0

Momo Klarifikasi Unggahan Luka Lama di Instagram: Bukan untuk Geisha, Ternyata Cerita Rekaman Lagu Ikonik

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momo, mantan vokalis band Geisha, akhirnya angkat bicara mengenai unggahan kontroversialnya di Instagram yang sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Unggahan tersebut menampilkan kutipan yang terkesan personal dan menyiratkan adanya luka lama yang ia pendam. Namun, Momo dengan tegas membantah bahwa unggahan tersebut ditujukan untuk Geisha, band yang telah membesarkan namanya. Ia juga menanggapi keinginan beberapa pihak yang berharap dirinya kembali manggung bersama Geisha.

"Hi, buat yang berpikir postingan saya sebelumnya ditujukan untuk Geisha, itu bukan ya," ujar Momo dalam klarifikasinya. "Dan juga yang bilang balik lagi dong kak, manggung sama-sama lagi, ah kalau ada yang berani buatkan kita tur sih hayuklah saya siap diajak," tambahnya dengan nada santai namun tegas, menunjukkan keterbukaannya jika ada tawaran konkret.

Momo Klarifikasi Unggahan Luka Lama di Instagram: Bukan untuk Geisha

Ternyata, unggahan Momo sebelumnya yang berbunyi, "Namaku pernah kotor di hadapan banyak orang. Namun aku hanya diam dan menjauh sampai mereka mencium bau busuknya sendiri," lebih merujuk pada pengalaman personalnya dalam menghadapi situasi sulit, bukan terkait dengan Geisha. Hal ini menunjukkan bahwa Momo memilih untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara introspeksi dan menjaga jarak, daripada terlibat dalam konfrontasi langsung.

Lebih jauh, Momo justru membagikan cerita menarik di balik proses rekaman salah satu lagu ikonik Geisha yang kini berusia 17 tahun. Ia mengungkapkan bahwa lagu tersebut memiliki perjalanan yang cukup berliku sebelum akhirnya berhasil direkam dengan sempurna. "17 tahun usia lagu ini. SEMUA GARA-GARA SHANIA TWAIN," tulisnya, membuka kisah yang tak banyak diketahui publik.

Momo menceritakan bahwa saat awal proses rekaman, sang produser, bunda Acin, merasa bahwa interpretasi vokalnya belum mencapai "feel" dan "meaning" dari lagu tersebut. "Hambar dan gk sampe meaning lagunya. Karena saya dulu memang genrenya pop rock n alternatif, jadi suaranya kaku," jelas Momo. Ia mengaku kesulitan karena gaya bernyanyinya yang cenderung lebih kaku akibat dominasi genre pop rock dan alternatif yang ia kuasai sebelumnya.

Momo Klarifikasi Unggahan Luka Lama di Instagram: Bukan untuk Geisha

Situasi semakin rumit ketika anggota band lain, Aan dan Roby, dikabarkan sakit. Hal ini membuat proses rekaman terpaksa dihentikan sementara. Bunda Acin, sang produser, memberikan waktu istirahat kepada band, yang kemudian dimanfaatkan Momo untuk kembali ke kampung halamannya di Pekanbaru selama sebulan.

Selama masa istirahat di Pekanbaru, Momo tak lepas dari walkmannya yang berbentuk seperti flash disk. Ia mendengarkan musik secara intensif, bahkan saat tidur, makan, atau bepergian. Nard, bassist Geisha saat itu, memberinya saran untuk mendengarkan karya Shania Twain. "Coba dengar Shania Twain bla bla," ujarnya menirukan perkataan Nard.

Saran tersebut menjadi titik balik bagi Momo. Ia secara konsisten mendengarkan lagu Shania Twain, khususnya "FROM THIS MOMENT", berulang kali setiap hari. Tujuannya adalah untuk mengasah kemampuannya dalam bernyanyi dengan lebih mendayu dan mengurangi kekakuan dalam suaranya. "Tujuannya supaya sy bs lebih mendayu nyanyinya, dan tidak kaku. Karena dulu sy sering bawain lagu laki," ungkapnya, membandingkan dengan daftar panjang musisi pria yang pernah ia bawakan lagunya, seperti Greenday, Coldplay, Keane, James Blunt, Michael Buble, hingga Metallica versi Avril Lavigne.

Momo Klarifikasi Unggahan Luka Lama di Instagram: Bukan untuk Geisha

Momo mempelajari cara Shania Twain dalam menyampaikan emosi dalam setiap lagunya. Ia mencoba mengaplikasikan teknik tersebut ke dalam gaya bernyanyinya. Hasilnya pun sangat signifikan. "Akhirnya setelah kt semua balik ke jkt, dan sy kembali masuk studio. One take oke," kenangnya dengan bangga. Pengalaman ini mengajarkannya sebuah prinsip penting dalam hidup dan karier: "Gak ada yang gak bisa kalau memang kita mau. Kalau gak mau ya gak bisa."

Kisah ini tidak hanya membuktikan ketekunan Momo dalam menghadapi tantangan profesionalnya, tetapi juga menunjukkan bagaimana inspirasi dari luar dapat membantunya menemukan dimensi baru dalam olah vokal. Pengalamannya ini menjadi pelajaran berharga bahwa setiap kesulitan dapat diatasi dengan kemauan kuat dan kemauan untuk terus belajar serta beradaptasi.

Meskipun kini Momo telah memilih jalan hidup yang berbeda dari Geisha dan lebih fokus pada kehidupan pribadinya bersama sang suami, Toya, kenangan dan dedikasinya terhadap musik bersama band yang pernah membesarkannya tetap terukir. Klarifikasi ini sekaligus meluruskan kesalahpahaman publik mengenai unggahannya, serta memberikan wawasan baru tentang sisi lain dari perjalanan karier seorang Momo. Ia membuktikan bahwa di balik popularitas, ada kerja keras, kegigihan, dan kemampuan untuk bangkit dari setiap rintangan.