BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Selebgram sekaligus dokter koas yang tengah menempuh pendidikan kedokteran, Cindy Rizap, merayakan momen Idul Fitri tahun ini dengan penuh kehangatan bersama keluarga besar. Perayaan yang tak terlupakan ini dilaksanakan di kediaman orang tuanya yang berlokasi di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegembiraan Cindy semakin berlipat ganda karena acara Lebaran kali ini turut dihadiri oleh sanak saudara yang datang dari Palembang, menambah semarak suasana berkumpulnya keluarga besar. "Keseruan dari awal sampai akhir acara Lebaran hari pertama di rumah aku. Eh, terus rasanya sih capek di penghujung hari ini, cuman senang juga karena bisa berkumpul sama keluarga aku yang jauh dari Palembang sana pada berkumpul semua di sini gitu," ungkap Cindy Rizap dengan senyum sumringah saat ditemui di Cikarang, Kabupaten Bekasi, kemarin.
Tradisi Lebaran yang selalu dinamis menjadi salah satu ciri khas keluarga besar Cindy. Setiap tahunnya, lokasi berkumpul selalu berpindah, menciptakan pengalaman baru dan mencegah rasa monoton. Untuk perayaan Idul Fitri tahun ini, giliran rumah orang tua Cindy yang berkesempatan menjadi tuan rumah untuk acara open house. "Kalau dari tahun ke tahun biasanya memang selalu kumpul. Kemarin tuh, tahun kemarin di rumahnya kakak mamaku, gitu. Terus tahun ini memang di rumah orang tua aku. Terus tahun depan nanti kita pindah lagi biar nggak monoton gitu," jelas Cindy. Ia menambahkan bahwa tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) serta bermain games dan uang-uangan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan keluarga, meskipun ia sendiri sudah beranjak dewasa.
Meskipun mayoritas anggota keluarganya memiliki profesi sebagai dokter, momen Lebaran tetap menjadi kesempatan berharga untuk bersua dan mempererat tali silaturahmi. Kesibukan profesi yang menuntut, seperti jadwal praktik yang padat dan urusan bisnis yang tak kalah penting, terkadang membuat pertemuan keluarga menjadi langka. Namun, semangat kekeluargaan senantiasa membara, mendorong setiap anggota keluarga untuk menyempatkan diri hadir di hari yang suci ini. "Jadi memang tiap Lebaran sih mereka selalu nyempet-nyempetin saja. Ini belum semuanya tuh keluarga aku, karena kan masih ada yang praktek juga gitu. Terus juga papaku masih ngurusin bisnis-bisnisnya, gitu," ujar Cindy, menjelaskan bahwa tidak semua anggota keluarga dapat hadir lantaran masih ada yang bertugas.
Sebagai seorang keturunan Palembang, Cindy tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati hidangan khas daerahnya yang kaya rasa. Salah satu makanan yang paling dinantikannya adalah pempek, hidangan ikonik dari Sumatera Selatan. "Nah itu sudah paling enak tuh, wong kito galo," ucap Cindy dengan bangga, merujuk pada pepatah khas Palembang yang berarti "kita semua orang Palembang", menunjukkan kecintaannya pada budaya dan kuliner daerah asalnya. Kelezatan pempek, dengan kuah cuko yang khas dan tekstur ikan yang kenyal, menjadi pengobat rindu akan kampung halaman, apalagi saat berkumpul dengan keluarga besar.
Pengalaman merayakan Lebaran di luar negeri pernah dirasakan Cindy pada tahun 2019 ketika ia berlibur ke Belanda. Pengalaman tersebut justru memberikannya pelajaran berharga dan menumbuhkan rasa rindu yang mendalam akan suasana Lebaran di Indonesia. Berbeda dengan hidangan khas Lebaran yang penuh cita rasa seperti opor ayam, rendang, dan berbagai macam kue tradisional, di Belanda ia hanya dapat menikmati sajian sederhana seperti scrambled egg dan roti. "Aku waktu itu pernah tuh 2019 liburan di Belanda waktu Lebaran. Wah, itu rasanya nggak enak banget, nggak makan opor, nggak makan rendang, dan segala macam. Kita cuman makan scrambled egg, terus roti-rotian doang. Itu nggak enak banget deh Lebaran di luar negeri," tuturnya dengan nada sedikit menyesal. Pengalaman tersebut menjadi pengalaman terakhirnya merayakan Lebaran di luar negeri, karena ia dan keluarganya sepakat bahwa kehangatan dan keakraban Lebaran di Indonesia tak tergantikan. "Terus akhirnya aku sama keluargaku belajar, jangan lagi Lebaran di luar negeri. Pokoknya paling enak memang Lebaran di Indonesia ternyata," tegasnya.
Tradisi bagi-bagi THR tetap menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran di keluarga Cindy. Ia bersyukur bahwa meskipun usianya sudah tidak lagi muda dan ia sudah berpenghasilan sendiri, orang tuanya masih senantiasa memberikannya THR. Hal ini menunjukkan kasih sayang dan perhatian orang tua yang tak pernah putus, meskipun ia telah beranjak dewasa. "Memang sih selalu kita bagi-bagi THR, jadi tuan rumah yang menyiapkan THR. Terus tahun depan berarti aku yang dapat THR, gitu," kata Cindy sambil tersenyum, mengisyaratkan bahwa tradisi ini akan terus berlanjut. Pembagian THR ini bukan hanya sekadar pemberian uang, tetapi juga simbol kebersamaan dan keberkahan yang dibagikan di hari yang fitri.
Meskipun berkumpul dengan keluarga besar yang mayoritas berprofesi sebagai dokter, Cindy menegaskan bahwa momen Lebaran tetap menjadi waktu yang santai dan penuh keakraban. Perbedaan latar belakang profesi tidak lantas mengurangi kehangatan dan keceriaan yang tercipta. Justru, momen ini menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari dan menikmati kebersamaan tanpa beban. "Kalau makan sih Lebaran hantam saja semuanya. Yang penting vitaminnya dikencengin sih kalau kami, gitu," pungkasnya sambil tertawa. Pernyataannya ini menyiratkan bahwa di hari Lebaran, segala jenis hidangan disantap dengan penuh kenikmatan, tanpa terlalu mengkhawatirkan asupan kalori atau nutrisi, yang terpenting adalah menikmati momen kebersamaan dan kebahagiaan bersama keluarga.

