Jakarta – Panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali menjadi saksi bisu pertarungan sengit di jantung industri komputasi. Intel, AMD, dan Qualcomm memanfaatkan momentum bergengsi ini untuk memperkenalkan inovasi terdepan mereka melalui generasi terbaru system-on-chip (SoC), yang tidak hanya menjanjikan peningkatan performa, tetapi juga mendefinisikan ulang pengalaman komputasi di era kecerdasan buatan (AI). Tidak ketinggalan, raksasa manufaktur PC seperti Asus, Dell, HP, Lenovo, dan Samsung dengan cepat memamerkan lini produk PC dan laptop terbaru mereka yang ditenagai oleh chip-chip anyar tersebut, memberikan gambaran nyata tentang masa depan teknologi personal.
Meskipun industri teknologi global masih dibayangi oleh potensi kelangkaan DRAM, sebuah isu yang timbul akibat lonjakan permintaan kolosal dari pusat data AI dan server yang terus berkembang, CES tahun ini tetap menyala dengan semangat inovasi. Ribuan pengunjung disuguhi beragam laptop baru yang ramping dan bertenaga, prototipe perangkat yang futuristik dan unik, hingga aksesori serta perangkat pendukung PC yang menunjukkan bahwa industri ini, meskipun terbilang matang, tidak pernah berhenti berinovasi. Perkembangan ini, seperti yang dikutip detikINET dari Techspot pada Rabu (21/1/2026), menegaskan resiliensi dan adaptabilitas ekosistem PC dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang baru.
Intel: Panther Lake Mengaum dengan Core Ultra Series 3
Intel membuka rangkaian pengumuman dengan gebrakan besar, memperkenalkan platform mobile terbarunya yang sangat dinanti, Core Ultra Series 3, dengan nama kode "Panther Lake." Generasi prosesor mutakhir ini dirancang untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Intel dalam performa dan efisiensi, mencatat lonjakan performa yang signifikan di berbagai lini, terutama di sisi grafis terintegrasi. Intel dengan bangga mengklaim bahwa GPU Arc B390 yang terintegrasi di Panther Lake mengalami peningkatan performa hingga 77% yang menakjubkan dibandingkan generasi sebelumnya, Lunar Lake. Peningkatan ini tidak hanya berarti pengalaman gaming yang lebih mulus dengan frame rate yang lebih tinggi, tetapi juga akselerasi signifikan untuk tugas-tugas kreatif seperti pengeditan video 4K, rendering 3D, dan pemrosesan gambar berbasis AI. Kemampuan ray tracing yang disempurnakan dan dukungan untuk teknologi upscaling berbasis AI menjanjikan visual yang lebih realistis dan imersif, bahkan pada pengaturan grafis yang lebih tinggi.
Tidak hanya grafis, kinerja CPU Panther Lake juga mengalami peningkatan substansial, naik sekitar 60%. Peningkatan ini memungkinkan multitasking yang lebih responsif, eksekusi aplikasi berat yang lebih cepat, dan kinerja keseluruhan yang lebih gesit untuk beban kerja produktivitas dan komputasi yang intensif. Arsitektur hybrid yang ditingkatkan, dengan kombinasi performance core (P-core) dan efficiency core (E-core) yang lebih cerdas, memastikan alokasi daya yang optimal untuk performa puncak saat dibutuhkan dan efisiensi maksimal untuk tugas-tugas ringan. Puncaknya, Intel mengklaim daya tahan baterai yang revolusioner, mampu mencapai 27 jam untuk streaming video, sebuah pencapaian yang akan sangat dihargai oleh para profesional dan konsumen yang mobilitasnya tinggi. NPU (Neural Processing Unit) yang terintegrasi juga diperkuat untuk menangani beban kerja AI on-device dengan lebih efisien, memungkinkan fitur-fitur cerdas seperti pengurangan noise pada video call, background blur, dan asisten AI yang lebih responsif tanpa membebani CPU atau GPU utama.
Qualcomm: Memperluas Jejak Snapdragon X2 dengan Varian Plus
Qualcomm, yang semakin gencar memasuki pasar PC dengan arsitektur ARM-nya, turut memperluas portofolio Snapdragon X2 dengan menghadirkan varian X2 Plus. Chip ini diposisikan strategis untuk laptop kelas yang lebih terjangkau, menjadikannya pilihan menarik bagi produsen yang ingin menawarkan perangkat dengan performa tinggi namun dengan harga yang lebih kompetitif. Meskipun X2 Plus hadir dengan jumlah core CPU yang sedikit lebih sedikit dibandingkan saudaranya, X2 Elite, ia tetap mengusung arsitektur Oryon generasi terbaru yang telah terbukti efisien dan bertenaga. Arsitektur Oryon ini dirancang khusus untuk memberikan keseimbangan optimal antara performa dan efisiensi daya, yang merupakan kunci bagi pengalaman laptop tipis dan ringan dengan daya tahan baterai luar biasa.
Salah satu fitur menonjol dari Snapdragon X2 Plus adalah NPU-nya yang tangguh, mampu mencapai 80 TOPS (Trillions Operations Per Second). Angka ini menunjukkan kemampuan pemrosesan AI yang sangat mumpuni, menempatkannya di garis depan dalam hal akselerasi AI on-device. Dengan NPU sebesar ini, laptop berbasis Snapdragon X2 Plus akan mampu menjalankan berbagai aplikasi AI generatif, fitur pengenalan suara dan gambar yang canggih, serta efek-efek AI real-time dengan kecepatan dan efisiensi yang luar biasa, membuka pintu bagi pengalaman komputasi yang lebih personal dan intuitif. Perangkat berbasis Snapdragon X2 Plus dijadwalkan mulai hadir di pasaran pada musim semi 2026, menandai ekspansi Qualcomm yang lebih luas di segmen PC Windows on ARM.
AMD: Agresif dengan Ryzen AI 400 Series untuk Laptop dan Desktop
AMD juga tampil agresif di CES 2026 dengan peluncuran Ryzen AI 400 Series, sebuah lini prosesor yang dirancang untuk memperkuat baik laptop maupun desktop generasi mendatang. Chip ini masih menggunakan core Zen 5 yang inovatif, yang dikenal dengan peningkatan instruksi per siklus (IPC) yang signifikan dan efisiensi daya yang superior. Namun, peningkatan paling mencolok pada Ryzen AI 400 Series adalah NPU yang lebih kencang, mampu mencapai hingga 60 TOPS. Kapasitas NPU ini memungkinkan pemrosesan tugas-tugas AI yang lebih kompleks dan intensif secara lokal, mengurangi ketergantungan pada cloud dan meningkatkan privasi serta kecepatan respons aplikasi AI. Selain itu, chip ini dibekali dengan akses memori yang lebih cepat, sebuah faktor krusial untuk kebutuhan AI yang seringkali melibatkan pemrosesan kumpulan data besar. Kecepatan memori yang lebih tinggi memastikan bahwa NPU dapat mengakses data yang dibutuhkan dengan minimal latency, memaksimalkan efisiensi pemrosesan AI.
Yang membedakan AMD dari para pesaingnya adalah penekanan mereka pada segmen desktop. AMD dengan tegas menegaskan keunggulannya dengan menghadirkan prosesor AI yang dirancang khusus untuk desktop, berbeda dari pesaing yang lebih fokus pada solusi AI untuk laptop. Pendekatan ini membuka peluang besar bagi para kreator konten, peneliti, developer, dan pengguna power user yang membutuhkan performa AI maksimal di stasiun kerja mereka. Dengan kemampuan AI di desktop, pengguna dapat menjalankan model AI generatif yang lebih besar, melakukan machine learning secara lokal, dan mengakselerasi aplikasi profesional yang memanfaatkan AI untuk desain, simulasi, atau analisis data. Langkah AMD ini berpotensi mengubah lanskap komputasi desktop, menjadikannya pusat inovasi AI yang lebih kuat.
Inovasi Perangkat: Dari Laptop Tipis Hingga Layar Gulung
Di sisi perangkat, para produsen PC tidak kalah inovatif dalam memamerkan bagaimana chip-chip baru ini diterjemahkan menjadi pengalaman pengguna yang luar biasa.
Lenovo mencuri perhatian dengan rangkaian produk berbasis chip terbaru dari Intel, AMD, dan Qualcomm, menunjukkan fleksibilitas dan komitmennya untuk menawarkan pilihan terbaik bagi konsumen. ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition menjadi salah satu laptop pertama yang ditenagai oleh Core Ultra Series 3 dari Intel, menjanjikan kombinasi performa bisnis yang tak tertandingi, daya tahan baterai yang fenomenal, dan fitur-fitur keamanan canggih, dibalut dalam desain yang ikonik dan ringan. Sementara itu, Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menawarkan opsi prosesor lintas vendor, memberikan kebebasan bagi konsumen untuk memilih platform yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa mengorbankan desain premium dan fitur-fitur inovatif khas seri Yoga. Namun, yang paling mencengangkan adalah prototipe laptop gaming dengan layar rollable yang revolusioner. Perangkat ini dapat diperluas secara mulus dari ukuran 16 inci yang ringkas menjadi 24 inci yang imersif, mengubah pengalaman gaming dan produktivitas dengan memberikan fleksibilitas layar yang belum pernah ada sebelumnya.
Dell menandai kembalinya lini XPS ke pasar konsumen dengan desain yang lebih tipis dan elegan, serta layar tandem OLED berukuran 14 inci dan 16 inci yang memukau. Seluruh lini XPS terbaru ini ditenagai oleh Core Ultra Series 3 dari Intel, menjanjikan performa kelas atas, efisiensi daya, dan pengalaman visual yang tak tertandingi berkat panel OLED yang kaya warna dan kontras. Dell juga memperluas lini Alienware ke segmen harga yang lebih terjangkau, memungkinkan lebih banyak gamer untuk merasakan pengalaman gaming premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Selain itu, Dell memamerkan monitor UltraSharp 52 inci beresolusi 6K yang luar biasa, terintegrasi dengan Thunderbolt Hub. Monitor ini dirancang untuk para profesional kreatif dan power user yang membutuhkan ruang kerja digital yang luas, akurasi warna yang superior, dan konektivitas serbaguna.
HP menghadirkan pendekatan unik melalui EliteBoard G1a, sebuah komputer berbasis Ryzen yang seluruh komponen intinya tertanam di dalam keyboard. Desain modular ini menawarkan solusi ringkas dan hemat ruang, ideal untuk lingkungan kerja modern atau pengguna yang mencari estetika minimalis. Untuk segmen bisnis, HP memperkenalkan EliteBook X G2, sebuah laptop bisnis premium yang tersedia dalam varian prosesor AMD, Intel, maupun Qualcomm. Pilihan platform yang beragam ini memastikan bahwa perusahaan dapat memilih konfigurasi yang paling sesuai dengan kebijakan TI, kebutuhan performa, dan preferensi ekosistem mereka, sambil tetap mendapatkan fitur keamanan dan manajemen kelas enterprise yang menjadi ciri khas EliteBook.
Samsung memanfaatkan CES untuk menampilkan Galaxy Z TriFold, sebuah ponsel lipat yang mendorong batas-batas konvergensi perangkat. Dengan layar yang dapat diperluas hingga 10 inci, Galaxy Z TriFold menawarkan pengalaman yang mendekati PC dalam format yang sangat portabel, ideal untuk produktivitas saat bepergian dan konsumsi media. Selain itu, Samsung memperbarui lini Galaxy Book6 yang populer, seluruhnya berbasis pada Core Ultra Series 3 dari Intel. Model Galaxy Book6 Ultra bahkan menawarkan opsi GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 dan 5070, menargetkan para kreator konten, engineer, dan gamer yang membutuhkan performa grafis maksimal untuk tugas-tugas yang paling menuntut.
Secara keseluruhan, CES 2026 memperlihatkan sebuah kompetisi yang semakin ketat dan dinamis di seluruh ekosistem PC, mulai dari level chip yang menjadi otak perangkat hingga perangkat akhir yang memberikan pengalaman langsung kepada pengguna. Para pemain utama tidak hanya berfokus pada peningkatan performa raw, tetapi juga pada efisiensi daya, integrasi AI yang mendalam, dan inovasi form factor yang radikal. Meskipun tantangan pasokan memori akibat lonjakan permintaan data center AI masih menghantui, industri PC tampak berupaya keras menjaga momentum pertumbuhan positif yang telah dicatatnya sepanjang tahun 2025. Dengan dorongan inovasi yang kuat, terutama di sektor AI, masa depan komputasi personal terlihat semakin cerah dan penuh potensi, siap untuk menawarkan pengalaman yang lebih cerdas, personal, dan imersif bagi miliaran pengguna di seluruh dunia.
(asj/asj)

