BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setelah menjalani persidangan yang menguras emosi dan membacakan pembelaan diri atau pledoi, aktor Ammar Zoni tak kuasa menahan penyesalan mendalam, terutama terkait waktu berharga yang terbuang bersama kedua buah hatinya akibat hukuman penjara. Kerinduan yang membuncah terhadap anak-anaknya kini menjadi beban berat yang ia pikul. Kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, komunikasi Ammar dengan anak-anaknya masih sangat terbatas, hanya sebatas foto yang diberikan oleh adiknya. Hal ini tentu saja menjadi luka tersendiri bagi Ammar yang merindukan kehadiran dan kebersamaan dengan buah hatinya. Jon Mathias menjelaskan bahwa secara hukum, tidak ada larangan bagi Ammar untuk bertemu anak-anaknya, sebagaimana yang telah diputuskan dalam proses perceraiannya dengan aktris Irish Bella.
Jon Mathias optimis bahwa Irish Bella tidak akan menghalangi pertemuan tersebut, asalkan komunikasi dan permintaan dilakukan dengan cara yang baik dan sopan. Ia meyakini bahwa sebagai mantan istri, Irish Bella akan memahami keinginan Ammar untuk tetap terhubung dengan anak-anak mereka. "Ya sementara baru foto. Itu yang dikasihkan adiknya. Ya ini kan kita juga nanti akan bicara dengan Ammar apa dia perlu ketemu," ujar Jon Mathias pada Jumat (3/4/2026). Ia menambahkan bahwa sebagai kuasa hukum dalam kasus perceraian, ia berhak untuk meminta Irish Bella melaksanakan keputusan Pengadilan Agama terkait hak asuh anak dan kewajiban kedua orang tua.
Meskipun hak asuh anak secara hukum berada di tangan Irish Bella, Jon Mathias menegaskan bahwa Ammar Zoni tetap memiliki hak untuk bersama anak-anaknya. Kesadaran akan penyesalan Ammar terhadap anak-anaknya ini menjadi poin penting yang diakui oleh sang pengacara. Ammar Zoni sendiri, saat menjalani persidangan, tidak mampu menutupi rasa bersalahnya. Ia mengungkapkan dengan lirih, "Anak-anak itu yang pasti nomor satu. Saya sebagai bapak… telah membuang waktu saya. Membuang waktu kebersamaan dengan anak saya yang nggak akan balik lagi," kata Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026).
Dalam keterbatasan fisiknya akibat penahanan, Ammar Zoni mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi terkini anak-anaknya yang kini berada dalam asuhan mantan istrinya, Irish Bella. Namun, ia senantiasa mendoakan agar anak-anaknya selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Ammar berharap, meskipun tanpa kehadirannya secara langsung saat ini, anak-anaknya tetap dapat merasakan kebahagiaan dan mendapatkan sosok ayah yang mampu membimbing serta membahagiakan mereka. "Saya berharap anak-anak saya bahagia bersama mamanya di sana, dan bisa mendapatkan bapak yang benar, yang baik, gak seperti saya," tuturnya dengan nada pilu.
Ammar Zoni berjanji akan berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukan yang sedang dihadapinya. Ia ingin membuktikan kepada anak-anaknya, kepada publik, dan terutama kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. "Saya akan berusaha menunjukkan kalau saya bisa bangkit dari keterpurukan saya. Saya berusaha untuk membuktikan kalau saya bisa," janji Ammar Zoni, memancarkan tekad untuk menebus kesalahan masa lalu. Ketika diminta untuk menyampaikan pesan langsung kepada anak-anaknya, Ammar Zoni tampak sangat emosional, sulit untuk berbicara lebih lanjut, menunjukkan betapa dalamnya rasa penyesalan dan kerinduannya. "Aduh jangan dong, sedih. Udah, udah ya. Makasih ya semua ya," ucapnya singkat, menutup pernyataannya dengan nada yang sarat akan kesedihan.
Kisah Ammar Zoni ini menjadi pengingat yang kuat akan konsekuensi dari tindakan yang salah dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi hubungan terpenting dalam hidup seseorang, yaitu hubungan dengan anak. Penyesalan Ammar bukan hanya sekadar ungkapan kata, melainkan sebuah pengakuan atas hilangnya momen-momen berharga yang tidak akan pernah bisa kembali. Ia kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa perubahan itu mungkin, dan bahwa cinta serta tanggung jawab seorang ayah tetap ada meskipun terhalang oleh jeruji besi. Harapannya adalah agar proses pemulihan dan penebusan ini tidak hanya membawa kebaikan bagi dirinya, tetapi juga bagi masa depan anak-anaknya.
Perjuangan Ammar Zoni untuk kembali mendapatkan kepercayaan dan membangun kembali hubungan dengan anak-anaknya akan menjadi jalan yang panjang dan penuh liku. Dukungan dari pihak keluarga, termasuk adiknya yang turut membantu menjaga komunikasi, menjadi modal awal yang berharga. Selain itu, peran serta kebaikan hati Irish Bella dalam memberikan kesempatan bagi Ammar untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka juga akan sangat krusial. Pengacara Jon Mathias, yang juga memiliki peran dalam kasus perceraian, akan berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi hal ini, dengan selalu mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak-anak.
Kisah ini juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul dari penyalahgunaan narkoba. Ammar Zoni, yang dulunya dikenal sebagai aktor muda berbakat, kini harus berjuang untuk membersihkan nama dan membangun kembali kariernya, sambil menghadapi kenyataan pahit dari keputusan-keputusan masa lalunya. Ia berharap agar anak-anaknya kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, terhindar dari kesalahan yang pernah ia lakukan, dan dapat merasakan kebahagiaan serta kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya, meskipun dalam kondisi yang berbeda.
Masa depan Ammar Zoni dan hubungannya dengan anak-anaknya masih menjadi tanda tanya besar. Namun, penyesalan yang tulus dan tekad yang kuat untuk berubah yang ia tunjukkan saat ini setidaknya memberikan secercah harapan. Ia sadar bahwa waktu yang terbuang bersama anak-anaknya adalah kerugian terbesar yang pernah ia alami, dan ia bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Perjuangan untuk membuktikan dirinya sebagai ayah yang baik dan pribadi yang bertanggung jawab akan menjadi fokus utamanya, demi masa depan anak-anaknya yang ia cintai.
Kerinduan Ammar Zoni terhadap anak-anaknya adalah cerminan universal dari ikatan orang tua dan anak. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi semua orang tentang betapa berharganya waktu yang kita miliki bersama orang-orang terkasih. Terutama bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan, momen seperti ini menjadi titik balik untuk merenungkan kembali prioritas hidup dan berusaha untuk menebus kesalahan demi kebahagiaan orang-orang yang paling dicintai. Kisah Ammar Zoni ini, meskipun diselimuti kesedihan, juga mengandung pesan tentang harapan, penebusan, dan kekuatan cinta seorang ayah.

