BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kabar bahagia menyelimuti dunia hiburan tanah air dengan datangnya berita pertunangan dari mantan artis cilik yang dulu kerap menghiasi layar kaca, Nakula Kussler. Setelah menjalin kasih selama kurang lebih lima tahun, Nakula akhirnya mantap melabuhkan hatinya pada sang kekasih, Cindi Nur Thihasna. Acara lamaran yang sakral telah dilangsungkan belum lama ini, menandai langkah awal menuju jenjang pernikahan yang diimpikan.
"Masyaallah, alhamdulillah iya betul," ujar Nakula Kussler dengan nada bahagia saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Selasa, 31 Maret 2026. Senyum sumringah terpancar dari wajahnya, menunjukkan betapa bahagianya ia menyambut babak baru dalam kehidupannya. Nakula tak sungkan berbagi sedikit cerita mengenai rencana masa depan setelah momen lamaran tersebut. Ia mengungkapkan harapannya agar seluruh proses menuju pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. "Ya, kemarin sudah lamaran terus kayak pengin ke tahap selanjutnya. Jadi doain saja semoga lancar-lancar terus nggak ada halangan ya. Terus ya paling tinggal nunggu Dewa saja entar nyusul juga ya, Dew," ungkapnya sambil melirik sang saudara kembar, Sadewa Kussler, yang turut hadir mendampingi.
Target pernikahan tahun ini menjadi sebuah kepastian yang diungkapkan oleh Nakula. "Insyaallah tahun ini. Doain saja," tegasnya, menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan pernikahan impiannya. Mengenai persiapan yang tengah dijalani, Nakula menjelaskan bahwa dirinya dan Cindi masih berada dalam tahap awal. Berbagai elemen penting sedang dalam penjajakan, mulai dari pencarian lokasi atau venue pernikahan yang ideal, pemilihan Wedding Organizer (WO) yang terpercaya, hingga penentuan tanggal yang tepat. Tak hanya itu, pasangan yang serasi ini juga tengah berdiskusi mengenai konsep pernikahan yang akan mereka usung. "Sudah mulai nyari-nyari kayak venue, terus WO-nya, terus kita lagi mau cari hari yang pas. Terus kayak misalnya entar konsep nikahannya mau pakai adat apa, kita juga lagi coba nyari-nyari," jelasnya lebih lanjut.
Keputusan untuk menikah dengan Cindi Nur Thihasna bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Nakula mengaku telah menemukan kecocokan yang luar biasa dengan kekasihnya tersebut. Ia memuji Cindi sebagai sosok yang sangat pengertian, penyayang, penyabar, dan penuh perhatian. Kualitas-kualitas inilah yang membuat Nakula yakin bahwa Cindi adalah "the one" atau belahan jiwa yang selama ini ia cari. "Karena aku sudah ngerasa pokoknya sreg banget dari segi waktu dia bisa ngertiin aku, terus kayak dia pokoknya orangnya penyayang, penyabar, care. Jadi aku merasa she’s the one-lah, she’s the chosen one buat aku. Jadi aku ngerasa aku yakin aku pengin buat nikahin dia," tutur Nakula dengan penuh keyakinan.
Menariknya, Cindi Nur Thihasna bukanlah sosok yang berasal dari kalangan selebritas. Ia adalah seorang wanita biasa yang memiliki pekerjaan layaknya masyarakat pada umumnya. "Bukan, dia cuma kerja biasalah," kata Nakula ketika ditanya mengenai latar belakang calon istrinya. Perkenalan keduanya berawal dari sebuah pertemuan yang difasilitasi oleh teman. "Dikenalin sama teman waktu itu. Pokoknya kayak lagi nongkrong-nongkrong terus aku waktu itu lagi jomlo terus dibilang kayak, ‘Eh, ini mau gue kenalin nggak?’ Aku bilang, ‘Ya boleh dong’. Coba kenalan-kenalan terus sampai akhirnya kita pacaran sekitar hampir lima tahunlah. Akhirnya memutuskan buat lamaran," papar Nakula, menceritakan awal mula jalinan kasih mereka yang berujung pada lamaran.
Hubungan yang terjalin antara Nakula dan Cindi tak hanya mendapatkan restu dari pihak keluarga Nakula, tetapi juga disambut hangat. Saudara kembar Nakula, Sadewa Kussler, mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan yang sangat baik dan akrab dengan calon kakak iparnya tersebut. "Akrab, akrab banget. Sama keluarga baik," ujar Sadewa dengan senyum. Sang ibu, Firdha Razak, juga memberikan kesan positif saat pertama kali bertemu dengan Cindi. Beliau menilai Cindi sebagai sosok yang ramah dan mudah diajak berkomunikasi, sehingga percakapan terasa mengalir dan menyenangkan. "Ramah, terus yang diajakin ngomong nyambung istilahnya gitu ya. Karena kita sekarang banyak anak-anak muda yang nggak bisa diajakin ngomong," ungkap Firdha Razak, memberikan apresiasi terhadap kepribadian Cindi.
Proses lamaran yang telah dilalui menjadi bukti nyata keseriusan Nakula dan Cindi untuk membangun bahtera rumah tangga. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan doa dari orang-orang terdekat, mereka optimis dapat mewujudkan pernikahan impian yang penuh makna. Persiapan yang matang dan pemilihan konsep yang tepat menjadi kunci agar hari bahagia mereka kelak berjalan lancar dan berkesan. Perpaduan antara adat yang mungkin akan diangkat dan sentuhan modern diharapkan akan menciptakan sebuah perayaan yang unik dan tak terlupakan, mencerminkan kepribadian kedua mempelai.
Kisah cinta Nakula Kussler dan Cindi Nur Thihasna ini menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda. Perjalanan mereka yang berawal dari perkenalan tak terduga hingga akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup bersama, menunjukkan bahwa cinta sejati dapat tumbuh dan berkembang melalui kesabaran, pengertian, dan komitmen. Lima tahun masa pacaran telah menjadi modal berharga bagi mereka untuk saling mengenal lebih dalam, memahami karakter masing-masing, serta membangun fondasi hubungan yang kuat sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Dalam budaya Indonesia, lamaran merupakan salah satu tahapan penting dalam proses menuju pernikahan. Acara ini menjadi simbol keseriusan kedua belah pihak untuk menjalin hubungan yang lebih formal dan mendapatkan restu dari keluarga besar. Dengan dilakukannya lamaran, Nakula dan Cindi telah secara resmi mengumumkan niat mereka untuk menikah di hadapan keluarga dan kerabat. Momen ini juga seringkali menjadi ajang silaturahmi antar keluarga, mempererat tali persaudaraan yang akan terjalin di masa depan.
Persiapan pernikahan memang selalu menjadi hal yang menantang namun juga menyenangkan. Mulai dari memilih busana pengantin yang sesuai, menentukan menu hidangan yang lezat, hingga mendekorasi tempat acara agar terlihat indah dan mempesona, semuanya membutuhkan perencanaan yang cermat. Bagi Nakula dan Cindi, proses ini menjadi sebuah petualangan baru yang akan mereka jalani bersama. Diskusi mengenai adat yang akan digunakan, misalnya, dapat menjadi momen yang menarik untuk mengeksplorasi warisan budaya keluarga. Apakah akan menggunakan adat Jawa, Sunda, atau kombinasi dari berbagai daerah, semua pilihan akan disesuaikan dengan keinginan dan kesepakatan mereka berdua.
Keputusan Nakula untuk menikahi Cindi yang bukan berasal dari kalangan selebritas juga menunjukkan bahwa cinta sejati tidak mengenal status sosial atau profesi. Yang terpenting adalah kecocokan hati, saling pengertian, dan rasa cinta yang tulus. Hubungan yang dibangun di atas pondasi yang kuat seperti ini cenderung lebih langgeng dan mampu menghadapi berbagai cobaan hidup. Dukungan dari keluarga, baik dari pihak Nakula maupun Cindi, tentu akan menjadi kekuatan tambahan bagi mereka dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
Kehadiran Sadewa Kussler sebagai saudara kembar yang selalu mendampingi Nakula juga memberikan nuansa tersendiri dalam kisah ini. Hubungan dekat antara saudara kembar seringkali membawa kebahagiaan tersendiri, dan melihat Nakula menemukan belahan jiwanya tentu menjadi momen yang membahagiakan bagi Sadewa. Peran Sadewa sebagai pendukung dan saksi perjalanan cinta kakaknya semakin memperkuat arti penting keluarga dalam momen bahagia ini.
Semakin dekatnya tanggal pernikahan Nakula dan Cindi, diharapkan seluruh persiapan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan. Doa dari berbagai pihak akan menjadi energi positif bagi mereka untuk melangkah menuju gerbang pernikahan dengan penuh keyakinan dan kebahagiaan. Kisah cinta Nakula Kussler dan Cindi Nur Thihasna ini patut dijadikan contoh bahwa perjalanan cinta yang indah membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketulusan. Semoga pernikahan mereka kelak menjadi awal dari kehidupan yang penuh berkah, kebahagiaan, dan keharmonisan. (fbr/mau)

