BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Isu disabilitas bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah prioritas yang semakin menggema di kancah global, tak terkecuali di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif menuntut adanya implementasi nyata dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Momentum ini tercermin dengan apik dalam ajang bergengsi INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026, sebuah pameran otomotif, bus, dan logistik yang diselenggarakan oleh GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 20 hingga 22 Mei 2026.
Dalam gelaran akbar ini, sorotan utama tertuju pada kiprah sejumlah karoseri lokal yang secara progresif menghadirkan inovasi transportasi publik yang mengedepankan prinsip aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Salah satu pelopor yang patut diapresiasi adalah PT Tentrem Sejahtera. Perusahaan ini dengan bangga memperkenalkan produk terbarunya, bus listrik Tentrem E-Velocity W1, sebuah mahakarya yang dirancang secara cermat dengan mengusung konsep aksesibilitas sebagai fondasi utamanya, guna memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengguna berkebutuhan khusus.
Managing Director PT Tentrem, Yohan Wahyudi, dengan tegas menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas harus menjadi agenda krusial dalam setiap pengembangan transportasi publik modern. Beliau menjelaskan bahwa pihaknya secara sadar mengadopsi konsep low deck atau dek rendah pada bus listrik Tentrem E-Velocity W1. Inovasi desain ini secara signifikan mempermudah akses bagi para pengguna kursi roda, menghilangkan hambatan fisik yang selama ini seringkali menjadi kendala dalam mobilitas mereka. "Ini bus listrik yang ramah difabel. Jadi kebutuhan difabel harus kita perhatikan, busnya pun harus bisa diakses difabel," ujar Yohan, dalam keterangannya kepada media pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menambahkan, "Jadi ini versi perkotaan yang ramah disabilitas."
Yohan mengungkapkan harapan besar bahwa partisipasi PT Tentrem dalam pameran INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 akan menjadi katalisator yang efektif dalam memperkenalkan inovasi teknologi transportasi yang mereka miliki kepada masyarakat luas, serta kepada para pengambil kebijakan di tingkat pemerintah yang memiliki peran sentral dalam menentukan arah pengembangan transportasi publik. "Harapannya di pameran ini bisa lebih mengenalkan inovasi baru, produk baru, dan teknologi baru yang kita punya. Jadi produk-produk kami bisa diterima masyarakat, khususnya pemerintah untuk kebutuhan bus kota," tegas Yohan.
Di sisi lain, perhelatan akbar ini juga menjadi ajang yang tepat bagi para akademisi dan pakar untuk berbagi pandangan mengenai kondisi terkini transportasi publik ramah disabilitas di Indonesia. Renny Rochany, PhD, seorang dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang memiliki fokus pada isu-isu inklusivitas, turut memberikan perspektifnya. Menurut Renny, meskipun ada kemajuan yang patut disyukuri, masih banyak kota di Indonesia yang belum sepenuhnya memenuhi standar ramah disabilitas, terutama bagi pengguna kursi roda. "Kalau dibandingkan dengan negara lain, menurut saya beberapa kota di Indonesia masih belum terlalu ramah disabilitas. Orang yang menggunakan kursi roda masih kesulitan saat akan naik transportasi umum," ujar Renny.
Namun demikian, Renny memberikan apresiasi terhadap perkembangan positif yang mulai terlihat di Jakarta. Ia mengamati bahwa ibukota negara ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyediaan fasilitas transportasi yang lebih inklusif. "Di Jakarta kelihatannya sudah mulai lebih baik. Pengguna kursi roda sudah ada tempatnya dan aksesnya mulai diperhatikan, meskipun menurut saya masih perlu ditingkatkan lagi," tambahnya. Renny juga menekankan peran penting pameran seperti INAPA dan Busworld Southeast Asia dalam memperluas wawasan para pembuat kebijakan, operator transportasi, dan industri karoseri. Pameran ini, menurutnya, dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memahami kebutuhan riil para penyandang disabilitas di lapangan. "Jadi bukan hanya sekadar membicarakan aksesibilitas, tetapi benar-benar memahami kebutuhan di lapangan. Kadang memang sudah ada space untuk disabilitas, tetapi akses menuju area tersebut masih sulit," jelas Renny.
Senada dengan Renny, Idris F Sulaiman, Research and Outreach Lead dari University of Canberra (UC) Australia, turut menegaskan urgensi transportasi publik yang inklusif. Menurut Idris, hal ini bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. "Harus (menjadi harapan para penyandang disabilitas) karena mereka adalah bagian masyarakat yang sebetulnya benar-benar menjadi ujung tombak refleksi kemanusiaan kita," ujar Idris. Idris dan Renny saat ini tengah aktif terlibat dalam proyek KONEKSI melalui inisiatif Decarbonisation Pathways for Indonesia’s Buses Infrastructure (DIBI), yang salah satu fokus utamanya adalah pada kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).
INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 tidak hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga merupakan platform strategis yang dirancang untuk mendorong transformasi dalam sektor transportasi publik di Indonesia. Pameran ini, yang merupakan pameran dagang terbesar di ASEAN untuk industri otomotif, bus, coach, suku cadang, serta logistik dan transportasi, memasuki edisi ke-15 untuk INAPA dan edisi keempat untuk Busworld Southeast Asia di Indonesia. Momentum ini sangat krusial mengingat sejalan dengan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam upaya memajukan kemandirian industri otomotif nasional.
Fokus utama dari penyelenggaraan tahun ini adalah pada pengembangan kendaraan listrik dan peningkatan kandungan lokal dalam produksi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, menekan angka emisi karbon yang berkontribusi pada perubahan iklim, serta memberikan solusi konkret terhadap permasalahan kemacetan yang semakin kompleks di perkotaan. Inisiatif ini juga selaras dengan target ambisius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berencana untuk menambah armada bus listrik Transjakarta hingga mencapai 10.000 unit pada tahun 2029.
Selain menampilkan berbagai produk inovatif, acara ini juga diramaikan oleh Busworld Southeast Asia Conference 2026. Dengan tema ‘Driving The Future of ASEAN Mobility: Clean, Smart and Connected Buses’, konferensi ini menjadi wadah dialog yang sangat berharga. Konferensi ini berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan kunci, mulai dari regulator pemerintah, operator transportasi, produsen bus terkemuka, asosiasi industri, penyedia teknologi mutakhir, hingga para pakar mobilitas dari Indonesia dan berbagai negara. Diskusi yang intens dan konstruktif mengalir untuk merumuskan visi masa depan transportasi publik di kawasan ASEAN.
INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 diharapkan dapat menjadi platform yang tak ternilai bagi para pelaku industri untuk menjalin kemitraan strategis, memperluas peluang investasi, memperkuat fondasi industri otomotif nasional, dan yang terpenting, mendukung percepatan transformasi sektor transportasi dan logistik di Indonesia menuju sistem mobilitas yang lebih modern, efisien, cerdas, dan berkelanjutan. Komitmen terhadap inklusivitas, seperti yang ditunjukkan oleh PT Tentrem Sejahtera, menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Kehadiran berbagai perusahaan ternama di ajang ini semakin memperkaya spektrum inovasi yang ditampilkan. Selain PT Tentrem Sejahtera, para pengunjung juga berkesempatan untuk melihat langsung produk dan teknologi dari perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya adalah PT Adiputro Wirasejati, PT Mekar Armada Jaya, PT Laksana Bus Manufaktur, PT Piala Mas Industri, Xiamen Golden Dragon Bus Co., Ltd., PT Hangcha Indonesia Forklift, PT Berca Mandiri Perkasa, PT Nusantara Global Autoparts, serta berbagai pelaku industri pendukung lainnya yang turut berkontribusi dalam memajukan ekosistem transportasi di Indonesia.

