BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kabar miring menerpa rumah tangga komedian Dede Sunandar dengan sang istri, Karen Hertatum. Setelah Dede Sunandar sempat angkat bicara mengenai problematika rumah tangganya, kini giliran sang istri, Karen Hertatum, yang membeberkan kondisi terkini hubungan mereka yang telah terjalin selama 12 tahun. Dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Dilan Janiyar, Karen Hertatum dengan berlinang air mata menceritakan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang pernah dialaminya dari Dede Sunandar, serta isu perselingkuhan yang juga menghampiri hubungan mereka.
Dengan suara bergetar, Karen Hertatum menggambarkan momen-momen kelam ketika dirinya menjadi korban kekerasan fisik dari Dede Sunandar. Ia mengaku merasa direndahkan dan diperlakukan layaknya bukan manusia. "Di situ aku dihajar habis-habisan. Sudah kayak aku tuh kayak sudah bukan manusia, dijambak, ditarik, aku dihajar," ungkapnya dengan pilu, sebagaimana terekam dalam sebuah tayangan yang beredar pada Rabu, 13 Mei 2026. Pengakuan ini semakin menambah bobot kesedihan ketika ia melanjutkan ceritanya tentang bagaimana anak sulung mereka turut menjadi saksi, bahkan korban, dari amukan Dede Sunandar.
Menurut penuturan Karen, sang anak sulung berusaha melerai ketika Dede Sunandar terlibat pertengkaran hebat dengan dirinya. Upaya sang anak untuk membela ibunya berujung pada luka fisik. "Di situ anak aku yang pertama ngebela aku sampai dia kena tonjokan. Anak aku yang ngelindungi, ‘Papa udah papa’. Anak aku sampai bibirnya pecah, berdarah karena ngelindungi aku," cerita Karen dengan mata sembab, menunjukkan betapa dalam luka emosional dan fisik yang dialami keluarganya.
Menanggapi pengakuan sang istri yang telah menjadi konsumsi publik, Dede Sunandar akhirnya memberikan klarifikasi. Melalui tayangan Insert Siang pada hari yang sama, Dede menyatakan bahwa apa yang disampaikan istrinya tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. "Sebenarnya apa yang diomongin sama istri gak bagus juga sih buat jadi konsumsi publik. Cuma ya gimana ya… nggak semuanya benar juga, nggak semuanya salah juga," ujar Dede Sunandar, menyiratkan adanya perspektif yang berbeda dalam melihat kejadian tersebut.
Dede Sunandar menegaskan bahwa ia menyadari kesalahannya dalam rumah tangga dan telah berusaha untuk introspeksi diri. Ia mengungkapkan penyesalannya dan pengakuannya bahwa dirinya mungkin banyak melakukan kesalahan terhadap sang istri. "Intinya saling introspeksi diri aja dari Dede mungkin banyak salah ke istri. Saya udah minta maaf ke keluarganya sudah minta maaf," sambungnya, menunjukkan niat untuk memperbaiki diri dan hubungan.
Lebih lanjut, Dede Sunandar mengaku telah menonton podcast di mana istrinya menceritakan segala keluh kesahnya. Meskipun demikian, ia belum berhasil bertemu langsung dengan Karen Hertatum. Pelawak berusia 35 tahun ini mengungkapkan bahwa ia telah menemui orang tua Karen dan menyampaikan permohonan maafnya. "Saya minta maaf ke keluarganya udah, nyerahin ke keluarganya juga udah, ngomong ke istri pun udah, meskipun melalui handphone. Dede maunya ketemu sama istri dari dianya ulur-ulur waktu," tutur Dede, menjelaskan upaya komunikasinya yang belum membuahkan hasil tatap muka.
Dalam pengakuannya yang lebih spesifik mengenai insiden KDRT, Dede Sunandar membenarkan bahwa hal tersebut memang pernah terjadi. Ia mengaitkan kejadian tersebut dengan emosinya yang saat itu sedang memuncak. "Betul memang itu betul. Cuma itu berapa tahun lalu. Anak aku ngalangin mungkin aku lagi emosi. KDRT-nya karena dia bawa teman cowoknya terus minum-minuman di rumah," akunya, memberikan latar belakang kejadian yang memicu amarahnya.
Dede Sunandar menjelaskan bahwa ia sedang berada di luar kota ketika mendengar kabar tersebut, dan hal itu membuatnya tidak nyaman. "Aku di luar kota dengarnya nggak srek makanya terjadi itu. Intinya salahlah KDRT itu gak benar, Dede akui salah, Dede minta maaf sama dia," tegasnya, kembali menegaskan penyesalannya atas tindakan KDRT yang dilakukannya.
Situasi rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum yang kini menjadi sorotan publik ini, memperlihatkan kompleksitas permasalahan dalam sebuah hubungan. Pengakuan Dede Sunandar atas KDRT menjadi titik krusial yang perlu ditanggapi dengan serius, mengingat dampaknya yang mendalam tidak hanya pada korban langsung, tetapi juga pada anak-anak yang menjadi saksi. Pernyataan Dede yang menyebutkan bahwa apa yang disampaikan istrinya "nggak semuanya benar juga, nggak semuanya salah juga" mengindikasikan adanya upaya untuk membela diri atau memberikan konteks lain atas kejadian yang terjadi. Namun, pengakuannya sendiri bahwa KDRT itu salah dan ia telah meminta maaf, setidaknya membuka pintu untuk rekonsiliasi atau penyelesaian masalah secara lebih konstruktif.
Dede Sunandar, yang dikenal publik sebagai seorang pelawak, kini menghadapi ujian berat dalam kehidupan pribadinya. Pengalaman KDRT yang diakuinya, ditambah dengan isu perselingkuhan yang diungkapkan oleh istrinya, tentu memberikan pukulan telak bagi citra dan reputasinya. Perjuangan untuk memulihkan kepercayaan dan memperbaiki hubungan keluarga bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika luka yang ditimbulkan begitu dalam. Pengakuan Dede bahwa ia telah meminta maaf kepada keluarga istrinya dan juga kepada sang istri melalui telepon menunjukkan bahwa ia mulai mengambil langkah-langkah untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun, keinginan untuk bertemu langsung dengan istrinya yang tampaknya masih enggan bertemu, menunjukkan adanya jurang pemisah yang perlu dijembatani.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya KDRT, seperti emosi yang memuncak dan ketidaknyamanan atas perilaku pasangan, seringkali menjadi alasan yang dikemukakan. Namun, penting untuk diingat bahwa emosi yang bergejolak bukanlah pembenaran untuk melakukan kekerasan fisik. KDRT adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apapun. Penyesalan dan pengakuan Dede Sunandar atas kesalahannya merupakan langkah awal yang positif, namun proses pemulihan dan rekonsiliasi membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak.
Hubungan yang telah terjalin selama 12 tahun tentu memiliki sejarah dan kenangan yang berharga, namun juga rentan terhadap masalah yang kompleks. Pengungkapan masalah rumah tangga ke publik melalui media, seperti podcast, meskipun dapat menjadi sarana untuk mencari dukungan atau keadilan, juga memiliki risiko tersendiri. Hal ini dapat memperkeruh suasana dan menambah beban emosional bagi semua pihak yang terlibat, termasuk anak-anak. Idealnya, permasalahan rumah tangga diselesaikan secara privat atau melalui mediasi profesional, namun dalam kasus ini, kedua belah pihak tampaknya telah memilih jalur yang berbeda.
Kondisi rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum saat ini menjadi cerminan bahwa di balik tawa dan canda di layar kaca, kehidupan pribadi para figur publik juga dapat diliputi oleh cobaan yang berat. Pengakuan Dede Sunandar atas kesalahannya, termasuk KDRT, menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga dan menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif. Harapannya, proses penyelesaian masalah ini dapat berjalan dengan baik demi kebaikan semua pihak, terutama anak-anak yang menjadi korban tak bersalah dari perselisihan orang tua mereka. Upaya Dede untuk memperbaiki diri dan hubungannya patut diapresiasi, namun proses penyembuhan luka dan pemulihan kepercayaan akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

