0

Erika Carlina Rasakan Berat Jadi Single Mom, Namun Fokus pada Syukur dan Kebahagiaan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Perjalanan Erika Carlina sebagai seorang single mom diakui penuh liku dan tantangan, namun ia memilih untuk mengedepankan rasa syukur dan kebahagiaan yang ia rasakan bersama putranya, Andrew Raxy Neil, yang akrab disapa Endu. "Berat ya pastilah, cuman lebih banyak happy-nya sih ya, lebih banyak bersyukurnya. Jadi mending fokus ke rasa senangnya saja," ungkap Erika Carlina saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Pengakuan ini disampaikan Erika dengan nada yang tegar namun tetap tersirat kehangatan saat membahas sang buah hati.

Perkembangan Endu yang kini semakin aktif dan mulai dikenal banyak orang menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi Erika. Ia melihat potensi besar dalam diri putranya untuk bisa menghibur dan menyenangkan orang-orang di sekitarnya. "Kayaknya menyapa fans ya dia bakat deh, menyenangkan para fans-nya karena Endu sering aku ajak ke fans-nya Endu itu kan banyak banget," ujarnya sambil tertawa lepas, menggambarkan betapa bangganya ia melihat interaksi sang anak dengan publik. Tawa riangnya saat bercerita tentang Endu seolah menutupi segala beban yang mungkin pernah ia pikul.

Erika juga menceritakan bagaimana Endu kini menunjukkan kemajuan dalam bersosialisasi. Jika di awal pertemuannya dengan orang baru Endu kerap menunjukkan rasa cemas atau bahkan menangis, kini ia terlihat jauh lebih nyaman. "Sedikit, tapi sudah nggak terlalu yang kalau lihat Bunda sekarang nangis. Sekarang Endu kalau lihat Bunda lebih biasa saja, lebih sudah oke kok," jelasnya, mengindikasikan bahwa Endu telah beradaptasi dengan lingkungan sosialnya berkat bimbingan dan paparan yang diberikan Erika. Kenyamanan Endu ini menjadi tolok ukur tersendiri bagi Erika, menunjukkan bahwa ia berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi tumbuh kembang putranya.

Perempuan berusia 32 tahun itu tak pernah menyangka akan menerima begitu banyak dukungan positif dari masyarakat. Ia mengenang kembali masa-masa awal memperkenalkan Endu ke publik yang penuh dengan tangisan dan tekanan sosial yang tak terbayangkan. "Yang pasti di luar ekspektasi aku karena memang proses aku dengan Endu itu kan berbeda. Dan setelah aku ngelewatinnya, ya puji Tuhan sih aku senang banyak orang baiknya, masih banyak yang pengin support Endu juga," katanya, matanya berbinar penuh rasa terima kasih. Dukungan ini, menurutnya, menjadi penawar pahitnya pengalaman awal.

Erika mengungkapkan bahwa Endu saat ini baru menginjak usia sembilan bulan. Di balik kebahagiaan yang ia rasakan, ia tak menampik fakta bahwa pernah menerima hujatan dan cibiran yang luar biasa dari masyarakat luas. "Bukan cuman ekspektasi, realitanya kan seperti itu. Hujatan satu Indonesia, dicibir satu Indonesia, cacian, makian, dan hukuman yang aku dapatkan itu kan sanksi sosial terutama ya," ungkap Erika dengan nada yang sedikit bergetar, namun tetap menunjukkan ketangguhan. Pengalaman pahit ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang tak bisa dipungkiri.

Meskipun demikian, Erika Carlina telah memilih untuk tidak lagi menengok ke belakang. Fokus utamanya saat ini adalah membesarkan Endu dengan penuh kasih dan memastikan masa depan putranya terjamin. "Aku sekarang cuma ingin melanjutkan hidup saja sih. Aku pengin membesarkan Endu. Kalaupun sampai sekarang masih banyak hujatan, aku anggapnya itu sebagai hukuman dari kesalahan aku saja," tuturnya dengan penuh kesadaran diri. Sikapnya yang lapang dada dan legawa ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi konsekuensi dari masa lalu.

Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana ia akan menjelaskan tentang sosok ayah Endu ketika putranya kelak beranjak dewasa dan bertanya, Erika memberikan jawaban yang bijaksana. Ia percaya bahwa ada waktu yang tepat untuk segala sesuatu. "Kayaknya kalau hal itu aku nggak akan sampaiin ke Endu. Berjalannya umur Endu, Endu akan aku nggak akan menyampaikan yang bagaimana-bagaimana sih. Ketika Endu besar dia akan cari tahu sendirilah bagaimana prosesnya, bagaimana ceritanya gitu. Kalau dia nanya mungkin aku baru jawab. Kalau menurut dia jawabannya masih kurang lengkap, ya semua kan ada jejak digitalnya," bebernya. Pendekatannya yang terbuka namun tetap menjaga privasi dan waktu yang tepat menunjukkan pemikirannya yang matang dalam mengelola informasi sensitif bagi putranya.

Mengenai masa depan sosok ayah dalam kehidupan Endu, Erika mengaku belum terlalu memikirkan hal tersebut secara mendalam. Ia merasa bahwa ia dan putranya dikelilingi oleh banyak orang yang menyayangi dan siap memberikan dukungan. "Ada keluarga aku, ada sahabat-sahabat aku juga, ada Rachel, ada Fuji, ada Brevy, ada teman-teman Marapthon, ada Reza Arap. Banyak orang-orang baik di sekitar aku yang masih mau sayang sama Endu," katanya, menyebutkan beberapa nama yang menjadi bagian penting dalam lingkaran sosialnya. Kehadiran support system yang kuat ini menjadi pelipur lara dan penguat langkahnya dalam menjalani peran sebagai single mom.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan untuk kembali menjalin hubungan asmara, Erika Carlina menjawab singkat namun penuh makna. "Aku cuma melanjutkan hidup saja," pungkasnya, mengindikasikan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah fokus pada dirinya sendiri dan sang putra. Jawaban ini mencerminkan kemandirian dan kekuatan batin yang ia miliki, serta kesadarannya bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam dirinya sendiri dan hubungan yang telah ia bangun. Perjalanan Erika Carlina sebagai single mom adalah bukti nyata bahwa kekuatan, cinta, dan rasa syukur dapat menjadi kompas dalam menghadapi segala rintangan, mengubah beban menjadi berkah, dan mengukir senyum di tengah badai kehidupan. Ia tidak hanya menjadi ibu bagi Endu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di luar sana yang tengah berjuang dalam peran serupa. Kegigihan dan sikap positifnya dalam menjalani hidup patut diapresiasi.