0

Rise In dan Stellar Gelar Hackathon Web3 Asia Tenggara, Hadiah Tembus Rp1 Miliar

Share

Perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset digital di Asia Tenggara telah mencapai titik krusial, bergeser dari sekadar wacana teoritis menjadi solusi praktis yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari kemudahan pengiriman uang lintas negara tanpa hambatan, efisiensi pembayaran digital yang revolusioner, hingga keamanan penyimpanan aset berbasis stablecoin, teknologi Web3 kini perlahan namun pasti menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas finansial harian. Fenomena ini menandai era baru di mana inovasi digital tidak hanya menyentuh kalangan terbatas, tetapi merangkul spektrum yang lebih luas, menawarkan inklusi finansial dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya.

Menanggapi dan merayakan tren transformatif ini, Rise In, sebuah entitas yang berdedikasi pada pengembangan ekosistem Web3, bersama dengan Stellar Development Foundation, pengelola jaringan blockchain Stellar yang berfokus pada pembayaran global, secara resmi meluncurkan "APAC Stellar Hackathon 2026". Acara bergengsi ini telah dimulai sejak tanggal 14 Mei 2026, menandai dimulainya sebuah perjalanan inovasi yang diharapkan akan membentuk masa depan keuangan digital di kawasan ini. Hackathon ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah platform kolaboratif untuk mendorong lahirnya solusi-solusi disruptif.

Program ambisius ini ditargetkan untuk menjadi salah satu hackathon Web3 terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik. Tujuannya adalah untuk menarik dan menyatukan talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang: mulai dari para developer blockchain yang visioner, startup founder yang inovatif, hingga builder yang bersemangat dari berbagai negara. Mereka akan diberikan tantangan untuk merancang dan membangun aplikasi keuangan digital berbasis blockchain yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki potensi penggunaan nyata dan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas. Fokus utamanya adalah menciptakan solusi yang relevan, mudah diakses, dan mampu mengatasi permasalahan finansial yang ada.

Pemilihan Asia Tenggara sebagai fokus utama hackathon ini bukanlah tanpa alasan. Kawasan ini diakui secara global sebagai salah satu pasar ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dengan populasi yang besar dan didominasi oleh generasi muda yang melek teknologi, tingkat penetrasi internet dan perangkat seluler yang tinggi, serta kelas menengah yang terus berkembang, Asia Tenggara menawarkan lahan subur bagi inovasi teknologi keuangan. Selain itu, dinamika regulasi aset digital di sejumlah negara mulai menunjukkan perkembangan yang lebih terbuka dan adaptif, menciptakan iklim yang kondusif bagi eksperimen dan inovasi. Peningkatan penggunaan teknologi blockchain dan volume transaksi berbasis aset digital terus melonjak, menunjukkan antusiasme dan kepercayaan pasar terhadap potensi Web3.

Indonesia, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menjadi sorotan khusus dalam konteks ini. Kebijakan pemerintah yang progresif terlihat jelas setelah pengawasan aset kripto secara resmi dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Januari 2025. Langkah ini memberikan legitimasi dan kepastian hukum yang lebih besar bagi industri kripto, sekaligus melindungi investor dan mendorong inovasi yang bertanggung jawab. Di sisi lain, Vietnam dan Thailand juga tidak ketinggalan, mulai membuka ruang regulasi yang lebih luas dan adaptif bagi inovasi teknologi keuangan digital, menunjukkan keseriusan mereka dalam merangkul masa depan ekonomi digital. Fleksibilitas regulasi ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekosistem Web3 di kawasan.

Data dari laporan terkemuka Chainalysis semakin memperkuat argumen mengenai potensi Asia Tenggara. Laporan tersebut secara eksplisit menunjukkan bahwa kawasan Asia Pasifik (APAC) adalah wilayah dengan pertumbuhan aktivitas on-chain tercepat di dunia. Volume transaksi kripto di kawasan ini dilaporkan melonjak drastis sebesar 69% secara tahunan, mencapai angka fantastis US$2,36 triliun dalam periode 12 bulan yang berakhir pada Juni 2025. Angka ini tidak hanya mencerminkan minat yang kuat, tetapi juga adopsi massal yang signifikan terhadap aset digital dan teknologi blockchain sebagai alat finansial yang valid dan berdaya guna.

Kenny Rivaldi, Country Lead Rise In Indonesia, menegaskan optimisme perusahaan terhadap potensi kawasan ini. "Asia Tenggara punya potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan inovasi teknologi keuangan berikutnya. Dengan demografi yang muda, tingkat adopsi teknologi yang tinggi, dan semangat kewirausahaan yang kuat, kawasan ini adalah tempat yang ideal untuk memupuk solusi-solusi transformatif," ujarnya pada Minggu (24/5/2026). Kenny menambahkan bahwa tujuan utama dari hackathon ini adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana solusi-solusi yang lahir tidak hanya menarik secara teknis dan inovatif, tetapi juga benar-benar relevan dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama mereka yang masih belum terlayani oleh sistem keuangan tradisional.

Lebih lanjut, Kenny Rivaldi menyampaikan bahwa program ini melampaui sekadar ajang kompetisi teknologi. Ini adalah inisiatif strategis untuk membangun dan memperkuat ekosistem talenta digital di seluruh kawasan APAC. "Kami berharap semakin banyak developer muda dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara yang berani mengambil risiko, berinovasi, dan membangun produk digital dengan dampak nyata. Visi kami bukan hanya menghasilkan proyek-proyek inovatif selama Hackathon berlangsung, tetapi juga membuka jalan bagi solusi-solusi terbaiknya agar dapat terus berkembang dan tumbuh menjadi startup yang berkelanjutan setelah program selesai," lanjutnya, menyoroti pentingnya keberlanjutan dan dukungan pasca-hackathon.

Dalam hackathon ini, para peserta akan ditantang untuk mengembangkan berbagai solusi finansial berbasis blockchain yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Fokus utama adalah pada aplikasi yang dapat memberikan nilai tambah nyata dan memecahkan masalah sehari-hari. Beberapa kategori yang menjadi fokus utama antara lain:

  • Aplikasi pembayaran lintas negara: Untuk mengatasi biaya tinggi dan waktu transfer yang lama dalam remitansi global.
  • Dompet digital: Inovatif dan aman, memungkinkan pengguna untuk mengelola aset digital mereka dengan mudah.
  • Layanan remitansi: Yang efisien dan terjangkau, memberdayakan pekerja migran dan keluarga mereka.
  • Sistem penggajian berbasis stablecoin: Untuk perusahaan yang mencari efisiensi dan transparansi dalam pembayaran gaji karyawan.
  • Aplikasi decentralized finance (DeFi): Yang membuka akses ke layanan keuangan tanpa perantara, seperti pinjaman, tabungan, dan investasi.
  • Berbagai solusi finansial berbasis mobile: Yang memanfaatkan kekuatan perangkat seluler untuk menghadirkan layanan keuangan ke ujung jari masyarakat.

Rise In dan Stellar secara khusus mendorong peserta untuk membangun aplikasi yang terhubung secara mendalam dengan ekosistem blockchain Stellar. Ini mencakup pemanfaatan infrastruktur inti Stellar seperti protokol pembayaran yang cepat dan berbiaya rendah, integrasi dengan dompet digital yang sudah ada di jaringan Stellar, serta eksplorasi kapabilitas protokol DeFi dan smart contract Soroban yang baru-baru ini diluncurkan. Stellar, dikenal dengan jaringannya yang cepat, berbiaya rendah, dan fokus pada interoperabilitas, menjadi fondasi ideal bagi inovasi finansial. Dengan kemampuan untuk memproses ribuan transaksi per detik dan biaya yang nyaris nol, Stellar memungkinkan pengembang untuk menciptakan aplikasi keuangan yang efisien dan dapat diakses secara massal, bahkan di daerah dengan konektivitas terbatas.

Program ini terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk berinovasi dan membangun masa depan keuangan digital. Mulai dari developer Web3 yang berpengalaman, mahasiswa yang memiliki ide-ide segar, startup founder yang mencari platform untuk mewujudkan visi mereka, engineer yang ingin mengasah keterampilan, hingga masyarakat umum yang tertarik untuk membangun solusi teknologi finansial berbasis blockchain. Keragaman latar belakang peserta diharapkan akan memicu kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan ide-ide yang lebih kaya dan komprehensif.

Selain kesempatan emas untuk membangun jaringan internasional dengan sesama inovator dan ahli industri, peserta juga berpeluang untuk memenangkan total hadiah hingga USD 60.000, atau setara dengan sekitar Rp970 juta. Namun, hadiah finansial hanyalah salah satu dari sekian banyak insentif. Peserta terbaik nantinya akan memperoleh mentorship langsung dari para ahli di ekosistem Stellar, mendapatkan pelatihan teknis yang mendalam, mengikuti workshop developer yang berharga, menerima sertifikasi resmi dari Rise In, serta yang paling penting, berkesempatan untuk mendapatkan dukungan lanjutan dan grant pengembangan proyek untuk mengubah prototipe mereka menjadi produk yang siap pakai. Ini adalah investasi jangka panjang dalam talenta dan inovasi.

Hackathon akan berlangsung dalam format hybrid, menggabungkan kegiatan daring dan luring. Rangkaian acara online akan diisi dengan workshop interaktif, meetup komunitas virtual, dan sesi mentoring yang dapat diakses dari mana saja. Selain itu, akan ada aktivasi kampus yang intensif di Indonesia, Vietnam, dan Filipina, bertujuan untuk menjangkau dan menginspirasi talenta-talenta muda secara langsung. Puncak dari program ini adalah final offline yang akan digelar serentak di ketiga negara tersebut, memberikan kesempatan bagi para finalis untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan juri dan investor potensial.

Kolaborasi antara Rise In dan Stellar Development Foundation bukanlah hal baru. Sebelumnya, kemitraan strategis ini telah melahirkan berbagai program developer yang sukses di sejumlah negara. Salah satu contoh yang menonjol adalah Hack Pera Hackathon di Istanbul, yang berhasil menarik lebih dari 400 developer dan menghasilkan puluhan proyek inovatif berbasis Stellar. Keberhasilan program-program sebelumnya menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam mendukung pertumbuhan ekosistem developer dan inovasi blockchain secara global. Dengan rekam jejak yang solid, APAC Stellar Hackathon 2026 diharapkan akan mengulang dan bahkan melampaui kesuksesan tersebut, menempatkan Asia Tenggara di garis depan inovasi Web3 global.