Kekalahan Manchester City 2-0 dari rival sekota Manchester United dalam derbi yang mengejutkan telah memicu gelombang candaan dan meme di seluruh linimasa media sosial, mengubah klub yang biasanya dominan itu menjadi bahan tertawaan. Pertandingan yang berlangsung sengit di Old Trafford, yang secara fiktif terjadi pada pertengahan musim 2021-2022 di bawah arahan pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, tidak hanya memberikan tiga poin krusial bagi Setan Merah, tetapi juga menyulut kembali bara persaingan sengit di kota Manchester. Kemenangan ini, yang datang di tengah periode transisi dan keraguan bagi United, terasa lebih manis karena berhasil menaklukkan tim asuhan Pep Guardiola yang sedang berada di puncak performa.

Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di sekitar Old Trafford sudah membara. Manchester City datang dengan status sebagai tim yang difavoritkan, memuncaki klasemen Liga Premier dan menampilkan sepak bola menyerang yang memukau di bawah arahan Pep Guardiola. Sementara itu, Manchester United masih dalam tahap pencarian identitas pasca-pemecatan Ole Gunnar Solskjaer, dengan Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer sementara. Ekspektasi publik cenderung memprediksi kemenangan mudah bagi The Citizens, atau setidaknya pertandingan yang didominasi oleh mereka. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, sebuah narasi klasik di mana sang underdog bangkit dan memberikan kejutan besar.
Sejak awal pertandingan, strategi Michael Carrick terlihat jelas: pertahanan yang kokoh, disiplin, dan serangan balik cepat. Para pemain United menunjukkan semangat juang yang luar biasa, bertekad untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki taring, terutama di hadapan rival sekota. Gol pembuka Manchester United datang dari skema serangan balik cepat yang mematikan. Marcus Rashford, dengan kecepatan dan penyelesaian akhir yang dingin, berhasil menaklukkan Ederson. Gol tersebut menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi tuan rumah dan para penggemar, mengubah keraguan menjadi optimisme. City berusaha merespons, melancarkan gelombang serangan ke pertahanan United, namun tembok pertahanan yang digalang oleh duet bek tengah, termasuk Lisandro Martinez yang tampil luar biasa, tampak tak tergoyahkan.

Babak kedua, City meningkatkan intensitas serangan mereka, menguasai bola lebih banyak, dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, kiper David De Gea tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan United. Di sisi lain lapangan, Michael Carrick terus memberikan instruksi dengan tenang, memastikan setiap pemain tetap pada posisinya dan menjalankan tugas taktis dengan sempurna. Puncaknya, di menit-menit akhir pertandingan, United kembali mencetak gol melalui Bruno Fernandes, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang City. Gol kedua ini seolah mengunci kemenangan dan mengakhiri perlawanan City. Meski sempat ada beberapa gol United yang dianulir karena offside tipis, yang juga menjadi bahan candaan di kemudian hari, skor 2-0 sudah cukup untuk memastikan tiga poin mutlak.
Kemenangan dramatis ini segera memicu ledakan kegembiraan di kalangan penggemar Manchester United. Setelah peluit panjang berbunyi, linimasa media sosial langsung dibanjiri dengan berbagai ekspresi kemenangan, mulai dari euforia murni hingga ejekan pedas kepada rival mereka. Akun resmi Manchester United di platform X (sebelumnya Twitter) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyindir, dengan percaya diri menyatakan, "Manchester is Red," sebuah pernyataan ikonik yang menegaskan dominasi mereka di kota tersebut, setidaknya untuk malam itu. Cuitan ini menjadi pemantik utama bagi meme-meme selanjutnya.

Salah satu meme yang paling banyak beredar adalah gambar Sir Alex Ferguson yang tersenyum lebar dan mengacungkan jempol, seolah-olah menyatakan kepuasannya atas kemenangan tersebut. Meme ini secara brilian menghubungkan masa lalu kejayaan United di bawah Ferguson dengan kemenangan penting ini, menyiratkan bahwa semangat dan mentalitas juara yang ia tanamkan masih hidup dalam klub. Kemenangan ini seakan menjadi penawar rindu bagi para penggemar yang telah lama mendambakan kejayaan seperti di era Ferguson.
Kinerja Michael Carrick sebagai pelatih interim juga menjadi sorotan utama. Meskipun sebelumnya ada kesalahan informasi di beberapa meme yang mengaitkan "Ruben Amorim dipecat" dengan Manchester United (yang jelas keliru, Amorim adalah pelatih Sporting Lisbon), fakta bahwa Carrick mampu membawa United mengalahkan tim sekuat City dalam waktu singkat sangatlah mengesankan. Meme yang menggambarkan Carrick dengan ekspresi percaya diri, seolah "membuat Pep Guardiola sakit kepala," menjadi sangat populer. Hal ini menyoroti bagaimana taktik Carrick yang sederhana namun efektif berhasil membungkam strategi rumit Guardiola. Kemenangan ini menambah daftar rekor impresif Carrick selama masa singkatnya sebagai pelatih interim, di mana ia berhasil mengimbangi bahkan mengalahkan pelatih-pelatih besar lainnya, menunjukkan bakat manajerial yang menjanjikan.

Pertarungan individu juga tak luput dari perhatian. Performa cemerlang Lisandro Martinez dalam menjaga ketat Erling Haaland menjadi salah satu poin pembicaraan terbesar. Meme yang menampilkan Haaland "tak berdaya" di bawah penjagaan Martinez menunjukkan betapa efektifnya bek Argentina itu dalam meredam ancaman striker tajam City. Ini bukan hanya pujian untuk Martinez, tetapi juga sindiran halus terhadap Haaland yang biasanya sangat produktif namun kali ini dibuat frustrasi.
Bagi para penggemar Manchester United, kemenangan ini adalah alasan untuk "tidur nyenyak." Meme yang menggambarkan penggemar United tertidur pulas dengan senyum puas di wajah mereka mencerminkan kelegaan dan kebahagiaan setelah periode sulit. Kemenangan derbi selalu memiliki makna lebih dari sekadar tiga poin; itu adalah pertaruhan harga diri, dan kali ini, United berhasil memenangkannya.

Tidak ketinggalan, meme yang menyindir kebutuhan Manchester City untuk "belanja pemain lagi" juga bertebaran. Dengan kekayaan finansial City yang tak terbatas, meme ini menyiratkan bahwa meskipun memiliki skuad bintang, mereka masih bisa dikalahkan dan mungkin perlu investasi lebih lanjut untuk mengatasi kelemahan yang terekspos dalam derbi ini. Ini adalah bentuk ejekan khas dari rival yang selalu menyoroti kekuatan finansial City.
Secara keseluruhan, kekalahan Manchester City dari Manchester United bukan hanya sekadar hasil pertandingan, tetapi juga sebuah peristiwa yang menghebohkan jagat media sosial. Ini adalah pengingat bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi, dan derbi selalu memiliki magisnya sendiri yang dapat membalikkan semua prediksi. Bagi Manchester United, kemenangan ini adalah suntikan moral yang sangat dibutuhkan, membangun kepercayaan diri dan memberikan harapan di tengah masa transisi. Bagi Manchester City, ini adalah pil pahit yang harus ditelan, sebuah pelajaran bahwa bahkan tim terbaik pun bisa tergelincir, dan bahwa rivalitas di kota Manchester masih sangat hidup, penuh dengan kejutan, dan selalu siap untuk menjadi bahan candaan di linimasa.

