0

Faisal Libatkan Gala Sky di Momen Kurban demi Tanamkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Sejak Dini

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha, H. Faisal, ayah mendiang Bibi Ardiansyah, tidak hanya merayakan hari besar keagamaan ini bersama keluarga, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana edukasi berharga bagi cucu semata wayangnya, Gala Sky Andriansyah. Dengan penuh kasih sayang, Faisal mengajak Gala untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang sarat makna, mulai dari salat Idul Adha berjamaah, ziarah ke makam orang tua, hingga menyaksikan dan memahami proses penyembelihan hewan kurban. Tujuannya jelas: menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan rasa syukur sejak usia dini kepada Gala.

Perjalanan spiritual dan edukatif ini dimulai dengan pelaksanaan salat Idul Adha yang khusyuk bersama seluruh anggota keluarga besar di masjid terdekat. Setelah menunaikan ibadah, momen penuh haru menyelimuti saat Faisal bersama Gala dan keluarga berziarah ke makam mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Ziarah ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati orang tua dan leluhur, sekaligus menjadi pengantar bagi pemahaman Gala tentang siklus kehidupan dan pentingnya mendoakan orang-orang yang telah berpulang. Usai dari makam, fokus pun beralih ke kegiatan yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha, yaitu penyembelihan hewan kurban. Faisal dengan sabar membimbing Gala untuk melihat hewan kurban yang telah disiapkan dengan penuh ketulusan oleh kedua anaknya, Fujianti Utami dan Fadly Faisal.

"Bagi saya, memaknainya yang pertama sekali saya mengajak anak-anak saya untuk berbagi, agar sama-sama dapat merasakanlah kegembiraan di saat lebaran Idul Adha ini," ujar H. Faisal dengan senyum penuh makna saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Rabu (27/5/2026). Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa keterlibatan Gala dalam kegiatan keagamaan seperti ini memiliki tujuan jangka panjang. Faisal ingin Gala terbiasa dengan budaya berbagi dan memahami bahwa kebahagiaan sejati dapat diraih melalui tindakan memberi kepada sesama. Meskipun pada awalnya Gala menunjukkan reaksi malu-malu dan sedikit rasa takut saat mendekati hewan kurban, Faisal justru melihat hal ini sebagai sebuah proses pembelajaran yang positif. "Gala saya ajak, ya biasalah dikit-dikit dia sama opanya ya kadang malu-malu dikit. Tapi berbagi itu kan menimbulkan suatu rasa kepedulian, rasa empati," tuturnya, menekankan bahwa pengalaman baru tersebut akan membentuk pemahaman Gala tentang dunia di sekitarnya dan perasaan orang lain.

Lebih dari sekadar mengajak Gala, H. Faisal juga mengungkapkan rasa bangga yang mendalam terhadap inisiatif anak-anaknya. Fuji dan Fadly kini telah menunjukkan kedewasaan dan kesadaran mereka untuk berkurban secara mandiri, tanpa perlu diminta oleh orang tua. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai yang ditanamkan selama ini telah meresap dan tumbuh dalam diri mereka. Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Fuji mengorbankan seekor sapi dengan bobot fantastis, mencapai 700 kilogram, menunjukkan kemampuannya untuk berkontribusi secara signifikan. Fadly pun tidak kalah, ia turut menyiapkan hewan kurban dengan bobot yang hampir serupa, ditambah dengan beberapa ekor kambing. Keduanya telah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari, bahkan dengan antusias memberitahukan kepada ayah mereka mengenai rencana pemotongan dan pembagian daging kurban.

"Anak saya alhamdulillah sekarang tanpa saya ajak dia sudah dari dia sendiri sekarang keinginan untuk berkurban. Jauh-jauh hari dia sudah menyiapkan, malah dia yang beri tahu papanya bahwa sapi saya di mana mau dipotong, sapi saya di mana mau kurban," ucap H. Faisal dengan nada bangga yang terpancar jelas. Dedikasi dan kemandirian anak-anaknya ini menjadi refleksi dari pola asuh yang diterapkan oleh keluarga Faisal. Sejak awal, H. Faisal dan mendiang istrinya telah menitikberatkan perhatian pada pembentukan karakter yang kuat pada anak-anaknya, dengan penekanan khusus pada nilai-nilai kepedulian sosial dan empati.

Bagi H. Faisal, momen ziarah ke makam dan kegiatan kurban bukanlah sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah paket komprehensif untuk mendidik generasi penerus. Melalui ziarah, anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua yang telah tiada, menjaga silaturahmi dengan leluhur, dan selalu mengingat jasa mereka. Sementara itu, kegiatan kurban mengajarkan mereka tentang pentingnya berbagi rezeki dengan sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. Ini adalah cara konkret untuk mengenalkan konsep solidaritas dan tanggung jawab sosial.

"Jadi sejak kecil kita ajak dia ikut, termasuk ziarah itu kan termasuk peduli dengan orang tua sudah pasti, dengan saudara sudah pasti, dengan lingkungan. Kalau kita ada rezeki ya kita berbagi," pungkas H. Faisal, menegaskan filosofi hidupnya yang ingin diturunkan kepada Gala dan anak-anaknya. Beliau percaya bahwa dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, Gala Sky akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang lapang, penuh kasih sayang, dan selalu siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Pengalaman langsung menyaksikan dan terlibat dalam proses kurban, serta memahami makna di baliknya, akan menjadi fondasi kuat bagi perkembangan karakter Gala Sky di masa depan, membentuknya menjadi generasi yang tidak hanya mewarisi nama besar keluarga, tetapi juga nilai-nilai luhur yang menginspirasi. Keterlibatan Gala dalam momen Idul Adha ini merupakan investasi berharga dalam membentuk pribadi yang berempati, peduli, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi, sebuah warisan tak ternilai yang H. Faisal ingin berikan kepada cucunya.