0

Video Lama Pacar Lamine Yamal Viral, Lebih Pilih Bellingham

Share

Sebuah video lama yang menampilkan Ines Garcia, kekasih dari pesepakbola muda sensasional Lamine Yamal, kini kembali viral dan memicu perdebatan sengit di jagat maya. Dalam klip tersebut, influencer kecantikan yang dikenal dengan konten-kontennya seputar gaya hidup dan makeup itu membuat beberapa pernyataan kontroversial, termasuk pengakuannya bahwa ia mengenal nama-nama pemain sepak bola profesional justru karena hubungan asmara mereka dengan para selebriti atau influencer lain. Puncak dari kegaduhan ini adalah ketika ia, dalam sebuah momen candaan, memilih nama "Bellingham" saat dihadapkan pada pilihan antara Lamine Yamal atau Kylian Mbappe. Reaksi publik pun terpecah belah, menunjukkan betapa sensitifnya topik hubungan antara atlet dan pasangannya di mata khalayak ramai.

Video yang diunggah pada Oktober 2025 di platform TikTok ini memperlihatkan Ines Garcia, yang saat itu berusia 20 tahun, dengan gaya bicaranya yang lugas dan blak-blakan. Dalam salah satu segmen yang paling banyak disorot, ia secara terang-terangan menyebut bahwa ia mengenal Lamine Yamal tidak dari prestasinya di lapangan hijau, melainkan dari "percintaannya" dengan mantan pacar Lamine yang dikatakannya adalah penyanyi asal Argentina, Nicki Nicole. Namun, perlu diklarifikasi bahwa ini kemungkinan adalah kesalahpahaman atau Ines merujuk pada jenis hubungan yang umum terjadi di kalangan selebriti, karena Nicki Nicole diketahui menjalin hubungan dengan figur publik lain seperti Peso Pluma, dan Lamine Yamal sendiri masih sangat muda. Pernyataan ini kemudian berlanjut pada pandangannya yang kritis terhadap motif di balik hubungan antara perempuan dan pemain sepak bola kaya.

Ines Garcia tidak ragu-ragu menuturkan bahwa banyak perempuan yang menjalin hubungan dengan pemain sepak bola miliarder kemungkinan besar termotivasi oleh harta melimpah yang dimiliki para atlet tersebut. Ia bahkan secara spesifik menyinggung Nicki Nicole dalam konteks ini, mengatakan, "Jika dia bukan seorang jutawan atau pemain sepak bola, Nicki Nicole bahkan tidak akan meliriknya dua kali." Komentar ini sontak memicu gelombang kritik dari sebagian netizen yang menuduhnya meremehkan hubungan dan menggeneralisasi perempuan. Namun, tak sedikit pula yang membela Ines, menganggap pernyataannya sebagai sebuah kejujuran pahit tentang realitas di dunia selebriti dan atlet profesional.

Puncak dari kontroversi video tersebut terjadi ketika Ines Garcia diberikan pertanyaan pilihan oleh temannya. Temannya memulai dengan menyebut, "Lamine Yamal atau Mbappe?" Sebelum Ines menjawab, temannya menyela dengan, "Bellingham," yang kemudian disambut tawa dan timpal balik oleh Ines, "Tentu saja Bellingham." Momen ini langsung menjadi sorotan utama. Bagi sebagian besar penonton, kalimat "Tentu saja Bellingham" diartikan sebagai pilihan langsung Ines terhadap Jude Bellingham, seorang bintang muda Real Madrid dan rival klub Lamine Yamal, Barcelona. Ini dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan atau bahkan penghinaan terhadap kekasihnya sendiri, Lamine Yamal. Namun, banyak pula yang beranggapan bahwa Ines tidak bermaksud untuk benar-benar memilih Bellingham sebagai preferensi pribadinya. Mereka menafsirkan respons Ines sebagai candaan atau ejekan terhadap temannya yang mungkin salah menyebut nama Bellingham menjadi ‘Bellinghan’ atau sekadar mengulang nama yang disebutkan temannya dengan nada sarkastik.

Terlepas dari interpretasi yang beragam, video ini sukses memecah belah opini netizen. Salah satu komentar yang kontra dengan pernyataan Ines berbunyi, "Maksudmu apa kamu kenal Cristiano karena Irina? Itu jelas-jelas nggak mungkin." Komentar ini merujuk pada Irina Shayk, supermodel terkenal yang pernah berpacaran dengan Cristiano Ronaldo, menunjukkan bahwa popularitas Irina tidak bergantung pada Ronaldo. Di sisi lain, ada netizen yang sepakat dengan pandangan Ines, seperti yang terlihat dari komentar, "Aku tahu Pique berkat Shakira." Komentar ini menyoroti bagaimana hubungan Gerard Pique dengan penyanyi internasional Shakira memang meningkatkan profil Pique di luar lingkaran penggemar sepak bola. Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas persepsi publik terhadap hubungan selebriti dan atlet, di mana seringkali ada asumsi tentang motivasi finansial atau pencarian popularitas.

Video Lama Pacar Lamine Yamal Viral, Lebih Pilih Bellingham

Lamine Yamal sendiri adalah salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola. Lahir pada 13 Juli 2007, ia adalah penyerang sayap kanan yang bermain untuk FC Barcelona dan tim nasional Spanyol. Di usianya yang masih sangat muda, Yamal telah mencetak berbagai rekor, termasuk menjadi pemain termuda yang debut untuk Barcelona dan timnas Spanyol, serta pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions. Kehadirannya di lapangan selalu dinantikan, dan ia dianggap sebagai masa depan sepak bola Spanyol. Statusnya sebagai "wonderkid" membuat setiap aspek kehidupannya, termasuk hubungan asmaranya dengan Ines Garcia, menjadi sorotan publik.

Sementara itu, Jude Bellingham, nama yang disebut Ines, adalah gelandang tengah berbakat asal Inggris yang bermain untuk Real Madrid. Lahir pada 29 Juni 2003, Bellingham juga merupakan salah satu bintang muda paling cemerlang di generasinya. Dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa dan visi bermain yang matang, ia telah menjadi tulang punggung bagi klub raksasa Spanyol tersebut dan tim nasional Inggris. Popularitas dan prestasinya yang luar biasa membuatnya menjadi idola banyak penggemar sepak bola, sekaligus simbol rivalitas abadi antara Real Madrid dan Barcelona. Oleh karena itu, pilihan "Bellingham" yang diucapkan Ines secara tidak langsung menyentuh sensitivitas para penggemar kedua klub dan menambah bahan bakar perdebatan di media sosial.

Di luar kontroversi "Bellingham," Ines Garcia juga sempat menjadi subjek cerita viral yang mengisahkan bagaimana ia berkenalan dengan Lamine Yamal. Berbagai narasi fiktif tersebar luas di media sosial, salah satunya yang paling populer adalah kisah romantis di mana Ines bertemu Lamine di supermarket. Konon, kartu kredit Ines tidak bisa digunakan saat berbelanja, dan Lamine Yamal kemudian maju menawarkan bantuan untuk membayar belanjaannya. Kisah "meet-cute" ala film romantis ini cepat menyebar dan disukai banyak orang.

Namun, semua cerita indah itu hanyalah karangan belaka. Ines Garcia sendiri akhirnya tampil di TikTok untuk menceritakan kisah sebenarnya tentang bagaimana ia dan Lamine Yamal bertemu. Dengan jujur, ia mengklarifikasi, "Aku ingin sekali menceritakan kisah yang sangat gila, seperti aku melihatnya di bandara, atau bertemu dengannya dan menjatuhkan dokumenku, lalu dia membantuku mengambilnya. Tidak, tidak, tidak. Kami bertemu di media sosial." Pengakuan ini menunjukkan bahwa seperti banyak hubungan modern lainnya, perkenalan mereka berawal dari dunia digital, jauh dari skenario dramatis yang dibayangkan para penggemar.

Pasangan ini pertama kali dikabarkan menjalin hubungan secara publik selama perjalanan mereka ke Yunani pada April 2026. Momen-momen kebersamaan mereka di sana terekam dan tersebar luas, mengonfirmasi rumor yang telah beredar sebelumnya. Kendati demikian, Ines Garcia, yang kini memiliki lebih dari 3,8 juta pengikut di Instagram, menyatakan bahwa ia telah mengenal Lamine Yamal jauh lebih lama dari tanggal tersebut. Ini menunjukkan bahwa hubungan mereka telah berkembang secara privat sebelum akhirnya menjadi konsumsi publik. Kehidupan sebagai kekasih seorang atlet profesional muda seperti Lamine Yamal memang penuh dengan sorotan, ekspektasi, dan seringkali kritik dari berbagai pihak. Setiap ucapan dan tindakan Ines, bahkan dari video lama sekalipun, dapat menjadi bahan perdebatan dan analisis publik, mencerminkan betapa besarnya dampak media sosial dalam membentuk persepsi dan memicu kontroversi di era digital ini. Seluruh dinamika ini, seperti yang dirangkum dari Bored Panda, memperlihatkan sisi lain dari dunia glamor sepak bola dan pengaruh yang tak terhindarkan dari pasangan-pasangan para bintang di dalamnya.