BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Drama rumah tangga yang melibatkan Insanul Fahmi dan sang istri, Wardatina Mawa, nampaknya masih jauh dari kata usai. Setelah sebelumnya sempat menjadi sorotan publik terkait isu perselingkuhan dan pernikahan siri yang dilakukan oleh Insanul dengan perempuan lain, kini ia dihadapkan pada kenyataan pahit lainnya, yaitu gugatan cerai yang dilayangkan oleh Mawa. Di tengah prahara rumah tangga yang belum mereda ini, Insanul Fahmi mengungkapkan kesedihan mendalam karena masih belum diizinkan untuk bertemu dengan buah hatinya. Pernyataan ini disampaikannya kepada awak media pada Selasa, 24 Maret 2026, saat dihubungi.
"Belum sih, kemarin sempat pengin ketemu tapi nggak dikasih. Nggak tahu deh," ujar Insanul Fahmi dengan nada prihatin. Ketika ditelisik lebih lanjut mengenai alasan pasti di balik ketidakmampuannya untuk bertemu dengan anak-anaknya, Insanul mengaku tidak sepenuhnya memahami. Ia memilih untuk berserah diri dan mengikuti alur yang ada. "Abang kurang paham juga itu, kurang paham juga. Jadi ya Abang sudah capek ya, kayak ya sudahlah aku ngikuti arus saja. Ngikutin saja, Abang kan orangnya santai, ngarus saja," tuturnya, menunjukkan kelelahannya menghadapi situasi yang rumit ini.
Tak hanya kesulitan untuk bertemu, komunikasi dengan anak-anaknya pun dikabarkan telah terputus sepenuhnya. Insanul mengenang pertemuan terakhirnya dengan anak-anaknya terjadi setelah momen "mandi bola". "Terakhir ketemu yang mandi bola itu saja. Habis mandi bola nggak dikasih lagi, nggak direspons lagi," ungkapnya dengan nada lirih. Ia juga menyinggung adanya dinamika yang terjadi di media sosial, di mana akses untuk bertemu anak sempat diberikan setelah topik ini ramai dibicarakan publik. Namun, pemberian akses tersebut ternyata tidak bertahan lama. "Karena kita ngoceh-ngoceh di media sosial, habis itu dikasih kan? Karena dia mungkin butuh validasi publik kalau dia ngasih. Habis itu nggak dikasih lagi," jelasnya, menyiratkan adanya unsur pencitraan dalam pemberian izin tersebut.
Momen perayaan Lebaran lalu menjadi pukulan telak bagi Insanul. Ia mengungkapkan kesedihan yang mendalam karena tidak bisa merayakan hari raya bersama anak-anaknya. Perasaan tersebut bahkan membuatnya sempat menangis. "Iyalah, pasti sedih sih. Maksudnya kan momennya Lebaran," ucapnya dengan suara bergetar. Ia juga mengaku mendapatkan informasi bahwa anak-anaknya tampak murung ketika ditanya mengenai keberadaannya. "Aku juga dapat beberapa info orang-orang pas Afnan ditanyain ‘Abati mana?’, si Afnan juga cuma murung," tambahnya, semakin menggoreskan luka di hatinya.
Dalam kesempatan tersebut, Insanul Fahmi juga turut menyuarakan keprihatinannya terkait keterlibatan anak-anak dalam konflik rumah tangga yang terekspos di media sosial. Ia menegaskan bahwa anak-anak seharusnya tidak dijadikan objek atau alat dalam perseteruan orang tua. "Buat apa sih? Maksudnya kalau misalnya itu tuh jangan, jangan bawa anak sih kalau case kayak gini tuh," tegasnya, menunjukkan penolakannya terhadap tindakan tersebut.
Ketika disinggung apakah dirinya mulai merasa lelah menghadapi situasi yang berlarut-larut ini, Insanul tidak menampik. "Kayak aku kemarin okelah memperjuangkan ini, cuma lama-lama capek juga gitu kan. Kok lama-lama kayak nggak dihargain juga lagi," katanya, mengungkapkan rasa frustrasinya atas sikap yang ia terima. Meski demikian, ia tetap membuka pintu untuk rekonsiliasi, dengan satu syarat utama: anak-anak tidak lagi dilibatkan dalam konflik. "Kalau misalnya mau pisah ya jalan baik-baik. Mau lanjut aku juga masih open, cuma jangan bawa-bawa anak," jelasnya, menekankan prioritasnya pada kesejahteraan anak.
Menanggapi pertanyaan apakah ia sudah menyerah menghadapi semua ini, Insanul menegaskan bahwa sikapnya bukanlah menyerah, melainkan lebih kepada ikhlas menerima apa pun keputusan yang akan diambil di masa depan. "Bukan menyerah sih, aku lebih ke ikhlas saja sih, Mawa apa pun itu," pungkasnya, menunjukkan ketenangan dan penerimaan diri atas segala yang terjadi, demi kebaikan bersama dan terutama demi anak-anaknya yang ia cintai. Ia berharap agar badai rumah tangga ini segera berlalu dan ia bisa kembali menjalin hubungan yang harmonis dengan buah hatinya, tanpa harus melibatkan mereka dalam drama yang menyakitkan.

