Google pertama kali memperkenalkan dukungan untuk fitur berbagi data yang kompatibel dengan AirDrop ini pada seri Pixel 10 mereka yang dirilis tahun lalu, menjadikannya pionir dalam upaya menjembatani kesenjangan antara dua ekosistem teknologi terbesar di dunia. Meskipun awalnya hanya terbatas pada perangkat unggulan buatan Google sendiri, langkah ini menjadi indikasi kuat bahwa Google memiliki visi yang lebih besar. Beberapa bulan kemudian, melalui pernyataan resmi, Google mengumumkan bahwa fitur inovatif ini tidak akan selamanya menjadi eksklusivitas Pixel, melainkan akan hadir di lebih banyak perangkat Android, membuka pintu bagi jutaan pengguna untuk merasakan kemudahan yang sama.
Eric Kay, Wakil Presiden Teknik untuk Android di Google, menjadi sosok kunci yang menyampaikan kabar gembira ini. Dalam sebuah konferensi pers di Taiwan, seperti yang dikutip dari The Verge pada Minggu (8/2/2026), Kay menegaskan komitmen Google untuk memperluas kapabilitas Quick Share – fitur berbagi data cepat milik Android – agar dapat mengirim data ke perangkat Apple melalui AirDrop dalam waktu dekat. Pernyataan ini bukan sekadar janji kosong, melainkan hasil dari investasi waktu dan energi yang signifikan dari tim teknik Google. "Kami telah menghabiskan banyak waktu dan energi untuk memastikan bahwa kami dapat membangun sesuatu yang kompatibel tidak hanya dengan iPhone tapi juga iPad dan MacBook," kata Kay, menyoroti kompleksitas dan tantangan teknis dalam menciptakan interoperabilitas yang mulus antara dua platform yang berbeda arsitektur dan filosofi.
Visi Google melampaui sekadar kompatibilitas dengan iPhone; mereka bertekad untuk memastikan bahwa fitur ini dapat berfungsi dengan baik di seluruh jajaran produk Apple, termasuk iPad dan MacBook. Hal ini menunjukkan ambisi Google untuk menciptakan pengalaman berbagi data yang benar-benar universal, memungkinkan pengguna Android untuk dengan mudah mengirim foto, video, dokumen, atau file lainnya ke perangkat Apple mana pun yang berada di dekat mereka, tanpa perlu aplikasi pihak ketiga atau metode transfer yang rumit. Setelah berhasil membuktikan konsep ini, Kay menambahkan, "Kini setelah membuktikannya, kami bekerja sama dengan mitra kami untuk memperluasnya ke seluruh ekosistem, dan Anda akan segera melihat beberapa pengumuman menarik." Pernyataan ini secara jelas mengindikasikan bahwa ekspansi fitur ini akan melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai produsen perangkat Android.
Saat ini, Google Pixel 10 series memang menjadi satu-satunya ponsel Android yang memiliki kemampuan unik ini, bertindak sebagai semacam "testbed" untuk fitur krusial tersebut. Ketersediaan terbatas ini telah memicu spekulasi dan antisipasi di kalangan komunitas Android mengenai perangkat mana saja yang akan menjadi yang berikutnya. Meskipun Google belum menyebutkan mitra atau perangkat Android spesifik yang akan menerima pembaruan ini, beberapa petunjuk telah muncul. Nothing, produsen ponsel yang dikenal dengan inovasi desainnya, dan produsen chip raksasa Qualcomm, sama-sama membagikan teaser pada bulan November tahun lalu yang mengindikasikan bahwa fitur ini akan segera hadir pada perangkat mereka.
Keterlibatan Qualcomm sangatlah signifikan. Sebagai pemasok chip utama untuk sebagian besar ponsel Android di dunia, dukungan dari Qualcomm berarti bahwa fitur ini tidak hanya akan terbatas pada merek-merek tertentu, tetapi berpotensi terintegrasi secara mendalam di tingkat perangkat keras, memungkinkan adopsi yang lebih luas dan efisien di seluruh ekosistem Android. Ini adalah kunci untuk memastikan bahwa fitur ini dapat dinikmati oleh spektrum pengguna yang lebih luas, tidak hanya pada perangkat premium tetapi juga pada segmen menengah. Kolaborasi dengan Nothing juga menunjukkan bahwa Google serius dalam melibatkan berbagai pemain di ekosistem Android, termasuk merek-merek yang lebih baru dan berorientasi pada inovasi.
Eric Kay tidak memberikan jadwal pasti kapan fitur ini akan tersedia di lebih banyak perangkat Android. Namun, mengingat bahwa beberapa acara teknologi besar akan segera berlangsung, seperti Samsung Galaxy Unpacked dan Mobile World Congress (MWC), ada kemungkinan besar Google akan memilih salah satu panggung global tersebut untuk membuat pengumuman resminya. Samsung Galaxy Unpacked, yang biasanya menjadi ajang peluncuran flagship terbaru dari Samsung, bisa menjadi momen yang tepat mengingat posisi Samsung sebagai produsen ponsel Android terbesar di dunia. Sementara itu, MWC di Barcelona adalah pameran dagang seluler terbesar di dunia, tempat banyak produsen Android memamerkan inovasi terbaru mereka, menjadikannya platform ideal untuk pengumuman yang berdampak luas.
Selain upaya untuk menjembatani interoperabilitas antara Android dan AirDrop, Kay juga membahas inisiatif penting lainnya yang sedang digarap Google: mempermudah proses bagi pengguna iOS yang ingin beralih ke Android. Ini adalah masalah lama yang seringkali menjadi penghalang bagi banyak pengguna untuk berpindah platform. Pengguna yang beralih seringkali mengalami masalah seperti transfer data yang mandek, pesan yang hilang, foto yang tidak terbawa, dan berbagai kesulitan lainnya yang membuat pengalaman migrasi menjadi sangat frustrasi. Google menyadari bahwa hambatan-hambatan ini dapat menghalangi calon pengguna Android dan bertekad untuk menyelesaikannya.
Menariknya, upaya ini tidak hanya datang dari sisi Google. Apple sendiri telah menggarap metode ‘ramah pengguna’ untuk mentransfer data dari iPhone ke perangkat lainnya sejak tahun 2024. Ini merupakan langkah yang cukup mengejutkan dari Apple, yang selama ini dikenal memiliki ekosistem yang sangat tertutup. Kemungkinan besar, langkah Apple ini dipicu oleh tekanan regulasi di berbagai negara, terutama di Eropa, yang mendorong perusahaan teknologi untuk lebih membuka ekosistem mereka demi kepentingan konsumen. Kolaborasi antara Apple dan Google dalam hal ini sudah mulai terlihat dan diuji coba di Android Canary 2512 untuk perangkat Pixel pada bulan Desember, menunjukkan bahwa kedua raksasa teknologi ini secara aktif bekerja sama untuk menciptakan solusi yang lebih baik bagi pengguna.
"Kami juga akan berupaya untuk memudahkan orang-orang yang memutuskan untuk beralih untuk mentransfer data dan memastikan mereka memiliki semua data yang ada di ponsel lama mereka," ujar Kay, menekankan komitmen Google terhadap pengalaman pengguna yang mulus. Ini mencakup transfer kontak, kalender, foto, video, riwayat pesan, dan bahkan data aplikasi, yang seringkali menjadi tantangan terbesar. Dengan membuat proses migrasi menjadi lebih sederhana dan bebas masalah, Google berharap dapat menarik lebih banyak pengguna dari ekosistem iOS ke Android, menghilangkan salah satu argumen utama yang sering digunakan untuk mempertahankan pengguna di dalam "walled garden" Apple.
Kedua inisiatif ini – interoperabilitas AirDrop dan kemudahan migrasi iOS ke Android – mencerminkan visi Google yang lebih luas untuk menciptakan ekosistem Android yang lebih terbuka, mudah diakses, dan berpusat pada pengguna. Dalam dunia yang semakin terkoneksi, di mana pengguna seringkali memiliki perangkat dari berbagai merek dan sistem operasi, kemampuan untuk berbagi data dan berpindah platform dengan mudah menjadi semakin krusial. Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan pengalaman pengguna Android secara signifikan, tetapi juga mendorong persaingan yang lebih sehat di industri teknologi, memaksa semua pemain untuk berinovasi dan memberikan nilai lebih kepada konsumen.
Dengan adanya fitur Quick Share yang kompatibel dengan AirDrop, pengguna Android tidak lagi merasa terputus dari teman atau kolega yang menggunakan iPhone, iPad, atau MacBook. Mereka bisa dengan cepat dan efisien berbagi file tanpa hambatan, menghilangkan kebutuhan akan email, aplikasi perpesanan, atau layanan cloud yang terkadang lambat atau kurang praktis untuk transfer file instan. Ini adalah kemenangan bagi kenyamanan pengguna dan bukti nyata bahwa batas-batas antara ekosistem teknologi yang berbeda dapat mulai terkikis. Harapan besar kini tertumpu pada pengumuman resmi dari Google dan para mitranya, yang dinantikan akan membawa fitur revolusioner ini ke jutaan perangkat Android di seluruh dunia dalam waktu dekat, menjadikan pengalaman digital semakin mulus dan menyenangkan bagi semua.

