0

Akamai Pakai AI untuk Mudahkan Pengaturan Keamanan Jaringan

Share

Jakarta – Perusahaan infrastruktur internet global terkemuka, Akamai, baru-baru ini meluncurkan pembaruan signifikan pada layanan Guardicore Segmentation miliknya, kini diperkuat dengan kapabilitas kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dirancang khusus untuk merevolusi cara organisasi menyusun, menerapkan, dan mengelola kebijakan keamanan siber mereka, terutama di tengah lanskap ancaman digital yang terus berevolusi dan semakin kompleks. Akamai bertujuan untuk menyederhanakan proses yang sering kali memakan waktu dan rentan kesalahan, memungkinkan tim keamanan untuk beradaptasi lebih cepat terhadap tantangan siber modern.

Ancaman siber saat ini tidak lagi sekadar mencoba menembus perimeter jaringan. Setelah berhasil menyusup, peretas kini dikenal dengan kecepatannya dalam melakukan pergerakan lateral (lateral movement), yaitu berpindah dari satu sistem ke sistem lain di dalam jaringan yang sudah terkompromi. Pergerakan ini seringkali menjadi tahap paling krusial bagi penyerang untuk mencapai target utama mereka, seperti data sensitif atau sistem penting. Tim keamanan TI tradisional seringkali kesulitan untuk merespons dan memblokir pergerakan lateral ini secara efektif. Metode manual atau perangkat keamanan lama tidak lagi memadai untuk melacak dan menghentikan peretas yang bergerak dengan sangat lincah, mengakibatkan waktu deteksi dan respons yang lambat, serta kerugian yang lebih besar.

Menjawab tantangan tersebut, Akamai mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam Guardicore Segmentation. Lewat peluncuran ini, AI akan secara otomatis mengenali dan menganalisis perilaku aplikasi serta lalu lintas jaringan secara real-time. Berbekal pemahaman mendalam tentang pola komunikasi yang sah dan karakteristik unik setiap aplikasi, sistem kemudian akan menyusun rekomendasi kebijakan keamanan yang sangat spesifik dan siap untuk langsung digunakan oleh administrator. Pendekatan berbasis AI ini secara fundamental dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada “tebak-tebakan” atau asumsi saat menetapkan aturan kontrol keamanan, sebuah praktik yang seringkali menimbulkan celah keamanan atau bahkan mengganggu operasional bisnis yang sah. Dengan AI, kebijakan keamanan menjadi lebih presisi, adaptif, dan proaktif.

Pembaruan ini tidak hanya berhenti pada rekomendasi kebijakan. Akamai menghadirkan beberapa peningkatan teknis krusial yang memperkaya fungsionalitas Guardicore Segmentation. Salah satunya adalah kemampuan untuk melakukan penemuan (discovery) dan pemantauan terus-menerus terhadap seluruh aset dan lalu lintas di dalam jaringan. Ini berarti sistem akan selalu memberikan gambaran kondisi jaringan secara seketika (real-time), sebuah keunggulan vital di lingkungan IT yang dinamis, seperti infrastruktur cloud dan kontainer. Pemantauan analitis yang konstan ini menjadi dasar yang lebih terukur dan andal untuk menerapkan prinsip keamanan Zero Trust. Dalam model Zero Trust, tidak ada entitas di dalam atau di luar jaringan yang secara otomatis dipercaya; setiap permintaan akses harus diverifikasi secara ketat, dan Guardicore dengan AI memungkinkan implementasi granular dari prinsip ini.

Lebih lanjut, kecerdasan buatan yang disematkan dalam Guardicore Segmentation juga mampu mensimulasikan dampak dari sebuah kebijakan keamanan sebelum benar-benar diterapkan ke seluruh sistem perusahaan. Fitur simulasi ini merupakan langkah preventif yang sangat berharga. Dengan menjalankan "uji coba" virtual, organisasi dapat memprediksi potensi gangguan operasional atau konflik kebijakan yang mungkin timbul, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan tanpa mengambil risiko di lingkungan produksi. Langkah ini membantu organisasi menekan risiko gangguan operasional secara signifikan, memastikan kelancaran bisnis, dan secara bersamaan mengurangi beban kerja manual yang memakan waktu untuk pengujian dan validasi kebijakan.

Selain inovasi berbasis AI, Akamai juga berfokus pada efisiensi alur kerja internal. Kini Akamai menyediakan portal khusus bagi para pemilik aplikasi di dalam struktur perusahaan. Melalui portal tersebut, alur persetujuan aturan keamanan bisa berjalan lebih ringkas, transparan, dan terdesentralisasi. Para pemilik aplikasi dapat mengusulkan atau meninjau kebijakan yang relevan dengan aplikasi mereka, dan tim keamanan utama dapat memberikan persetujuan dengan lebih cepat, tanpa harus selalu menjadi satu-satunya titik tumpu yang membebani. Desentralisasi ini tidak hanya mempercepat proses implementasi keamanan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab keamanan di seluruh organisasi.

Ofer Wolf, Senior Vice President dan General Manager Enterprise Security Akamai, menjelaskan bahwa fitur-fitur baru ini dikembangkan dari hasil evaluasi mendalam terhadap lebih dari 500 proyek segmentasi keamanan yang telah Akamai tangani. Timnya secara cermat memetakan berbagai hambatan umum yang sering dialami pelanggan, mulai dari sisi teknologi yang kompleks, alur proses kerja yang kaku, hingga faktor manusianya yang kadang menjadi penghambat. "Kami menganalisis lebih dari 500 proyek segmentasi untuk mengidentifikasi berbagai hambatan umum serta faktor-faktor yang mendorong kesuksesan di bidang teknologi, proses, dan perilaku manusia," kata Wolf, dalam keterangan yang diterima detikINET. Wawasan dari pengalaman dunia nyata ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pasar.

Solusi keamanan pembaruan ini secara khusus ditargetkan untuk perusahaan yang mengelola lingkungan teknologi informasi gabungan (hybrid IT), yaitu kombinasi infrastruktur on-premise dan cloud. Selain itu, solusi ini juga sangat relevan untuk organisasi yang intens menggunakan komputasi awan (cloud computing), arsitektur berbasis Kubernetes untuk orkestrasi kontainer, hingga sistem pemrosesan kecerdasan buatan (AI processing). Lingkungan-lingkungan ini dikenal sangat dinamis, terdistribusi, dan kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang adaptif dan otomatis. Harapannya, dengan Guardicore Segmentation yang diperkuat AI, infrastruktur perusahaan bisa menjadi lebih tangguh dan resilien terhadap penyebaran serangan berbahaya seperti ransomware, yang seringkali memanfaatkan pergerakan lateral. Lebih dari itu, solusi ini juga membantu perusahaan untuk tetap patuh pada berbagai standar regulasi pengelolaan data yang berlaku, seperti GDPR, HIPAA, atau PCI DSS, dengan menyediakan kontrol granular dan jejak audit yang jelas. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam mengamankan lanskap digital yang terus berkembang.

(asj/rns)