisan dan kesolidan mereka menjadi pondasi kuat untuk terus berkarya.
"Insyaallah setiap tahun pasti ada karya baru dari kita. Kita penginnya orang tetap ingat The Virgin, meskipun ‘Cinta Terlarang’ masih jadi identitas kuat kita," tutup Dara. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun mereka berani bereksplorasi dengan hal-hal baru, mereka tetap menghargai dan tidak melupakan akar serta karya-karya ikonik yang telah membesarkan nama mereka. Lagu "Cinta Terlarang" memang telah menjadi signature song The Virgin yang tak lekang oleh waktu dan terus dikenang oleh banyak kalangan.
Perjalanan 17 tahun The Virgin ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah batasan untuk terus berinovasi dan berkembang. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi, menunjukkan bahwa semangat kreatif mereka masih membara. Dengan keberanian untuk mencoba genre baru seperti Rockdut dan merambah ke dunia akting dengan peran yang menantang, Dara dan Mita membuktikan bahwa The Virgin siap untuk menghadapi masa depan dengan gebrakan-gebrakan baru yang akan terus memukau para penggemarnya dan membuktikan bahwa duo ini masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada industri hiburan Indonesia. Eksistensi mereka selama ini bukan hanya sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus berevolusi. Kolaborasi antara unsur rock dan dangdut dalam Rockdut adalah sebuah keberanian artistik yang patut diapresiasi, membuka kemungkinan baru bagi kolaborasi genre di masa depan. Sementara itu, keterlibatan mereka dalam film "Tanah Sengketa" dengan penampilan berhijab menunjukkan kedalaman dan fleksibilitas mereka sebagai seorang seniman. Kesuksesan mereka dalam mempertahankan duo ini selama hampir dua dekade juga patut menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda. Mereka telah membuktikan bahwa kesabaran, komunikasi yang baik, dan visi yang sama adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah grup musik.

