BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen Lebaran seringkali diisi dengan kehangatan keluarga, saling bersilaturahmi, dan tentunya, sesi foto bersama. Namun, bagi aktris nyentrik Poppy Sovia, perayaan Idul Fitri kali ini diwarnai oleh tingkah unik yang tak terduga, berkat kecintaan buah hatinya pada hewan eksotis. Alih-alih berpose manis dengan keluarga besar, sang anak justru memilih "menemani" momen sakral tersebut dengan membawa serta hewan peliharaan ekstremnya: tokek. Keputusan ini sontak menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial, menunjukkan sisi lain dari perayaan Lebaran yang bisa saja penuh kejutan tak lazim.
Poppy Sovia, yang dikenal dengan gaya khasnya yang tak biasa, tampaknya mewariskan selera uniknya kepada sang buah hati. Saat momen mudik ke kampung halaman, tak hanya koper berisi pakaian baru yang dibawa, tetapi juga "koleksi" tokek kesayangan sang anak. Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika sesi foto keluarga besar. Sementara anggota keluarga lainnya berpose dengan latar belakang momen Lebaran yang khidmat, sang anak dengan bangga memamerkan "sahabat" kecilnya yang merayap di tangannya, menciptakan kontras yang mencolok dan menggelitik.
"Yang paling unik tuh pas foto keluarga," cerita Poppy Sovia saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Jumat, 3 April 2026. "Jadi yang lain pada foto sama anaknya atau apa, nah anak aku doang yang foto bawa tokek." Pernyataan ini menggambarkan betapa keputusan sang anak bukanlah sekadar iseng, melainkan sebuah pernyataan gaya pribadi yang kuat, bahkan di tengah tradisi keluarga yang biasanya lebih konservatif.
Keputusan untuk membawa tokek mudik bukanlah tanpa pertimbangan matang dari Poppy. Ia mengungkapkan adanya kesulitan dalam mencari orang yang bersedia menitipkan hewan reptil tersebut selama ia pergi. "Mau dititipin ke tetangga, tidak semua orang suka atau nggak geli sama tokek," jelasnya. "Jadi daripada merepotkan orang, mending merepotkan diri sendiri, kan binatang kita sendiri," tambahnya sambil tertawa. Hal ini menunjukkan tanggung jawab Poppy sebagai pemilik hewan, meskipun harus sedikit mengorbankan kenyamanan pribadinya demi memastikan kesejahteraan hewan peliharaannya.
Selama perjalanan di dalam mobil, tokek-tokek tersebut ditempatkan dengan hati-hati di dalam boks khusus. Penempatan di bawah jok mobil menjadi strategi agar hewan tersebut merasa lebih nyaman, karena cenderung menyukai tempat yang gelap dan tersembunyi. Perhatian terhadap detail ini menegaskan bahwa Poppy dan anaknya sangat peduli terhadap kenyamanan hewan-hewan mereka, bahkan saat melakukan perjalanan jauh.
Meskipun tokek seringkali dianggap sebagai hewan eksotis yang perawatannya rumit, Poppy menyebutkan bahwa perawatannya sebenarnya cukup simpel. Pakan utama mereka adalah kecoa dubia atau ulat hongkong, yang relatif mudah didapatkan. Kesederhanaan perawatan ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang yang membayangkan hewan reptil membutuhkan perawatan khusus dan mahal. Ini juga menunjukkan bahwa hobi memelihara hewan eksotis tidak selalu identik dengan kerumitan finansial atau teknis.
Hobi unik ini rupanya berawal dari kecintaan mendalam sang anak pada hewan eksotis. Poppy bercerita bahwa anaknya sangat berani dalam berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut, bahkan pernah merasakan pengalaman digigit tokek. "Pernah digigit anak aku sama ponakan aku," tuturnya dengan nada jenaka. "Lucu kan, tokeknya diajak baca buku, terus dipegang-pegang, mungkin tokeknya merasa terancam terus gigit. Tapi kata anak aku rasanya kayak dicubit kencang aja, kayak dicubit guru matematika," kelakarnya. Penggambaran rasa sakit digigit tokek yang disamakan dengan cubitan guru matematika ini menambah kesan lucu dan ringan pada cerita tersebut, menunjukkan bahwa pengalaman tersebut tidak menimbulkan trauma bagi sang anak, melainkan menjadi cerita anekdot yang menghibur.
Lebih lanjut, Poppy Sovia menjelaskan bahwa hobi memelihara tokek ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah aktivitas yang memperkaya pengetahuan dan keberanian anak-anaknya. Ia melihat bahwa interaksi langsung dengan hewan-hewan eksotis ini mengajarkan anak-anaknya untuk lebih menghargai keberagaman hayati dan menghilangkan rasa takut yang mungkin muncul dari ketidaktahuan. Bagi Poppy, memelihara tokek adalah cara untuk mengenalkan dunia satwa liar yang seringkali disalahpahami kepada anak-anaknya.
"Anak-anak sekarang kan banyak terpapar gadget, jadi saya ingin mereka punya pengalaman nyata dengan alam dan hewan," ujar Poppy. "Tokek itu hewan yang menarik, punya pola kulit yang indah, dan perilakunya juga unik. Dengan memelihara mereka, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, empati, dan keberanian." Ia menambahkan bahwa pengalaman digigit, meskipun tidak menyenangkan, justru menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana berinteraksi dengan makhluk hidup lain, pentingnya memahami bahasa tubuh hewan, dan bahwa setiap makhluk hidup memiliki caranya sendiri untuk mempertahankan diri.
Poppy juga menepis anggapan bahwa memelihara hewan eksotis seperti tokek adalah tindakan yang berbahaya atau tidak pantas. Ia menekankan pentingnya edukasi yang benar mengenai penanganan hewan-hewan tersebut. "Banyak orang takut tokek karena mereka tidak tahu cara berinteraksi yang benar. Padahal, jika kita memperlakukan mereka dengan hormat dan memahami kebutuhan mereka, tokek bisa menjadi hewan peliharaan yang tenang dan tidak berbahaya," jelasnya. Ia seringkali membagikan tips dan informasi tentang perawatan tokek melalui media sosialnya, berharap dapat mengedukasi masyarakat luas dan menghilangkan stigma negatif terhadap hewan-hewan seperti tokek.
Momen Lebaran keluarga Poppy Sovia ini menjadi bukti bahwa perayaan tradisi bisa dibalut dengan sentuhan personal yang unik dan anti-mainstream. Keberanian sang anak untuk tampil berbeda dengan membawa tokeknya saat foto keluarga tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga membuka diskusi tentang bagaimana kita memandang dan berinteraksi dengan dunia hewan di sekitar kita. Ini juga menunjukkan bahwa keluarga Poppy Sovia adalah keluarga yang terbuka terhadap perbedaan dan merayakan keunikan setiap anggotanya, termasuk hewan peliharaan mereka. Kisah ini memberikan perspektif segar bahwa kebahagiaan Lebaran tidak selalu harus mengikuti pakem yang sama, melainkan bisa diwarnai dengan ekspresi diri yang otentik dan tak terduga, bahkan jika itu berarti berpose bersama seekor tokek.

