0

Catatan Joe Cole untuk Alexander-Arnold: Waspadai Disiplin Bertahan di Real Madrid

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Performa Trent Alexander-Arnold bersama Real Madrid dalam pertandingan Liga Champions melawan Benfica di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB, memang menuai sorotan. Meskipun tampil penuh selama 90 menit dan timnya berhasil meraih kemenangan 2-1, yang memastikan langkah mereka ke perempat final dengan agregat 3-1, eks pemain Chelsea dan Liverpool, Joe Cole, memberikan catatan kritis terutama pada aspek pertahanan sang bek asal Inggris. Gol tunggal Benfica yang dicetak oleh Rafa Silva menjadi bukti bahwa lini belakang Madrid, termasuk Alexander-Arnold, masih memiliki celah yang bisa dieksploitasi oleh lawan.

Dalam pertandingan tersebut, Alexander-Arnold tercatat melakukan dua intersep, tiga sapuan, dan satu kali pelanggaran. Angka-angka ini, meskipun menunjukkan adanya upaya dalam bertahan, belum cukup meyakinkan bagi Joe Cole yang menyarankan agar pemain berusia 25 tahun ini terus meningkatkan atribut bertahannya. Persaingan ketat di skuad Real Madrid, klub dengan tradisi juara Liga Champions yang luar biasa, menuntut setiap pemain untuk tampil tanpa cela. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Dani Carvajal, yang duduk di bangku cadangan, menjadi pengingat akan standar tinggi yang harus dipenuhi.

Joe Cole secara spesifik menyoroti bagaimana taktik lawan dapat memanfaatkan perbedaan gaya bermain Alexander-Arnold dibandingkan dengan bek kanan reguler Madrid lainnya, Dani Carvajal. "Ini tentang bagaimana mereka memanfaatkannya secara taktis, karena dia adalah tipe pemain yang sangat berbeda dibandingkan [Dani Carvajal]," ujar Cole kepada TNT Sports. Ia merujuk pada situasi di mana umpan satu-dua sederhana di area sayap nyaris membahayakan pertahanan Madrid. Hal ini menunjukkan bahwa, terlepas dari kehebatannya dalam menyerang dan menciptakan peluang, ada aspek fundamental dalam bertahan yang perlu dibenahi oleh Alexander-Arnold.

"Ada umpan satu-dua sederhana di area sayap, dan Benfica hampir saja menembus pertahanan. Saya tahu betapa hebatnya dia sebagai pemain, tetapi inilah situasinya ketika Anda berada di Real Madrid dan Anda memiliki pemenang enam gelar Liga Champions yang duduk di bangku cadangan menunggu untuk masuk," tambah Cole, menekankan bahwa di klub sebesar Real Madrid, setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal, dan setiap pemain harus siap bersaing dan menunjukkan performa terbaik. Pengalaman bermain di klub dengan sejarah dan tekanan sebesar Real Madrid tidak mentolerir kelengahan, sekecil apapun itu.

Lebih lanjut, Cole mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap beberapa momen di mana Alexander-Arnold terlihat kurang disiplin dalam menjaga area pertahanannya. "Anda hanya perlu tampil lebih baik dalam situasi-situasi seperti itu. Hal yang membuat frustrasi adalah ini menyangkut hal-hal yang lebih sederhana dalam permainan. Dia adalah seorang genius untuk urusan yang lebih rumit, tetapi dia perlu lebih disiplin memperbaiki hal-hal mendasar," pungkasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kejeniusan taktis dan kemampuan menyerang Alexander-Arnold yang sudah teruji tidak cukup jika fundamental pertahanannya masih lemah. Ia perlu menyeimbangkan antara kontribusinya di lini serang dengan tanggung jawabnya di lini belakang.

Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid dari Liverpool, sebuah langkah yang mengejutkan dunia sepak bola, tentu membawa harapan besar. Di Liverpool, ia dikenal sebagai salah satu bek sayap paling menyerang di dunia, dengan kemampuannya dalam memberikan umpan silang akurat dan menciptakan peluang gol yang luar biasa. Ia adalah arsitek serangan dari lini belakang, seringkali bertindak sebagai playmaker kedua bagi timnya. Statistik assist-nya di Liverpool selalu impresif, dan ia telah menjadi bagian integral dari kesuksesan klub tersebut dalam memenangkan berbagai trofi, termasuk Liga Champions dan Premier League. Namun, Real Madrid memiliki filosofi dan tuntutan yang berbeda.

Klub berjuluk Los Blancos ini dikenal dengan tradisi pertahanan yang kokoh dan kemampuan mereka untuk memenangkan pertandingan bahkan ketika tidak bermain dalam performa terbaik. Carlo Ancelotti, sang pelatih, adalah seorang manajer yang sangat menghargai keseimbangan tim dan kedisiplinan taktis. Di Madrid, seorang bek sayap tidak hanya diharapkan untuk berkontribusi dalam serangan, tetapi juga harus sangat andal dalam bertahan, menutup ruang, dan membantu lini tengah ketika tim kehilangan bola. Ini adalah peran yang sedikit berbeda dari apa yang biasa ia lakukan di Liverpool, di mana ia seringkali diberi kebebasan lebih untuk menjelajah ke lini depan.

Alexander-Arnold perlu beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan taktis ini. Ia harus mampu membaca permainan dengan lebih baik, mengantisipasi pergerakan lawan, dan membuat keputusan yang tepat kapan harus maju dan kapan harus bertahan. Kedisiplinan dalam menjaga posisinya, terutama saat transisi dari menyerang ke bertahan, menjadi krusial. Gol yang tercipta dari Rafa Silva bisa jadi merupakan akibat dari kesalahan positioning atau kurangnya penutupan ruang yang efektif. Dalam pertandingan di level tertinggi seperti Liga Champions, satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

Kehadiran pemain seperti Dani Carvajal di bangku cadangan menjadi sebuah tantangan sekaligus motivasi bagi Alexander-Arnold. Carvajal adalah bek kanan klasik Real Madrid, yang telah berpengalaman bertahun-tahun di klub ini dan memahami betul tuntutan dan budaya klub. Ia adalah pemain yang solid dalam bertahan dan memiliki pemahaman taktis yang mendalam. Dengan Carvajal yang siap menggantikan kapan saja, Alexander-Arnold harus terus membuktikan bahwa ia layak menjadi pilihan utama dengan performa yang konsisten di kedua sisi lapangan.

Pujian dari Joe Cole mengenai kejeniusan Alexander-Arnold dalam urusan yang lebih rumit menunjukkan bahwa ia tidak meragukan kualitas teknis dan visi permainannya. Namun, kritik terhadap "hal-hal mendasar" dan "disiplin memperbaiki hal-hal mendasar" adalah pesan yang jelas bahwa ia perlu fokus pada perbaikan aspek-aspek yang dianggap lebih sederhana namun esensial dalam permainan sepak bola modern. Ini termasuk komunikasi dengan rekan setim, posisi tubuh saat bertahan, kemampuan tekel yang tepat waktu, dan kesadaran akan ruang di sekitarnya.

Proses adaptasi Alexander-Arnold di Real Madrid akan menjadi salah satu cerita menarik di sisa musim ini. Jika ia mampu menyerap pelajaran dari kritik ini dan terus bekerja keras untuk memperbaiki aspek pertahanannya, ia berpotensi menjadi aset yang tak ternilai bagi Real Madrid. Namun, jika ia gagal beradaptasi, ia mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan tempat reguler di tim yang dipenuhi pemain-pemain kelas dunia yang selalu haus akan kemenangan. Perjalanan menuju kesuksesan di klub sebesar Real Madrid menuntut kesempurnaan dalam setiap aspek permainan, dan Alexander-Arnold baru saja menerima pengingat penting tentang hal itu.