Jakarta – Revolusi kecerdasan buatan (AI) di perangkat seluler kini bukan lagi sekadar wacana futuristik, melainkan realitas yang sangat cepat diadopsi oleh masyarakat Indonesia. Sebuah data internal terbaru dari Samsung Electronics Indonesia mengungkapkan lonjakan adopsi Galaxy AI pada perangkat Galaxy di Tanah Air yang sungguh mencengangkan, melesat dari 27% pada tahun 2024 menjadi 79% pada tahun 2025. Angka ini tidak hanya menunjukkan penerimaan yang luar biasa terhadap teknologi AI, tetapi juga menandai Indonesia sebagai salah satu pasar paling dinamis dalam transisi menuju era ponsel pintar yang didukung AI secara penuh.
Harry Lee, President of Samsung Electronics Indonesia, dengan bangga menegaskan bahwa tren peningkatan ini adalah cerminan jelas bagaimana AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian para pengguna. "Hingga 2025, Samsung telah menghadirkan pengalaman AI yang seamless ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem Galaxy. Di Indonesia, penggunaan Galaxy AI tercatat digunakan oleh 27% pengguna Galaxy pada 2024, dan meningkat signifikan menjadi 79% pada 2025," kata Harry Lee dalam sebuah pernyataan. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen global Samsung untuk mendemokratisasi akses ke AI, menjadikan teknologi canggih ini relevan dan mudah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Lonjakan adopsi yang masif ini di Indonesia sejalan dengan tren global di mana Galaxy AI semakin terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu pasar dengan tingkat adopsi teknologi tercepat di dunia, menunjukkan bahwa AI di perangkat Galaxy tidak lagi dianggap sebagai fitur tambahan semata. Sebaliknya, AI kini telah bertransformasi menjadi alat bantu utama yang esensial untuk meningkatkan produktivitas, merangsang kreativitas, dan memperkaya pengalaman hiburan para penggunanya.
"Tren ini menunjukkan bahwa AI semakin menjadi bagian dari keseharian pengguna," imbuh Harry Lee. Pernyataan tersebut bukan hanya sekadar observasi, melainkan sebuah pengakuan atas pergeseran paradigma dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Smartphone tidak lagi hanya alat komunikasi, tetapi telah berevolusi menjadi asisten pribadi yang cerdas, mampu memahami konteks dan memberikan solusi secara proaktif.
Samsung melihat momentum positif ini sebagai peluang emas untuk terus mendorong inovasi dalam pengembangan AI di perangkat Galaxy. Salah satu puncak dari visi ini adalah kehadiran Galaxy S26 Series yang, menurut Samsung, dirancang secara khusus untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal, cerdas, aman, dan relevan. Visi ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya berfokus pada fitur AI saat ini, tetapi juga memiliki peta jalan yang jelas untuk masa depan teknologi AI di perangkat selulernya.
"Kami memosisikan Galaxy S26 Series sebagai ponsel AI terdepan dengan AI yang personal, cerdas, aman, serta relevan dengan kebutuhan pengguna Indonesia," tegas Harry Lee. Penekanan pada aspek "personal" dan "relevan" menunjukkan bahwa Samsung berupaya menciptakan AI yang tidak hanya pintar, tetapi juga memahami kebutuhan unik setiap individu, menyesuaikan diri dengan preferensi dan kebiasaan pengguna lokal. Keamanan juga menjadi prioritas utama, mengingat sensitivitas data yang diproses oleh AI.
Ke depan, Samsung meyakini bahwa teknologi AI akan semakin memainkan peran sentral dalam evolusi smartphone. Fungsi AI tidak hanya akan terbatas pada membantu pengguna menjalankan berbagai tugas digital, tetapi juga diharapkan mampu memahami konteks dan kebutuhan pengguna secara lebih mendalam. Ini berarti AI akan semakin intuitif, mampu memprediksi kebutuhan sebelum pengguna menyadarinya, dan menyediakan bantuan yang proaktif, bukan hanya reaktif.
Tiga Fitur Galaxy AI Favorit di Indonesia
Berdasarkan data internal Samsung yang dikumpulkan hingga akhir tahun 2025, ada tiga fitur Galaxy AI yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit di kalangan pengguna Indonesia. Ketiga fitur ini menyoroti bagaimana AI secara konkret membantu pengguna dalam berbagai aspek kehidupan digital mereka.
1. Gemini
Asisten AI cerdas dari Google yang terintegrasi langsung di Galaxy S26 Series dan perangkat flagship lainnya telah menduduki puncak popularitas. Gemini bukan sekadar mesin pencari, melainkan sebuah entitas AI percakapan yang mampu melakukan jauh lebih banyak. Fitur ini menjadi favorit karena kemampuannya yang luar biasa dalam menjawab pertanyaan kompleks dengan akurat, membantu proses brainstorming ide-ide baru, merangkum dokumen atau artikel panjang menjadi intisari yang mudah dicerna, hingga mengelola tugas harian secara kontekstual dan efisien.
Banyak pengguna Indonesia memanfaatkan Gemini untuk berbagai keperluan, mulai dari mendukung proses belajar dengan mencari informasi mendalam atau menjelaskan konsep sulit, membantu pekerjaan profesional dengan menyusun draf email atau laporan, hingga sekadar chatting santai untuk mendapatkan rekomendasi atau hiburan. Respons yang natural dan relevan dari Gemini membuat interaksi terasa lebih personal dan efektif, menjadikannya asisten digital yang sangat diandalkan dalam aktivitas sehari-hari. Kehadiran Gemini secara langsung di perangkat Galaxy menunjukkan eratnya kolaborasi antara Samsung dan Google dalam menghadirkan inovasi AI terdepan.
2. Circle to Search
Fitur ikonik "Circle to Search with Google" telah menjadi salah satu daya tarik utama Galaxy AI dan sangat digemari di Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk langsung mencari informasi tentang apa pun yang terlihat di layar hanya dengan menggambar lingkaran di atas objek tersebut, tanpa perlu repot keluar dari aplikasi yang sedang digunakan. Kemudahan dan kepraktisan ini menjadikannya sangat populer.
Di Indonesia, fitur ini sangat digemari karena relevansinya dengan gaya hidup digital. Pengguna sering memanfaatkannya untuk mencari produk belanja online yang menarik perhatian di media sosial, mengidentifikasi objek asing di foto atau video, atau bahkan mencari lirik lagu dari potongan video musik yang sedang diputar. Dengan update terbaru di Galaxy S26, Circle to Search kini lebih pintar lagi, mampu mengenali multiple objects sekaligus dalam satu frame, membuat pencarian visual semakin akurat, cepat, dan intuitif. Ini merevolusi cara kita mendapatkan informasi visual, mengubah setiap gambar atau video menjadi portal informasi instan.
3. Writing Assist
Alat bantu penulisan "Writing Assist" juga mendulang popularitas tinggi di Indonesia. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyusun teks dengan lebih baik, mulai dari memperbaiki grammar dan ejaan, merangkum pesan panjang menjadi poin-poin penting, hingga menyarankan balasan email atau caption media sosial yang lebih menarik dan sesuai dengan nada yang diinginkan.

Writing Assist sangat booming di kalangan pengguna muda Indonesia yang aktif di media sosial, di mana kemampuan untuk membuat caption yang catchy dan bebas kesalahan sangat penting. Selain itu, pekerja kantoran dan mahasiswa juga menemukan fitur ini sangat berguna untuk menulis laporan, email profesional, atau konten akademis. Kemampuannya untuk menyesuaikan tone tulisan—apakah formal, informal, santai, atau persuasif—menjadikannya alat serbaguna untuk berbagai kebutuhan komunikasi. Fitur ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penulisan tetapi juga membantu pengguna berkomunikasi lebih efektif dan percaya diri.
Tren penggunaan ketiga fitur ini secara masif menunjukkan bahwa AI di perangkat Galaxy tidak hanya sekadar menyediakan hiburan semata, melainkan benar-benar mendukung produktivitas dan kreativitas dalam keseharian pengguna Indonesia. Dari asisten pribadi yang cerdas hingga alat pencarian visual instan dan bantuan penulisan yang adaptif, Galaxy AI telah membuktikan diri sebagai pendorong utama dalam transformasi digital.
Melampaui Tiga Teratas: Fitur AI Lain yang Transformasional
Meskipun Gemini, Circle to Search, dan Writing Assist menjadi primadona, ekosistem Galaxy AI menawarkan lebih banyak fitur revolusioner yang turut berkontribusi pada lonjakan adopsi ini:
-
Live Translate (Call Assist): Fitur ini adalah terobosan nyata dalam komunikasi lintas bahasa. Live Translate memungkinkan percakapan telepon dua arah diterjemahkan secara real-time, memecahkan hambatan bahasa untuk bisnis, perjalanan, atau komunikasi pribadi. Ini adalah game-changer bagi Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan sering berinteraksi dengan dunia internasional.
-
Note Assist: Bagi mereka yang sering mencatat, Note Assist adalah penyelamat. Fitur ini secara cerdas dapat meringkas catatan panjang, memformatnya dengan rapi, dan bahkan membuat template dari teks tulisan tangan. Ini sangat membantu mahasiswa dan profesional dalam mengelola informasi.
-
Transcript Assist: Mengubah rekaman suara menjadi teks adalah kebutuhan banyak orang. Transcript Assist tidak hanya mentranskripsi audio menjadi teks, tetapi juga dapat memisahkan pembicara dan merangkum poin-poin penting dari rapat atau kuliah, meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.
-
Generative Edit (Photo Assist): Fitur ini membawa kemampuan editing foto ke level yang baru. Pengguna dapat dengan mudah menghapus objek yang tidak diinginkan, mengubah ukuran, atau mengisi latar belakang yang kosong dengan bantuan AI generatif. Ini memberdayakan pengguna untuk menjadi lebih kreatif dengan foto mereka tanpa memerlukan keahlian editing profesional.
Fitur-fitur ini secara kolektif membentuk sebuah ekosistem AI yang komprehensif, menjadikan perangkat Galaxy bukan hanya sekadar smartphone, melainkan sebuah pusat inovasi pribadi yang selalu siap membantu.
Masa Depan AI di Galaxy: Personalisasi dan Keamanan
Visi Samsung untuk Galaxy S26 Series dan perangkat masa depan lainnya menyoroti pentingnya AI yang "personal, cerdas, aman, serta relevan." Ini berarti AI akan semakin memahami konteks dan kebiasaan pengguna, memberikan rekomendasi yang lebih tepat dan proaktif. Misalnya, AI mungkin dapat menyarankan rute terbaik berdasarkan kalender dan preferensi lalu lintas pengguna, atau bahkan mengatur pengingat berdasarkan kebiasaan harian yang dipelajari.
Aspek keamanan juga menjadi fondasi utama. Dengan semakin banyaknya data pribadi yang diproses oleh AI, Samsung terus memperkuat fitur keamanan seperti Samsung Knox untuk melindungi informasi pengguna. Pendekatan AI on-device, di mana banyak pemrosesan AI terjadi langsung di perangkat tanpa harus dikirim ke cloud, menjadi kunci untuk menjaga privasi dan keamanan data sensitif.
Harry Lee dan Samsung percaya bahwa evolusi smartphone akan sangat bergantung pada kemampuan AI untuk beradaptasi, belajar, dan tumbuh bersama penggunanya. Ini bukan hanya tentang menambahkan fitur baru, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang lebih intuitif, efisien, dan menyenangkan. Indonesia, dengan semangat adopsi teknologi yang tinggi, akan terus menjadi medan uji coba yang penting dan pasar yang vital bagi inovasi AI Samsung selanjutnya.
Transformasi yang ditunjukkan oleh data adopsi Galaxy AI di Indonesia adalah bukti nyata bahwa kecerdasan buatan telah mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi. Ini adalah era di mana smartphone tidak lagi hanya mengikuti perintah, tetapi juga berkolaborasi, beradaptasi, dan bahkan mengantisipasi kebutuhan penggunanya. Samsung, dengan Galaxy AI, berada di garis depan revolusi ini, membentuk masa depan di mana teknologi benar-benar menjadi perpanjangan dari diri kita.
Kalau kamu, fitur AI mana yang paling sering dipakai di HP Galaxy-mu? Share di kolom komentar ya detikers.

