BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – AC Milan berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lawatan mereka ke markas Cremonese pada lanjutan Liga Italia yang digelar di Stadion Giovanni Zini, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Kemenangan dramatis dengan skor 2-0 ini diraih berkat dua gol yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan, membenamkan perlawanan gigih tim tuan rumah yang dikawal oleh Emil Audero. Pertandingan ini menjadi saksi bisu kegigihan kedua tim, namun pada akhirnya, kualitas dan ketenangan AC Milan di saat-saat gentinglah yang membuahkan hasil.
Sejak awal laga, Cremonese menunjukkan niat untuk memberikan kejutan. Pasukan tuan rumah tampil menyerang dan berani sejak menit-menit awal, menciptakan tiga percobaan tembakan dalam sepuluh menit pertama. Meskipun inisiatif serangan ini patut diacungi jempol, namun sayangnya, belum ada satupun yang mampu mengarah tepat ke gawang AC Milan yang dijaga oleh Mike Maignan. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan Milan, meskipun di bawah tekanan, masih mampu mengantisipasi ancaman dari Cremonese.
AC Milan sendiri bukannya tanpa peluang. Di menit ke-33, Rafael Leao berhasil lepas dari jebakan offside dan mendapatkan kesempatan emas untuk mencetak gol. Ia melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun sayang, bola masih belum menemui sasaran. Peluang ini menjadi salah satu dari sekian banyak kesempatan yang dimiliki Leao sepanjang pertandingan, yang seolah belum menemukan sentuhan terbaiknya hingga momen-momen krusial.
Tak mau kalah, Cremonese kembali mengancam gawang Milan melalui skema serangan balik yang cepat di menit ke-35. Morten Thorsby, dengan kecepatannya, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, namun sigap diamankan oleh Mike Maignan yang menunjukkan refleks gemilang. Maignan menjadi benteng kokoh bagi Milan, menggagalkan beberapa upaya berbahaya dari Cremonese.
Menjelang babak pertama usai, Christian Pulisic dari AC Milan juga membuang sebuah kesempatan yang cukup baik di menit ke-43. Tembakan pemain asal Amerika Serikat ini berhasil dibendung oleh kiper Cremonese, Emil Audero, yang menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan. Audero menjadi tembok pertahanan terakhir bagi Cremonese, melakukan penyelamatan demi penyelamatan untuk menjaga gawangnya tetap steril.
Babak kedua pun tak kalah sengit. Kedua tim saling bertukar serangan, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah bagi kedua kubu. Rafael Leao kembali menjadi sorotan di menit ke-72 ketika ia mendapatkan kesempatan emas lainnya di dalam kotak penalti Cremonese. Namun, tembakannya kali ini terlihat lemah dan dengan mudah ditangkap oleh Emil Audero. Seolah belum cukup, semenit kemudian, Leao kembali mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari depan kotak penalti. Sekali lagi, Emil Audero menunjukkan ketangguhannya dengan kembali mengamankan bola tembakan pemain asal Portugal tersebut.
Pertandingan tampak akan berakhir imbang tanpa gol, namun di menit ke-90, kebuntuan akhirnya terpecah. AC Milan berhasil membuka keunggulan 1-0 berkat gol bunuh diri yang tidak disengaja dari Strahinja Pavlovic. Gol ini tercipta setelah bola hasil sundulan Koni De Winte secara tidak sengaja membelok dan masuk ke gawang Cremonese yang dijaga oleh Audero. Gol ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang telah berjuang keras menahan gempuran Milan.
Tak lama berselang, di masa injury time, Rafael Leao akhirnya berhasil mengunci kemenangan AC Milan dengan skor 2-0. Kali ini, ia berhasil menuntaskan sebuah serangan balik yang cepat dan terorganisir dengan baik. Berawal dari assist gemilang dari Christopher Nkunku, Leao dengan tenang menceploskan bola melewati Emil Audero yang tak berdaya. Gol ini menjadi penutup yang manis bagi AC Milan dan memastikan mereka pulang dengan membawa tiga poin penuh.
Dengan kemenangan ini, AC Milan berhasil mengumpulkan 57 poin dan kokoh bertengger di posisi kedua klasemen sementara Serie A. Di sisi lain, Cremonese masih tertahan di urutan ke-17 dengan raihan 24 poin, masih harus berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Pertandingan ini menunjukkan betapa pentingnya momentum dan ketenangan dalam mengeksekusi peluang, terutama di menit-menit akhir pertandingan yang seringkali menentukan.
Susunan Pemain:
Cremonese: Audero; Luperto, Bianchetti, Folino; Pezzella, Thorsby, Maleh, Vandeputte, Zerbin; Vardy, Bonazzoli.
AC Milan: Tomori, De Winter, Pavlovic; Saelemaekers, Fofana, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Leao, Pulisic.
Pertandingan antara Cremonese dan AC Milan ini memang tidak hanya menyajikan drama di akhir laga, tetapi juga memperlihatkan dinamika permainan yang menarik. Cremonese, meskipun kalah, menunjukkan semangat juang yang tinggi dan perlawanan yang gigih, terutama di babak pertama. Mereka mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya dan membuat lini pertahanan Milan bekerja keras. Ketidaksigapan dalam penyelesaian akhir menjadi salah satu faktor yang merugikan mereka.
Di sisi lain, AC Milan menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan untuk bangkit di saat-saat krusial. Meskipun beberapa pemain kunci seperti Rafael Leao terlihat kesulitan menemukan ritme terbaiknya di sepanjang pertandingan, namun pada akhirnya, mereka mampu memanfaatkan peluang yang ada. Gol-gol telat ini tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menjadi suntikan moral yang berharga bagi Rossoneri dalam perburuan gelar juara.
Statistik pertandingan ini menunjukkan dominasi AC Milan dalam penguasaan bola, namun Cremonese unggul dalam jumlah tembakan yang mengarah ke gawang, meskipun tidak terlalu banyak. Hal ini mencerminkan gaya bermain Cremonese yang lebih mengandalkan serangan balik cepat dan langsung ke jantung pertahanan lawan. AC Milan, dengan skema permainan yang lebih sabar, mencoba membangun serangan dari lini tengah dan sayap, namun seringkali terbentur tembok pertahanan Cremonese yang solid.
Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi AC Milan, mengingat persaingan ketat di papan atas klasemen Serie A. Tambahan tiga poin ini membuat mereka semakin dekat dengan puncak klasemen dan menjaga asa untuk meraih Scudetto musim ini. Di sisi lain, Cremonese harus segera mengevaluasi performa mereka dan mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas serangan serta ketahanan pertahanan mereka agar dapat menghindari jurang degradasi.
Perlu dicatat bahwa pertandingan ini juga menampilkan beberapa nama pemain yang menarik. Di kubu Cremonese, kehadiran Jamie Vardy, meskipun di akhir karirnya, masih menjadi ancaman tersendiri. Sementara itu, di AC Milan, kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Leao, Pulisic, Modric, dan Rabiot menunjukkan potensi besar tim asuhan Massimiliano Allegri.
Pertandingan ini mengajarkan kita bahwa dalam sepak bola, tidak ada hasil yang pasti hingga peluit panjang dibunyikan. Gol-gol di menit akhir bisa datang kapan saja dan mengubah jalannya pertandingan secara dramatis. Cremonese patut mendapatkan apresiasi atas perlawanan mereka, namun AC Milan membuktikan diri sebagai tim yang memiliki mental juara dan kemampuan untuk meraih kemenangan, bahkan ketika pertandingan berjalan sulit. Perjalanan Serie A masih panjang, dan setiap poin sangat berarti dalam perebutan gelar juara dan pertempuran untuk bertahan di kasta tertinggi.

