0

Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran Rumah Anisa Rahma karena Lilin

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah peristiwa tragis melanda pasangan selebriti Anisa Rahma dan Anandito Dwis ketika rumah mereka yang berlokasi di kelurahan Tamansari, Bandung Wetan, Bandung, Jawa Barat, dilalap api pada Kamis, 30 April 2026. Kebakaran yang terjadi secara mendadak ini menyebabkan sebagian besar bangunan rumah hancur tak tersisa, meninggalkan duka mendalam bagi pasangan tersebut dan keluarga. Anisa Rahma, yang saat itu masih dalam tahap memproses dan mencerna musibah yang baru saja menimpanya, belum sempat memberikan keterangan langsung kepada publik. Melalui unggahan di akun Instagram seorang sahabat yang menjenguknya, Anisa mengungkapkan betapa beratnya beban emosional yang ia rasakan. Ia menjelaskan bahwa dirinya masih berjuang untuk mengevakuasi barang-barang penting yang masih bisa diselamatkan, seperti BPKB, kunci mobil cadangan, dan kunci ganda mobil. "Aku belum bisa update, soalnya masih mengevakuasi barang-barang yang harus diselamatkan. Kayak BPKB, kunci mobil yang gandanya, cadangannya. Doain ya semua ya," ucap Anisa Rahma kala itu, menyiratkan kepanikan dan kesedihan yang mendalam di tengah puing-puing rumahnya.

Informasi mengenai kejadian ini kemudian diperkuat dengan unggahan dari akun resmi Instagram Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, @bdg.siaga113. Akun tersebut mempublikasikan dokumentasi proses pemadaman api yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran di kediaman mantan personel Cherrybelle ini. Dalam keterangan yang menyertai unggahan tersebut, terungkap bahwa Anandito Dwis, sebagai menantu dari pemilik rumah, memberikan keterangan awal mengenai dugaan penyebab kebakaran. Berdasarkan laporan dari DAMKARMATAN KOTA BANDUNG, peristiwa kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh lilin yang lupa dimatikan. Kebiasaan menyalakan lilin selama dua hari terakhir untuk mengusir lalat diduga menjadi biang keladi dari musibah ini. "Peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh lilin yang lupa dimatikan dikarenakan selama dua hari terakhir menyalakan lilin untuk mengusir lalat," demikian bunyi keterangan yang dilihat dari akur DAMKARMATAN KOTA BANDUNG, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, dalam keterangan saksi yang dicatat oleh petugas, Anandito Dwis menceritakan kronologi singkat saat ia menyadari adanya kebakaran. Ia mengaku saat itu sedang mencari sumber api, namun tak disangka api sudah membesar dengan cepat di area ruang makan. Dalam kepanikan, ia sempat berusaha memadamkan api tersebut secara mandiri menggunakan air. Namun, upaya tersebut terpaksa dihentikan karena kobaran api yang semakin membesar dan tak terkendali, memaksa Anandito untuk segera menyelamatkan diri serta sejumlah barang berharga yang dapat dijangkau. "Saat saksi mencari sumber api, ia mendapati api sudah membesar di ruang makan dan sempat berupaya memadamkannya dengan air sebelum akhirnya terpaksa menyelamatkan diri serta sejumlah barang berharga karena kobaran api yang kian tak terkendali," jelasnya. Menyadari situasi yang semakin membahayakan, Anandito segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melalui nomor darurat 022-113. Pihak dinas pun segera merespon panggilan darurat tersebut dan mengirimkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian untuk memadamkan api yang telah mengganas. Proses pemadaman api berlangsung cukup intensif mengingat besarnya kobaran api yang telah melalap sebagian besar bangunan rumah.

Hingga berita ini diturunkan, dugaan kuat penyebab kebakaran masih mengarah pada lilin yang lupa dipadamkan. Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Meskipun rumah mereka mengalami kerusakan parah, Anisa Rahma dan Anandito Dwis dilaporkan telah mengecek langsung kondisi rumah mereka pasca kebakaran. Di tengah kehancuran yang ada, terselip sebuah keajaiban kecil yang menyentuh hati. Terdapat satu ruangan di dalam rumah mereka yang secara ajaib tetap bersih dan tidak tersentuh oleh api sama sekali. Ruangan tersebut merupakan tempat mereka menyimpan koleksi 3.500 Al-Qur’an yang menjadi bagian dari bisnis mereka. Penemuan ini memberikan secercah harapan dan rasa syukur di tengah musibah yang menimpa. "Ada satu ruangan yang bersih dan tersentuh api, yakni tempat mereka menyimpan 3.500 Al-Qur’an yang menjadi bisnis mereka," demikian dilaporkan, memberikan sedikit kelegaan di tengah kehilangan yang besar. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya selalu berhati-hati terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian kecil seperti lupa mematikan lilin atau sumber api lainnya.

Pasangan Anisa Rahma dan Anandito Dwis, yang dikenal publik tidak hanya karena kiprah mereka di dunia hiburan tetapi juga karena aktivitas keagamaan dan bisnis yang mereka jalani, kini harus menghadapi kenyataan pahit pasca kebakaran ini. Mereka harus memulai kembali dari nol untuk membangun kembali rumah dan kehidupan mereka. Dukungan dari keluarga, sahabat, serta penggemar diharapkan dapat memberikan kekuatan moral bagi mereka dalam melewati masa sulit ini. Laporan awal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung yang mengkonfirmasi dugaan penyebab kebakaran melalui keterangan saksi, Anandito Dwis, memberikan gambaran awal yang jelas mengenai bagaimana api mulai berkobar. Deskripsi mengenai upaya Anandito yang sempat berusaha memadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya tersadar akan bahaya yang lebih besar dan memutuskan untuk menyelamatkan diri serta barang berharga, menyoroti kepanikan yang mungkin terjadi saat menghadapi situasi darurat seperti kebakaran. Keterlibatan pihak pemadam kebakaran yang segera merespon panggilan darurat juga menjadi bukti profesionalisme dan kesigapan mereka dalam menangani bencana kebakaran.

Lebih dalam lagi mengenai dugaan penyebab, kebiasaan menyalakan lilin untuk mengusir serangga seperti lalat memang seringkali dilakukan oleh masyarakat, terutama di area yang rentan terhadap gangguan serangga. Namun, kebiasaan ini memiliki risiko yang sangat tinggi jika tidak diawasi dengan ketat. Lilin yang menyala dapat dengan mudah menjilat benda-benda yang mudah terbakar di sekitarnya, seperti tirai, kertas, kayu, atau bahkan pakaian. Jika lilin tersebut terjatuh, api dapat menyebar dengan cepat dan menciptakan kobaran api yang besar dalam waktu singkat. Dalam kasus rumah Anisa Rahma dan Anandito Dwis, kemungkinan besar lilin tersebut ditempatkan di area yang tidak aman atau terjatuh tanpa disadari, lalu api merambat ke perabotan atau material bangunan yang mudah terbakar. Kurangnya kesadaran akan bahaya ini, atau kelalaian sesaat, dapat berakibat fatal dan menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di rumah, seperti memastikan tidak ada sumber api yang tertinggal tanpa pengawasan, menggunakan alat pemadam kebakaran ringan, dan memasang detektor asap.

Keberadaan 3.500 Al-Qur’an yang tersimpan di sebuah ruangan yang selamat dari kebakaran menjadi simbol harapan dan keajaiban tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah musibah yang meluluhlantakkan, masih ada hal-hal positif yang dapat disyukuri. Koleksi Al-Qur’an tersebut bukan hanya sekadar barang dagangan, tetapi kemungkinan besar memiliki nilai spiritual dan keagamaan yang tinggi bagi Anisa Rahma dan Anandito Dwis. Penyelamatan koleksi ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali dan melanjutkan perjuangan mereka. Kisah ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga barang-barang berharga, baik secara materiil maupun spiritual, karena musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelesaikan investigasi untuk memberikan kepastian penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Kerugian yang dialami oleh pasangan selebriti ini tentu saja sangat besar, namun dengan semangat dan dukungan dari orang-orang terdekat, diharapkan mereka dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.