BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah hiruk pikuk persiapan mudik Lebaran yang umumnya dipenuhi oleh oleh-oleh makanan, pakaian baru, atau pernak-pernik rumah tangga, aktris dengan gaya nyentrik, Poppy Sovia, memilih pendekatan yang tak konvensional. Ia menjadi perbincangan hangat karena keputusannya yang mengejutkan untuk membawa serta dua ekor tokek kesayangan anaknya selama perjalanan mudik. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat, melainkan sebagai upaya untuk memastikan kesejahteraan hewan peliharaannya saat ia dan keluarga tidak berada di rumah.
"Daripada merepotkan orang lain untuk menjaga mereka, lebih baik saya yang repot sendiri," ujar Poppy Sovia dengan nada santai saat diwawancarai oleh awak media di Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 6 April 2026. Pernyataannya mencerminkan tanggung jawab dan rasa sayangnya terhadap hewan peliharaan yang dianggapnya sebagai bagian dari keluarga. Keputusan ini juga menunjukkan prioritas Poppy dalam memastikan tidak ada anggota keluarganya yang terlantar, termasuk hewan peliharaan kesayangannya.
Perjalanan mudik Poppy Sovia kali ini bisa dibilang cukup ekstrem, terutama karena kebutuhan khusus yang harus dipenuhinya demi kenyamanan tokek-tokeknya. Demi memastikan tokek kesayangannya tetap mendapatkan asupan makanan yang bergizi selama perjalanan, Poppy harus menyiapkan "bekal" khusus yang tidak biasa: kecoak dubia dan ulat hongkong. Persiapan ini dilakukan di dalam mobilnya, menambah elemen unik dan sedikit menegangkan pada perjalanannya. Ketakutan terbesar Poppy bukanlah menghadapi kemacetan lalu lintas yang seringkali menjadi momok para pemudik, melainkan potensi pakan reptil tersebut tumpah berantakan di dalam mobil.
"Kita harus mempersiapkan diri dengan membawa kecoak atau ulat ini di mobil, dan harapan terbesar saya adalah semoga tidak tumpah-tumpah ya, bayangkan kalau banyak kecoak di mobil," seloroh Poppy sambil tertawa, menggambarkan situasi yang mungkin dihadapi dan mencoba melihatnya dari sisi humor. Tawaannya sedikit meredakan ketegangan yang mungkin dirasakan dari persiapan yang tidak lazim tersebut. Kesiapan ini menunjukkan betapa seriusnya Poppy dalam merawat hewan peliharaannya, bahkan di tengah kondisi perjalanan yang tidak menentu.
Selama perjalanan, demi keamanan dan kenyamanan tokek, Poppy tidak memangku mereka. Ia memilih untuk menempatkan kedua tokek tersebut di dalam boks khusus. Lokasi yang dipilihnya pun sangat strategis dan mempertimbangkan sifat alami tokek. Poppy memutuskan untuk meletakkan boks tersebut di bawah jok mobil. Keputusan ini didasari oleh pemahaman Poppy mengenai preferensi tokek yang cenderung menyukai tempat yang gelap dan memiliki suhu yang tidak terlalu dingin. Lingkungan di bawah jok mobil dinilai paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Biasanya mereka di kandang sih, soalnya kalau dipangku-pangku takutnya mereka malah buang kotoran di celana saya," ujar Poppy dengan nada sedikit geli. Ia melanjutkan, "Dan mereka kan sukanya tempat-tempat yang gelap, tempat gelap dan tidak perlu suhunya terlalu dingin seperti AC, juga tidak terlalu panas. Jadi, mereka paling nyaman diletakkan di bawah jok mobil." Penjelasannya menunjukkan bahwa Poppy telah melakukan riset dan memahami betul kebutuhan spesifik hewan peliharaannya. Pemilihan lokasi penyimpanan ini juga bertujuan untuk meminimalkan stres pada tokek selama perjalanan jauh. Tokek, sebagai reptil, memang memiliki kebutuhan lingkungan yang spesifik, dan Poppy Sovia telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan saat ia sendiri sedang dalam perjalanan mudik.
Lebih jauh, tindakan Poppy Sovia ini membuka diskusi tentang bagaimana hewan peliharaan semakin dianggap sebagai anggota keluarga yang tak terpisahkan. Banyak pemilik hewan peliharaan yang kini tidak rela meninggalkan hewan kesayangan mereka saat bepergian, bahkan jika itu berarti melakukan persiapan ekstra dan menghadapi tantangan yang tidak biasa. Fenomena ini mencerminkan perubahan pandangan masyarakat terhadap hewan peliharaan, yang kini lebih dipandang sebagai teman hidup yang membutuhkan perhatian dan perawatan layaknya anggota keluarga lainnya.
Keputusan Poppy Sovia untuk membawa tokek saat mudik, meskipun terkesan unik, sebenarnya mencerminkan tren yang lebih luas dalam kepemilikan hewan peliharaan. Seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, semakin banyak pemilik yang berusaha untuk tetap bersama hewan kesayangan mereka dalam berbagai situasi. Ini bisa berarti mencari akomodasi yang ramah hewan, merencanakan rute perjalanan yang memungkinkan hewan peliharaan ikut serta, atau bahkan seperti Poppy, menyiapkan logistik khusus agar hewan peliharaan tetap nyaman dan aman.
Penyediaan "bekal" berupa kecoak dubia dan ulat hongkong juga menunjukkan betapa spesifiknya kebutuhan nutrisi hewan peliharaan tertentu. Kecoak dubia dan ulat hongkong adalah sumber protein yang kaya dan seringkali menjadi pakan utama bagi berbagai jenis reptil, termasuk tokek. Kesiapan Poppy untuk membawa pakan hidup ini menunjukkan komitmennya untuk menjaga pola makan tokek tetap teratur dan sesuai dengan kebutuhan mereka, yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan mereka. Ini adalah aspek yang seringkali terlewatkan oleh pemilik hewan peliharaan yang kurang berpengalaman.
Selain itu, pilihan tempat penyimpanan di bawah jok mobil juga merupakan keputusan yang cerdas dari perspektif sains perilaku hewan. Tokek, seperti banyak reptil lainnya, adalah hewan yang cenderung bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan terlindung. Lingkungan yang redup di bawah jok mobil dapat memberikan rasa aman dan mengurangi stres yang mungkin timbul akibat perubahan lingkungan yang drastis saat perjalanan. Suhu yang stabil, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, juga krusial untuk metabolisme reptil. Dengan menempatkan mereka di bawah jok, Poppy secara efektif menciptakan zona mikro yang lebih stabil bagi tokeknya.
Perjalanan mudik adalah momen yang penuh dengan dinamika dan tantangan, baik bagi manusia maupun hewan. Keputusan Poppy Sovia untuk membawa tokeknya menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dan kesediaan untuk beradaptasi demi kesejahteraan hewan peliharaan. Ini adalah pengingat bahwa cinta dan tanggung jawab terhadap hewan peliharaan tidak mengenal batas, bahkan ketika harus menghadapi situasi yang tidak biasa seperti membawa kecoak dan ulat sebagai bekal perjalanan.
Kisah Poppy Sovia ini juga dapat menginspirasi pemilik hewan peliharaan lain untuk lebih kreatif dan proaktif dalam merencanakan perjalanan mereka. Dengan riset yang tepat, kesiapan mental, dan kemauan untuk sedikit keluar dari zona nyaman, membawa hewan peliharaan kesayangan saat mudik bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna, bukan hanya bagi pemiliknya, tetapi juga bagi hewan peliharaan itu sendiri. Ini adalah bukti bahwa dengan sedikit usaha ekstra, cinta pada hewan dapat mengatasi berbagai rintangan.
Kisah unik Poppy Sovia ini, yang mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, sebenarnya adalah cerminan dari hubungan mendalam yang terjalin antara manusia dan hewan peliharaan di era modern. Hewan tidak lagi hanya dianggap sebagai peliharaan, tetapi sebagai anggota keluarga yang berharga. Keberanian Poppy untuk berbagi pengalamannya juga dapat mendorong percakapan yang lebih luas tentang bagaimana kita memperlakukan dan merawat hewan di sekitar kita, menjadikan perjalanan mudik tidak hanya tentang kembali ke kampung halaman, tetapi juga tentang membawa serta semua yang kita cintai, termasuk sahabat-sahabat berkaki empat (atau bersisik, dalam kasus ini).
Secara keseluruhan, Poppy Sovia telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap hewan peliharaannya. Keputusannya untuk membawa tokek saat mudik, lengkap dengan bekal kecoak dan ulat, meskipun tidak lazim, adalah bukti nyata dari rasa tanggung jawab dan kasih sayang yang mendalam. Kisahnya ini menjadi inspirasi dan pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya mempertimbangkan kebutuhan hewan peliharaan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk saat merencanakan perjalanan mudik yang penuh makna.

