Pimpinan Pusat Rifa’iyah, melalui Lembaga Falakiyah Rifa’iyah (LFR), secara resmi telah mengumumkan penetapan awal bulan Rabiul Tsani 1448 Hijriah. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan yang dilakukan secara cermat oleh tim ahli falak, awal bulan Rabiul Tsani 1448 H ditetapkan jatuh pada hari Ahad (Pon), bertepatan dengan tanggal 13 September 2026 Masehi. Pengumuman ini menjadi rujukan utama bagi seluruh warga Rifa’iyah di berbagai tingkatan organisasi, mulai dari Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Ranting (PR) di seluruh Indonesia untuk menyelaraskan jadwal kegiatan keagamaan dan administratif organisasi.
Penetapan ini tertuang dalam surat pemberitahuan resmi bernomor 44/LFR/IX/2026 yang dikeluarkan di Batang pada Jumat, 11 September 2026. Keputusan ini diambil setelah Tim Pimpinan Pusat Lembaga Falakiyah Rifa’iyah melakukan sidang penentuan pada Jumat (Legi), 11 September 2026, yang bertepatan dengan 29 Rabi’ul Awal 1448 H. Dalam sidang tersebut, para ahli falak menyimpulkan bahwa penentuan awal bulan kali ini dilakukan dengan metode istikmal. Metode istikmal sendiri merupakan cara yang dilakukan dengan menggenapkan jumlah hari pada bulan sebelumnya menjadi 30 hari, apabila hilal tidak teramati atau posisi hilal belum memenuhi kriteria rukyat yang disepakati, sehingga bulan Rabi’ul Awal 1448 H digenapkan menjadi 30 hari.
Lembaga Falakiyah Rifa’iyah sebagai instansi teknis di bawah naungan Pimpinan Pusat Rifa’iyah memiliki peran krusial dalam menjaga akurasi penanggalan Hijriah. Falakiyah, atau ilmu astronomi Islam, bukan sekadar hitungan angka, melainkan instrumen penting bagi umat Islam untuk menentukan waktu-waktu ibadah dan momen-momen bersejarah dalam kalender Islam. Dengan adanya ikhbar resmi ini, warga Rifa’iyah diharapkan dapat menjalankan ibadah dan agenda organisasi dengan lebih teratur dan seragam. Pengumuman yang disampaikan pada pukul 21.00 WIB tersebut menjadi acuan bagi seluruh jaringan organisasi untuk segera menyesuaikan kalender kegiatan mereka.

Pentingnya peran LFR dalam komunitas Rifa’iyah tidak terlepas dari komitmen organisasi untuk memberikan kepastian hukum Islam dalam aspek waktu. Dalam konteks sejarah Islam, Rabiul Tsani—yang juga sering disebut sebagai Rabiul Akhir—merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Bagi warga Rifa’iyah, setiap pergantian bulan Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah. Konsistensi dalam menggunakan metode hisab dan rukyat yang dipertanggungjawabkan oleh LFR menunjukkan bahwa organisasi ini tetap memegang teguh tradisi keilmuan yang berbasis pada sains dan syariat.
Selain penetapan awal bulan, LFR juga terus aktif melakukan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemahaman astronomi dasar. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya sekadar mengikuti ketetapan, tetapi juga memahami alasan di balik penetapan tersebut, seperti konsep istikmal yang digunakan pada bulan Rabiul Tsani kali ini. Istikmal merupakan langkah syar’i yang diambil ketika kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi, sehingga penggenapan bulan menjadi 30 hari adalah pilihan yang paling sesuai dengan kaidah falakiyah yang berlaku di lingkungan Rifa’iyah.
Bagi masyarakat luas, pengumuman dari LFR ini juga bisa menjadi referensi pelengkap dalam penanggalan Hijriah. Meskipun setiap organisasi memiliki otoritas dalam menetapkan kalender masing-masing, Rifa’iyah melalui LFR selalu berusaha menyajikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sinergi antara pimpinan pusat hingga ke tingkat ranting menjadi kunci keberhasilan penyebaran informasi ini. Setelah surat pemberitahuan diterbitkan, instruksi segera diteruskan ke seluruh jajaran pengurus agar informasi ini sampai ke tingkat basis secara cepat dan tepat.
Sejarah mencatat bahwa Rifa’iyah sebagai organisasi yang berlandaskan pada pemurnian ajaran Islam selalu mengedepankan ketelitian dalam hal yang berkaitan dengan ibadah. Ilmu Falak adalah salah satu cabang ilmu yang sangat diperhatikan karena menyangkut sah atau tidaknya suatu ibadah yang terikat oleh waktu. Oleh karena itu, keberadaan Lembaga Falakiyah Rifa’iyah merupakan aset penting yang harus terus dikembangkan, baik dari segi sumber daya manusia maupun infrastruktur pengamatan astronomi.

Memasuki bulan Rabiul Tsani 1448 H, diharapkan semangat kebersamaan di lingkungan Rifa’iyah semakin meningkat. Bulan ini sering menjadi waktu di mana pengajian-pengajian rutin, kegiatan sosial, dan konsolidasi organisasi semakin digencarkan. Dengan kepastian tanggal 13 September 2026 sebagai 1 Rabiul Tsani, maka seluruh agenda yang telah direncanakan sebelumnya dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
LFR juga terus membuka ruang diskusi dan konsultasi bagi warga Rifa’iyah yang ingin mendalami lebih jauh mengenai perhitungan awal bulan. Transparansi data yang disajikan dalam setiap ikhbar merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesionalisme LFR kepada umat. Dengan berpedoman pada data-data astronomis terbaru, LFR berupaya meminimalisir perbedaan yang mungkin terjadi di lapangan, sehingga kesatuan langkah di bawah naungan Pimpinan Pusat Rifa’iyah tetap terjaga.
Sebagai penutup, seluruh warga Rifa’iyah diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari Pimpinan Pusat melalui media-media resmi organisasi terkait penetapan waktu-waktu penting. Dengan berpegang pada ikhbar resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan atau simpang siur informasi mengenai penanggalan awal bulan Rabiul Tsani. Semoga awal bulan ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, khususnya keluarga besar Rifa’iyah, dan menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan serta pengabdian kepada agama dan organisasi.
Perlu diketahui bahwa perkembangan ilmu falak akan terus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi digital. Ke depan, LFR berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi data dengan memanfaatkan teknologi perangkat lunak perhitungan astronomi yang lebih canggih. Hal ini penting untuk menjawab tantangan zaman agar penentuan awal bulan tetap relevan dengan perkembangan sains modern tanpa meninggalkan kaidah-kaidah klasik yang telah menjadi warisan para ulama terdahulu. Melalui sinergi antara tradisi dan modernitas, Lembaga Falakiyah Rifa’iyah akan terus hadir menjadi penuntun bagi umat dalam menentukan waktu-waktu ibadah yang tepat, akurat, dan membawa kedamaian bagi seluruh warga Rifa’iyah.
