0

Di AI Day Indosat, Pos Indonesia Blak-blakan Dongkrak Sektor Rantai Pasok Pakai AI

Share

PT Pos Indonesia (Persero) secara gamblang mengungkapkan strategi ambisiusnya dalam mendongkrak kinerja sektor rantai pasok (supply chain) nasional melalui transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pernyataan ini disampaikan dalam forum bergengsi "Indonesia AI Day for Supply Chain Industry: Empowering Indonesia’s Supply Chain" yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Jakarta, belum lama ini. Langkah progresif ini menjadi penanda keseriusan Pos Indonesia dalam menghadapi lanskap industri logistik yang kian kompetitif dan dinamis, di mana efisiensi dan kecepatan menjadi kunci utama.

Prasabri Pesti, Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, menegaskan bahwa pemanfaatan AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan bagi perusahaan plat merah ini. "Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat," ujar Prasabri, menggarisbawahi urgensi adopsi teknologi mutakhir ini. Menurutnya, AI menjadi salah satu pilar utama untuk memastikan Pos Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan di era digital.

Visi Pos Indonesia dalam penerapan AI melampaui sekadar efisiensi operasional. Prasabri menjelaskan bahwa AI akan digunakan untuk membangun sistem rantai pasok yang lebih cerdas, terhubung, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah. Dalam praktiknya, AI dapat diterapkan dalam berbagai aspek operasional logistik, mulai dari optimasi rute pengiriman yang kompleks dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti lalu lintas, kondisi cuaca, dan kapasitas kendaraan, hingga prediksi permintaan (demand forecasting) yang lebih akurat. Dengan data historis dan algoritma cerdas, Pos Indonesia dapat meminimalkan kelebihan atau kekurangan stok, mengoptimalkan pengelolaan gudang, dan mengurangi biaya penyimpanan.

Lebih jauh, AI juga berperan krusial dalam otomatisasi proses sortir dan penanganan paket. Sistem pengenalan gambar (computer vision) yang didukung AI dapat mengidentifikasi tujuan paket dengan cepat dan akurat, mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat alur kerja di pusat distribusi. Chatbot berbasis AI juga dapat meningkatkan kualitas layanan pelanggan, memberikan informasi pelacakan paket secara real-time, dan menangani pertanyaan umum, membebaskan staf untuk fokus pada isu-isu yang lebih kompleks. Teknologi ini tidak hanya akan mempercepat waktu pengiriman, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan melalui transparansi dan responsivitas yang lebih baik.

Selain fokus pada transformasi berbasis AI, Pos Indonesia juga menaruh perhatian besar pada agenda konsolidasi bisnis logistik nasional. Prasabri Pesti dengan lugas menekankan bahwa industri logistik sangat mengutamakan volume dan skala. "Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat—dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," terangnya. Pernyataan ini menyoroti logika ekonomi di balik penggabungan kekuatan, di mana sumber daya yang lebih besar dapat menghasilkan ekonomi skala yang signifikan, menurunkan biaya per unit, dan meningkatkan daya saing secara keseluruhan.

Konsolidasi ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi internal, tetapi juga untuk memperkuat posisi tawar Pos Indonesia di kancah global. Skala bisnis yang besar, menurut Prasabri, akan menjadi modal utama untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional. Ini adalah langkah strategis untuk tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga untuk menjadi pemain logistik regional atau bahkan global yang disegani. Kemitraan dengan pemain internasional dapat membawa transfer teknologi, praktik terbaik, dan perluasan jaringan yang vital untuk pertumbuhan jangka panjang.

Langkah konsolidasi tersebut merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara. Holding ini diharapkan mampu mengintegrasikan ekosistem logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih efisien dan berdaya saing tinggi. Selama ini, fragmentednya ekosistem logistik BUMN seringkali menyebabkan duplikasi investasi, kurangnya sinergi, dan inefisiensi. Dengan adanya holding, diharapkan akan terjadi standarisasi proses, optimalisasi aset, dan pengembangan strategi bersama yang terkoordinasi, sehingga menghasilkan ekosistem logistik yang lebih tangguh dan kompetitif.

Pembentukan Holding Logistik Nasional ini bukan tanpa tantangan. Integrasi berbagai entitas BUMN dengan budaya kerja, sistem, dan infrastruktur yang berbeda memerlukan perencanaan yang matang dan eksekusi yang cermat. Namun, potensi manfaatnya sangat besar, termasuk kemampuan untuk menawarkan solusi logistik end-to-end yang komprehensif, dari hulu ke hilir, serta meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengelola arus barang secara nasional dan internasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik nasional, yang merupakan faktor kunci dalam menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Paparan mendalam dari Pos Indonesia ini disampaikan dalam forum "Indonesia AI Day for Supply Chain Industry: Empowering Indonesia’s Supply Chain," yang diselenggarakan oleh Indosat Ooredoo Hutchison. Acara yang dibuka oleh Director & Chief Business Officer IOH, M. Danny Buldansyah, ini merupakan platform penting bagi para pemimpin industri untuk berbagi wawasan dan strategi dalam mengimplementasikan AI di sektor rantai pasok. Kehadiran berbagai pemimpin industri dari berbagai sektor strategis nasional, termasuk Garuda Indonesia, PT MRT Jakarta (Perseroda), JNE, dan Transjakarta, menunjukkan betapa krusialnya peran AI dan digitalisasi bagi keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis di berbagai lini.

Indosat Ooredoo Hutchison, sebagai penyedia infrastruktur digital terkemuka, memainkan peran penting dalam memfasilitasi diskusi dan kolaborasi semacam ini. Konektivitas yang handal dan solusi digital yang inovatif adalah fondasi utama bagi implementasi AI yang efektif. Melalui acara seperti ini, IOH tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia, tetapi juga posisinya sebagai mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan yang ingin bertransformasi secara digital.

Transformasi Pos Indonesia, yang menggabungkan adopsi AI dan konsolidasi logistik nasional, adalah cerminan dari dinamika global di mana teknologi dan skala menjadi penentu keberhasilan. Sebagai salah satu entitas logistik tertua dan terbesar di Indonesia dengan jangkauan hingga pelosok negeri, langkah-langkah strategis Pos Indonesia ini tidak hanya akan membawa dampak positif bagi kinerja perusahaan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap efisiensi rantai pasok nasional secara keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan Pos Indonesia dapat terus berinovasi, memberikan layanan terbaik, dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi digital Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing. Perpaduan antara kecerdasan buatan dan kekuatan konsolidasi adalah formula yang diharapkan akan membawa Pos Indonesia dan sektor logistik nasional ke era keemasan baru.