BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelang bentrokan krusial melawan Atletico Madrid dalam leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Metropolitano, Barcelona tidak tinggal diam. Klub raksasa Catalan ini telah resmi melaporkan masalah terkait kondisi lapangan kepada UEFA, mengklaim bahwa ketinggian rumput di markas Atletico Madrid tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Laporan ini dilayangkan menyusul kekhawatiran tim Barcelona, terutama pelatih Hansi Flick, yang menyoroti kondisi lapangan saat sesi latihan perdana di stadion tersebut.
Pertandingan leg kedua yang dijadwalkan pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB ini menjadi sangat krusial bagi Barcelona. Setelah menelan kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid pada leg pertama di Camp Nou, tim asuhan Hansi Flick wajib meraih kemenangan dengan selisih tiga gol untuk memastikan tiket ke babak semifinal. Dalam situasi genting seperti ini, setiap elemen di lapangan, termasuk kualitas rumput, dapat memengaruhi performa tim.
Sorotan terhadap kondisi lapangan ini mulai mencuat ketika Hansi Flick tertangkap kamera sedang memegang rumput Stadion Metropolitano dan menunjukkan ekspresi ketidakpuasan. Tindakannya yang kemudian terlihat mendatangi seorang pejabat UEFA untuk menanyakan perihal tersebut, semakin memperkuat dugaan adanya masalah. Berdasarkan laporan dari media ternama Spanyol, Marca, Barcelona tidak hanya sekadar melayangkan keluhan lisan, tetapi juga telah meminta audit resmi dari UEFA mengenai kondisi lapangan Stadion Metropolitano. Alasan utama yang diajukan oleh Barcelona adalah bahwa ketinggian rumput dinilai terlalu tinggi, yang diyakini akan menghambat aliran bola dan mengganggu tipe permainan khas Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola (ball possession) atau "Los Cules".
Di sisi lain, Atletico Madrid mengklaim bahwa kondisi rumput di Stadion Metropolitano telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh UEFA. Peraturan UEFA sendiri mengatur bahwa ketinggian rumput lapangan sepak bola tidak boleh melebihi 3 sentimeter. Klaim Atletico ini tampaknya menjadi dasar bagi mereka untuk mempertahankan kondisi lapangan yang ada. Namun, Barcelona tampaknya memiliki pandangan berbeda dan merasa perlu adanya verifikasi independen dari badan sepak bola Eropa.
Keberanian Barcelona untuk melaporkan masalah ini ke UEFA menunjukkan keseriusan mereka dalam mencari setiap celah untuk mendapatkan keuntungan, sekecil apapun itu, demi membalikkan keadaan di leg kedua. Laporan ini juga memicu respons dari akun-akun media sosial penggemar Barcelona, seperti "Barça Universal", yang turut mengunggah informasi terkait permintaan audit lapangan oleh Barcelona ke UEFA. Tweet tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa Barcelona telah meminta audit resmi, sementara Atletico Madrid berargumen bahwa mereka telah memenuhi persyaratan. Pesan tersebut juga mengindikasikan bahwa UEFA akan mengambil tindakan sebelum pertandingan jika memang ditemukan pelanggaran.
Pasal 34.04 Peraturan UEFA memberikan otoritas kepada UEFA untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lapangan pertandingan. Pasal tersebut secara tegas menyatakan bahwa klub tuan rumah berkewajiban untuk memangkas ketinggian rumput jika wasit atau delegasi UEFA menganggapnya perlu demi kelancaran pertandingan. Hal ini memberikan landasan hukum bagi UEFA untuk turun tangan dan mengambil tindakan korektif jika memang ditemukan ketidaksesuaian dengan standar yang berlaku.
Menariknya, ini bukanlah kali pertama Barcelona mengeluhkan kondisi rumput saat bertandang ke markas Atletico Madrid. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 2016, Barcelona juga pernah melaporkan masalah serupa terkait lapangan Stadion Vicente Calderon, yang merupakan markas lama Atletico Madrid. Pada saat itu, Barcelona juga harus menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions, yang ironisnya juga menjadi momen ketika mereka mengutarakan keluhan mengenai lapangan. Pengalaman pahit di masa lalu ini tampaknya menjadi salah satu faktor yang mendorong Barcelona untuk lebih proaktif dalam menangani potensi masalah di leg kedua kali ini.
Perdebatan mengenai ketinggian rumput ini menambah bumbu drama menjelang duel antara dua tim besar Spanyol tersebut. Keputusan UEFA mengenai audit lapangan ini akan sangat dinantikan, karena dapat memengaruhi persiapan kedua tim dan jalannya pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Barcelona, yang berada dalam posisi tertinggal, sangat membutuhkan setiap keunggulan yang bisa mereka dapatkan, termasuk kondisi lapangan yang ideal untuk gaya permainan mereka. Sementara itu, Atletico Madrid, dengan keunggulan agregat, mungkin akan berusaha memanfaatkan segala aspek yang menguntungkan mereka, termasuk kondisi lapangan yang telah mereka persiapkan.

