BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Paraguay berhasil memimpin sementara dengan skor 1-0 atas Turki di babak pertama lanjutan Grup D Piala Dunia 2026 yang digelar di San Francisco Bay Area Stadium pada Sabtu (20/6) siang WIB. Kedua tim datang ke pertandingan ini dengan modal kekalahan di laga pembuka mereka, sehingga kemenangan menjadi krusial untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.
Pertandingan baru saja dimulai ketika Paraguay berhasil mencuri keunggulan di menit kedua. Peluang pertama mereka berbuah gol berkat aksi gemilang Galarza. Menerima bola pantulan dari Enciso di depan kotak penalti, Galarza melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau oleh penjaga gawang Turki, merobek jala gawang lawan. Gol cepat ini tentu memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad Paraguay.
Turki tidak tinggal diam dan mencoba untuk segera membalas. Pada menit ke-14, Arda Guler mendapatkan kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Namun, tembakannya masih melambung tinggi di atas mistar gawang. Setelah upaya tersebut, Turki mulai meningkatkan intensitas serangan mereka. Skuad asuhan Stefan Kuntz ini lebih banyak menguasai bola dan berusaha menekan pertahanan Paraguay. Namun, serangan mereka kerap kali menemui jalan buntu di sepertiga akhir lapangan, kesulitan untuk menembus blok pertahanan Paraguay yang solid.
Paraguay, meskipun lebih banyak bertahan, menunjukkan efektivitas dalam melancarkan serangan balik. Setiap kali mendapatkan kesempatan, mereka berusaha memanfaatkan celah di pertahanan Turki. Permainan fisik cukup mewarnai jalannya babak pertama. Paraguay tercatat melakukan 11 pelanggaran dan diganjar satu kartu kuning. Ketegangan antar pemain juga terlihat, dengan beberapa momen cekcok di lapangan.
Turki sempat mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Sebuah tendangan bebas dieksekusi dengan baik, dan sundulan Muldur yang menyambut bola sayangnya masih membentur tiang gawang. Kegagalan ini tentu menjadi pukulan bagi Turki yang semakin tertinggal.
Di menit akhir babak pertama, insiden yang cukup kontroversial terjadi. Pemain Paraguay, Miguel Almiron, harus menerima kartu merah setelah dilakukan tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini diambil setelah Almiron terlihat berbicara dengan mulut tertutup kepada pemain Turki, Muldur. Menurut aturan baru yang diterapkan oleh FIFA di Piala Dunia 2026, tindakan seperti ini bertujuan untuk menghukum pemain yang diduga melontarkan kata-kata rasis atau tidak pantas saat berbicara dengan mulut tertutup. Keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Paraguay yang harus bermain dengan sepuluh orang di sisa pertandingan.
Meskipun bermain dengan sepuluh orang, Paraguay berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit babak pertama dibunyikan. Skor 1-0 untuk keunggulan Paraguay atas Turki bertahan hingga jeda pertandingan.
Pertandingan antara Turki dan Paraguay ini menjadi saksi betapa krusialnya setiap gol dan betapa cepatnya momentum bisa berubah dalam sebuah pertandingan sepak bola. Paraguay, dengan gol cepatnya, berhasil memberikan tekanan awal, namun kartu merah yang diterima Almiron di akhir babak pertama akan menjadi tantangan besar bagi mereka di paruh kedua. Turki, di sisi lain, harus segera menemukan cara untuk membongkar pertahanan Paraguay yang kokoh dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka.
Secara taktis, Paraguay tampaknya telah mempersiapkan diri dengan baik untuk meredam serangan Turki. Formasi yang mereka gunakan, kemungkinan besar 4-4-2 atau 4-3-3 dengan fokus pada pertahanan yang rapat dan serangan balik cepat, terbukti efektif di babak pertama. Gelandang seperti Galarza dan Enciso menunjukkan mobilitas dan kemampuan penyelesaian akhir yang baik. Di lini pertahanan, para pemain belakang Paraguay, termasuk duet bek tengah yang kemungkinan besar diperkuat oleh Alderete dan Caceres atau G. Gomez, bekerja keras untuk menutup ruang dan memblokir tembakan.
Bagi Turki, kekalahan di laga pertama membuat mereka berada di posisi yang sulit. Kehilangan poin lagi di pertandingan ini akan semakin memperkecil peluang mereka untuk melaju. Pelatih Stefan Kuntz perlu melakukan penyesuaian taktik di babak kedua. Mungkin dengan meningkatkan intensitas serangan dan lebih banyak memanfaatkan lebar lapangan. Kehadiran pemain seperti Arda Guler dan Hakan Calhanoglu di lini tengah seharusnya bisa menjadi motor serangan yang lebih efektif.
Kartu merah yang diterima Almiron akan menjadi fokus utama di babak kedua. Bagaimana Paraguay mengatasi situasi kekurangan pemain ini akan sangat menarik untuk disaksikan. Apakah mereka akan bermain lebih defensif dan berusaha menghemat energi, atau justru mencoba memanfaatkan serangan balik sporadis dengan memanfaatkan kecepatan pemain yang tersisa? Peran pemain yang masuk sebagai pengganti di lini tengah dan depan akan menjadi sangat krusial untuk menjaga keseimbangan tim.
Di sisi lain, Turki harus memanfaatkan momentum keunggulan jumlah pemain mereka. Kemungkinan besar Kuntz akan melakukan perubahan di lini serang untuk menambah daya gedor. Penyerang seperti Akturkoglu atau Yildiz perlu lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Selain itu, kerja sama antara lini tengah dan lini depan perlu ditingkatkan agar serangan yang dibangun tidak mudah dipatahkan oleh pertahanan Paraguay.
Statistik pelanggaran yang tinggi dari Paraguay menunjukkan betapa kerasnya permainan mereka. Hal ini bisa menjadi bumerang jika mereka terus melakukan pelanggaran, terutama di area berbahaya yang bisa dimanfaatkan Turki melalui tendangan bebas. Hakan Calhanoglu, dengan kemampuan eksekusi tendangan bebasnya yang mumpuni, bisa menjadi ancaman serius bagi gawang Paraguay jika mendapatkan kesempatan.
Babak pertama telah menyajikan drama dan intensitas yang tinggi. Gol cepat dari Galarza memberikan keunggulan bagi Paraguay, namun kartu merah Almiron di akhir babak menambah kompleksitas pertandingan. Hasil akhir dari pertandingan ini akan sangat menentukan nasib kedua tim di Grup D Piala Dunia 2026.
Susunan Pemain:
Turki: Cakir; Demiral, Bardacki, Muldur, Kadioglu, Calhanoglu, Yuksek, Akturkoglu, Guler, Yildiz, Akgun.
Paraguay: Gill; Alderete, Caceres, Alonso, G. Gomez, D. Gomez, Almiron, Cubas, Galarza, Enciso, Pitta.
Pertandingan babak kedua diprediksi akan semakin sengit dan menarik. Turki akan berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Paraguay akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan keunggulan mereka dengan sisa tenaga yang ada. Ini adalah momen penentu bagi kedua tim dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

