BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Fitri Tropica, presenter yang kerap disapa Fitrop, mengawali tahun 2026 dengan pengalaman spiritual yang tak terduga di Tanah Suci. Menghabiskan libur akhir tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026, Fitri Tropica memutuskan untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci bersama rombongannya. Momen istimewa terjadi tepat pada hari terakhir tahun 2025, ketika Fitri Tropica dan beberapa anggota rombongannya, termasuk putri kecilnya yang bernama Sada, mendapatkan jadwal untuk mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi. Raudhah, yang dikenal sebagai salah satu tempat paling mulia di dunia, adalah area antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW yang diyakini sebagai taman surga di bumi. Keistimewaan ini membuat banyak peziarah berlomba-lomba untuk dapat masuk dan berdoa di dalamnya.
Fitri Tropica, dengan pengalaman ziarahnya di tahun-tahun sebelumnya, telah mempersiapkan mental dan fisik untuk menghadapi keramaian yang luar biasa di Raudhah, terutama di masa peak season akhir tahun. Ia memperkirakan akan menghadapi antrean panjang, cuaca dingin yang menusuk tulang, hembusan angin kencang, serta lautan manusia yang berdesakan demi mendapatkan posisi terbaik. "Dengan pengalaman sebelumnya, aku dan Sada sudah siap mental dan fisik: antre panjang, dingin, angin, dan peak season yang sangat crowded," ungkap Fitri Tropica melalui akun Instagram pribadinya, yang dikutip pada Sabtu, 3 Januari 2026. Persiapan ini dilakukan bukan tanpa alasan, mengingat Raudhah adalah destinasi yang sangat diminati, dan akses masuknya seringkali memerlukan kesabaran dan ketahanan ekstra.
Namun, menjelang waktu masuk ke Raudhah, Fitri Tropica sempat merasakan keraguan dan kekecewaan. Ia menyaksikan bagaimana rombongan lain mengalami kesulitan untuk bisa masuk, bahkan ada yang harus kembali ke area tunggu. Situasi ini sempat membuat Fitri Tropica merasa kecil hati, terlebih lagi ketika rombongannya pun diminta untuk kembali menunggu. Momen ini tentu saja menambah beban pikiran, mengingat harapan besar untuk bisa merasakan ketenangan dan kekhusyukan berdoa di Raudhah. Perjuangan untuk bisa sampai ke titik ini bukanlah hal yang mudah, dan melihat hambatan di depan mata tentu saja menguji kesabaran.
Di tengah perasaan yang mulai berkecil hati itu, Fitri Tropica memutuskan untuk melakukan salat tahiyatul masjid terlebih dahulu, sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah dan memohon kelancaran urusan. Siapa sangka, setelah menyelesaikan salat sunnah tersebut, sebuah kejadian yang luar biasa dan tak terduga terjadi. Tiba-tiba, tangan putri kecilnya, Sada, digandeng oleh seorang askar, yaitu petugas keamanan di Masjid Nabawi. Kejadian ini menjadi titik balik yang mengejutkan bagi Fitri Tropica dan seluruh rombongannya.
Askar tersebut kemudian dengan sigap menggandeng tangan Sada dan mengawal mereka untuk masuk ke dalam Raudhah. Proses masuk yang biasanya penuh dengan antrean panjang dan desakan, kini dilalui dengan begitu mudah dan tenang. Mereka tidak perlu mengantre, tidak perlu berdesakan, bahkan ditawari pilihan untuk salat di dekat makam atau di dekat mimbar. "Askar menghampiri, menggenggam tangan Sada, dan mengawal kami masuk tanpa antre, tanpa berdesakan. Bahkan ditanya ingin salat di dekat makam atau mimbar," tuturnya dengan nada tak percaya. Pengalaman ini benar-benar di luar dugaan dan jauh dari ekspektasi yang telah dipersiapkannya.
Fitri Tropica tak kuasa menahan rasa takjub dan haru atas perlakuan istimewa yang mereka terima. Ia merasa seperti sedang bermimpi melihat putrinya diperlakukan demikian. "Ya Allah apa ini? Kenapa kayak gini? Kita benar-benar dituntun, dikawal, diarahkan, dan disambut di Raudah tanpa berdesakan, tanpa diburu-buru, benar-benar tenang, masyaallah. Mimpi apa ini ya Rab?" ungkapnya, masih dalam keadaan syok dan penuh rasa syukur. Ia menyadari bahwa kemudahan yang didapatkannya adalah sebuah anugerah yang luar biasa.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh Fitri Tropica, terlihat jelas bagaimana Sada, yang masih kecil, dengan tenang digandeng oleh askar. Bahkan, askar-askar lain yang berpapasan juga menyapa dan menunjukkan keramahan kepada Sada. Hal ini semakin menambah rasa syukur Fitri Tropica. Ia merasa bahwa Allah SWT telah memudahkannya segalanya, memberikan kesempatan untuk salat di shaf pertama, di taman surga yang tahun lalu hanya bisa ia lihat dari kejauhan, sembari memanjatkan doa.
"Allah mudahkan segalanya. Kami diizinkan shalat di shaf pertama, di taman surga. Tempat yang tahun lalu hanya bisa aku lihat dari barisan belakang, sambil berdoa: Ya Allah, izinkan aku salat di Raudah dengan jalan yang benar. Tanpa mengelabui askar, mendorong atau bahkan menyakiti orang lain," ceritanya dengan penuh keharuan. Ia teringat doa-doanya di masa lalu, memohon agar bisa masuk ke Raudhah dengan cara yang diridhai, tanpa harus melakukan hal-hal yang tidak baik.
Dan hari itu, doanya terkabul dengan cara yang paling indah. "Tahun ini Allah jawab dengan ketenangan. Tanpa teriakan, tanpa dorongan, tanpa berdesakan. Kami berdoa sepuasnya, memohon pada Allah dan syafaat Rasulullah. Sampai sekarang rasanya masih seperti mimpi," imbuhnya. Pengalaman ini benar-benar membekas di hatinya. Ia mengakui bahwa saat keluar dari Raudhah, matanya sangat sembab karena tak kuasa menahan air mata haru dan syukur atas karunia yang luar biasa ini. Kesempatan untuk merasakan kekhusyukan berdoa di Raudhah, tanpa hambatan, tanpa keramaian yang menyiksa, adalah sebuah hadiah akhir tahun yang tak ternilai harganya. Keajaiban ini semakin memperkuat keyakinannya akan kekuasaan dan kasih sayang Allah SWT.

