BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Selebgram Clara Shinta mendadak menjadi sorotan publik setelah membongkar dugaan kasus video call mesum yang melibatkan suaminya. Namun, alih-alih mendapatkan ketenangan setelah kasus tersebut viral, Clara justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa somasi dari pihak perempuan yang diduga terlibat, yang bernama Indah. Somasi tersebut, dengan tuntutan ganti rugi yang fantastis sebesar Rp 10,7 miliar, datang di saat Clara sedang berusaha memulihkan diri dari gejolak emosi dan mental akibat polemik yang terjadi.
Clara menceritakan bahwa surat somasi tersebut diterimanya pada sore hari, tepat ketika ia sedang mencoba untuk menenangkan diri dan mencerna segala kejadian yang menimpanya. Ia mengaku bahwa unggahan di media sosialnya yang mengungkap dugaan video call mesum tersebut hanyalah sebagian kecil dari usahanya untuk tetap melanjutkan hidup dan tidak terpuruk. "Pada saat saya menenangkan diri, mencoba mencerna semua ini, saya meng-update Instagram itu hanya sebagian kecil langkah untuk tetap saya melanjutkan hidup. Saya tidak mau terpuruk. Pada saat sore hari, saya mendapatkan surat somasi dari pihak Indah," ungkap Clara saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Maret 2023.
Ia menambahkan bahwa sebelum menerima somasi, ia sebenarnya tidak mengambil langkah hukum apa pun terhadap Indah. Clara berargumen bahwa ia menganggap tindakannya mempublikasikan dugaan tindakan asusila tersebut sudah cukup menjadi bentuk sanksi sosial dan hukuman yang berat bagi Indah. "Tidak, sebenarnya," kata Clara. "Saya menyadari bahwa saya manusia biasa. Yang saya lakukan dengan mempublikasikan tindak asusila ini, saya rasa sudah cukup untuk menjadi sanksi sosial dan hukuman yang sangat berat untuk saudari Indah." Clara merasa bahwa tindakannya sudah proporsional dalam menghadapi situasi tersebut, mengingat ia adalah korban dalam kasus ini.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan Clara. Ia justru mendapatkan perlawanan dari Indah dalam bentuk somasi. "Tapi ternyata saya mendapatkan perlawanan dari saudari Indah. Saya mendapatkan surat somasi dengan permintaan penggantian ganti rugi atas psikisnya yang terganggu," beber Clara. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa nilai ganti rugi yang diminta oleh Indah sangatlah besar, mencapai Rp 10,7 miliar. Nilai ini diminta karena Indah mengklaim mengalami gangguan psikis dan terganggunya pekerjaan akibat foto-foto telanjangnya yang diumbar oleh Clara di media sosial. "Psikisnya dan terganggunya pekerjaan saudari Indah dengan nilai yang cukup fantastis, Rp10,7 miliar. Jadi di sini saya dituntut untuk mengganti rugi hal tersebut," jelas Clara dengan nada prihatin.
Meskipun Clara mengakui bahwa unggahannya memang menjadi pemicu munculnya tuntutan ganti rugi tersebut, ia tetap berpegang teguh pada prinsipnya. Ia menegaskan bahwa ia tidak akan melakukan tindakan apa pun jika tidak ada kejadian yang ia anggap sebagai pelanggaran. Dalam kasus ini, Clara merasa berhak untuk membela diri dan keluarganya karena suaminya lah yang terlibat dalam video call mesum dengan Indah. "Saya menyadari adanya tindakan untuk mengganti rugi tersebut muncul karena tindakan saya mem-posting. Namun, saya juga tidak akan mem-posting sesuatu kalau tidak ada tindak kejahatan yang terjadi pada postingan sebelumnya. Saya tidak membutuhkan viral dengan kasus ini," tegas Clara. Ia menekankan bahwa niatnya bukanlah untuk mencari popularitas atau sensasi, melainkan untuk mencari keadilan atas apa yang menimpa dirinya dan keluarganya.
Dalam menghadapi polemik yang kompleks ini, Clara mengaku memilih untuk menahan diri dari berbagai tawaran pekerjaan. Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Ia ingin memberikan seluruh perhatian dan energinya untuk menghadapi situasi ini agar dapat segera menemukan solusi terbaik. "Saya berempati terhadap diri saya untuk tidak mengambil kerja sama apa pun dengan timing yang masih berdekatan dengan kasus ini, kecuali tanggung jawab pekerjaan sebelumnya," ungkap Clara. Keputusan ini diambil demi menjaga keseimbangan mental dan emosionalnya agar dapat berpikir jernih dalam mengambil setiap langkah ke depan.
Clara juga tak ragu untuk mengungkap rasa bingungnya sebagai seorang istri dalam menghadapi situasi yang sangat tidak menyenangkan ini. Ia merasa tidak ada satupun istri yang rela melihat suaminya terlibat dalam adegan intim, meskipun hanya sebatas video call, dengan perempuan lain. "Nggak ada satupun istri yang rela melihat suaminya menonton ada perempuan yang bertelanjang di depan dia. Dan saya menyadari kesalahan ini bukan hanya terjadi pada saudari Indah, itu juga terjadi pada suami saya," tuturnya dengan nada pilu. Pengakuan ini menunjukkan sisi kemanusiaan Clara dan kesadarannya bahwa dalam sebuah rumah tangga, kesalahan bisa terjadi pada kedua belah pihak, meskipun pemicunya mungkin berbeda.
Kasus ini semakin menambah daftar panjang persoalan yang harus dihadapi Clara Shinta. Setelah membongkar dugaan perselingkuhan suaminya melalui video call mesum, kini ia harus berhadapan dengan tuntutan hukum yang besar. Publik pun menyoroti bagaimana kelanjutan dari kasus ini, apakah Clara akan memenuhi tuntutan ganti rugi tersebut, atau akan ada langkah hukum lain yang diambil untuk membela diri. Keteguhan Clara dalam menghadapi masalah ini patut diacungi jempol, meskipun beban yang dihadapinya sangatlah berat. Ia berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan dirinya dapat segera keluar dari permasalahan ini tanpa harus merusak reputasi dan masa depannya.

