0

Malam 1 Muharram 1448 H, PW AMRI Provinsi Riau Resmi Terbentuk

Share

Momen pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, menjadi tonggak sejarah baru bagi pergerakan pemuda Rifa’iyah di tanah Sumatera. Bertempat di Desa Bukit Meranti, Kecamatan Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) secara resmi melantik kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) AMRI Provinsi Riau. Pembentukan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Dakwah strategis yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat (PP) AMRI dalam upaya mengakselerasi visi besar "2029 AMRI Go Nasional".

Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., yang memimpin langsung agenda ini, menekankan bahwa kehadiran PW AMRI di Riau bukan sekadar pemenuhan struktur organisasi, melainkan langkah konkret untuk merajut ukhuwah dan memperkuat basis kaderisasi di luar Pulau Jawa. Dalam suasana khidmat malam 1 Muharram, sebanyak 34 peserta yang terdiri dari warga dan kader muda Rifa’iyah setempat berkumpul untuk melaksanakan Musyawarah Wilayah (MUSWIL). Melalui proses musyawarah yang berjalan dengan semangat kekeluargaan, para kader sepakat secara mufakat menunjuk M. Misbahul Fatih, S.Pd., sebagai Ketua PW AMRI Provinsi Riau untuk masa khidmat mendatang.

Terpilihnya M. Misbahul Fatih diharapkan mampu menjadi lokomotif penggerak bagi pemuda-pemudi Rifa’iyah di wilayah Riau dalam mensyiarkan ajaran Islam yang moderat dan berbasis pada kitab-kitab karya KH Ahmad Rifa’i. Dalam sambutannya, Abdul Kholiq menyatakan bahwa pemilihan waktu di malam 1 Muharram 1448 H memiliki filosofi mendalam. Semangat hijrah harus menjadi ruh bagi setiap kader AMRI untuk berpindah dari kondisi yang pasif menuju kondisi yang lebih progresif, produktif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Safari dakwah yang dilakukan oleh PP AMRI ke Riau ini menjadi manifestasi dari komitmen organisasi untuk menjangkau seluruh pelosok Nusantara. Sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di bawah naungan Rifa’iyah, AMRI memikul tanggung jawab besar untuk menjaga warisan intelektual ulama Nusantara. Oleh karena itu, dalam rangkaian musyawarah tersebut, kegiatan tidak hanya terbatas pada agenda administratif organisasi, tetapi juga diisi dengan penguatan literasi keagamaan melalui kajian kitab.

Malam 1 Muharram 1448 H, PW AMRI Provinsi Riau Resmi Terbentuk

Para peserta diajak mendalami kitab MPKT (Metode Pengajaran Kitab Tarajumah). Kitab ini merupakan karya syarh (penjelasan) yang sangat berharga atas kitab Riayatul Himmah karya KH Ahmad Rifa’i. Disusun oleh para masyayikh Rifa’iyah dari Pati dan diterbitkan oleh Pimpinan Daerah (PD) UMRI Pati, kitab MPKT menjadi alat bantu yang sangat efektif bagi generasi milenial dan Gen Z dalam memahami ajaran agama yang sistematis.

Dalam sesi diskusi tersebut, Abdul Kholiq menjelaskan bahwa penggunaan kitab MPKT adalah bagian dari strategi dakwah AMRI untuk "membumikan" ajaran Tarajumah agar lebih mudah dicerna oleh generasi muda. Banyak dari kader muda yang mungkin merasa kesulitan saat harus berhadapan langsung dengan teks asli kitab klasik yang berbahasa Arab atau Jawa kuno. Dengan adanya metode pengajaran yang sistematis, dasar-dasar ushuluddin, fiqih, dan tasawuf dapat tersampaikan dengan lebih ringan namun tetap mempertahankan kedalaman maknanya. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya taat secara ibadah, tetapi juga memiliki landasan ilmu yang kokoh sesuai dengan manhaj KH Ahmad Rifa’i.

Bagi AMRI, visi "2029 AMRI Go Nasional" adalah target ambisius untuk memastikan bahwa nilai-nilai Rifa’iyah hadir dan dirasakan manfaatnya di setiap provinsi di Indonesia. Dengan terbentuknya PW AMRI Riau, maka jejaring AMRI di Pulau Sumatera kini semakin kuat. Sebelumnya, PP AMRI juga telah sukses mengonsolidasikan kepengurusan di wilayah Sumatera Utara, yang menunjukkan bahwa respon masyarakat dan pemuda di luar Jawa terhadap gerakan ini sangat positif dan antusias.

Keberadaan AMRI di Riau diharapkan mampu menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang dakwah, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi umat. Kader-kader AMRI di Riau dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan serta memberikan solusi atas problematika sosial yang ada di lingkungannya. Dengan semangat hijrah 1 Muharram 1448 H, kepengurusan baru di bawah komando M. Misbahul Fatih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk melakukan pemetaan potensi kader dan merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Riau.

Selain itu, Safari Dakwah ini juga menjadi sarana evaluasi bagi PP AMRI untuk mendengar secara langsung aspirasi dari para kader di daerah. Diskusi dua arah antara pimpinan pusat dan pengurus wilayah menjadi kunci dalam menyelaraskan visi organisasi. Banyaknya peserta yang hadir—meskipun dalam skala lokal—menunjukkan bahwa gairah belajar para kader muda di Riau sangat tinggi. Mereka haus akan bimbingan dan arahan dalam menjalankan organisasi yang sesuai dengan garis perjuangan Rifa’iyah.

Malam 1 Muharram 1448 H, PW AMRI Provinsi Riau Resmi Terbentuk

Dalam jangka panjang, AMRI berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan kajian kitab secara berkala. Hal ini bertujuan agar kepengurusan wilayah tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi pusat pergerakan yang aktif. Keterlibatan aktif para kader muda dalam kegiatan dakwah digital maupun konvensional akan terus didorong agar pesan-pesan kebaikan KH Ahmad Rifa’i semakin luas tersebar di media sosial dan lingkungan masyarakat.

Momentum malam 1 Muharram 1448 H di Indragiri Hulu ini menjadi saksi bisu lahirnya sebuah semangat baru. Ketika dunia sedang menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, AMRI hadir dengan menawarkan solusi melalui pendekatan keilmuan yang berbasis tradisi pesantren namun tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ke depan, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi kepengurusan wilayah di provinsi lainnya, sehingga jalinan ukhuwah Rifa’iyah semakin kokoh dari Sabang sampai Merauke.

Dengan dilantiknya PW AMRI Provinsi Riau, babak baru perjuangan pemuda Rifa’iyah di Bumi Lancang Kuning telah dimulai. Seluruh elemen organisasi diajak untuk bahu-membahu, mengesampingkan perbedaan, dan fokus pada tujuan besar untuk kemaslahatan umat. Sebagaimana pesan yang sering disampaikan dalam lingkungan Rifa’iyah, bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada persatuan hatinya dan keteguhan dalam memegang teguh ajaran agama.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan kepengurusan baru dan keberkahan bagi seluruh warga Rifa’iyah di Indonesia. Semangat 1 Muharram 1448 H yang melingkupi acara ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi para kader untuk terus berkhidmah, tidak lelah berdakwah, dan tetap istiqomah dalam menjalankan amanah organisasi demi tercapainya cita-cita "2029 AMRI Go Nasional". Semoga apa yang telah dirintis di Riau ini menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain yang belum terbentuk kepengurusannya, bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, visi yang besar pasti dapat terwujud.