BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tiga tahun telah berlalu sejak perceraian Desta dan Natasha Rizky, namun bagi presenter kondang Desta, membayangkan dirinya menikah lagi masih menjadi sebuah hal yang sulit untuk dibayangkan. Keputusan untuk tidak terburu-buru dalam membangun rumah tangga baru ini bukan tanpa alasan. Desta secara tegas menyatakan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah kebahagiaan dan perasaan ketiga buah hati mereka: Megumi, Miskha, dan Miguel.
"Caca itu misalnya ada apa-apa pasti gue orang pertama yang maju, kecuali dia sudah menikah lagi. Misalnya ya, kita gak tahu ke depannya gimana. Saat ini dia adalah mantan istri, tapi dia gak akan jadi mantan ibunya anak-anak gue sampai kapanpun. Gue masih tetap harus perhatian," ungkap Desta dalam sebuah wawancara yang dilansir dari kanal YouTube Jeda Nulis dan HAQIQI pada Selasa (10/3/2026). Pernyataan ini menunjukkan betapa dalam ikatan emosional yang masih terjalin antara Desta dan Natasha Rizky, terutama dalam kapasitas mereka sebagai orang tua. Hubungan yang terjalin pasca perceraian ini bukan sekadar formalitas, melainkan didasari oleh rasa hormat dan tanggung jawab yang mendalam terhadap anak-anak mereka. Desta menekankan bahwa meskipun status pernikahan mereka telah berakhir, peran Natasha Rizky sebagai ibu dari anak-anaknya akan selalu sakral dan tidak tergantikan.

Lebih lanjut, Desta mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam mengenai dampak pernikahan baru terhadap psikologis anak-anaknya. Ia mengaku belum siap untuk memperkenalkan sosok ibu baru bagi buah hatinya. "Saat ini gue masih berpikir gue gak akan beri ibu baru buat anak gue. Berasa kayak aneh ajajkali, anak, ibu baru. Gak bisa bayangin gue. Mikirin perasaan anak gue. Kecemasan gue, kayaknya gue gak rela aja orang luar. Taruhlah gue cinta banget sama dia, gak bisa," aku Desta dengan nada lirih. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran Desta akan sensitivitas anak-anak dalam menghadapi perubahan besar dalam struktur keluarga. Ia memahami bahwa kehadiran figur baru sebagai ibu pengganti bisa menimbulkan kebingungan, kecemasan, bahkan penolakan pada diri anak-anak yang masih sangat membutuhkan figur ibu kandung mereka.
Desta menyadari bahwa proses perceraian adalah pukulan berat bagi anak-anak, dan ia tidak ingin menambah beban emosional mereka dengan keputusan yang tergesa-gesa. Ia ingin memastikan bahwa anak-anak merasa aman, dicintai, dan stabil dalam lingkungan keluarga mereka saat ini, meskipun kedua orang tua mereka tidak lagi tinggal bersama. Perhatian Desta tidak hanya terfokus pada kebutuhan fisik anak-anak, tetapi juga pada kesehatan mental dan emosional mereka. Ia berusaha menjadi sosok ayah yang suportif dan hadir sepenuhnya dalam kehidupan mereka, bahkan jika itu berarti menunda keinginan pribadinya untuk menikah lagi.
Kebaikan hubungan antara Desta dan Natasha Rizky pasca perceraian ini patut diapresiasi. Mereka berhasil menjaga komunikasi yang baik dan menempatkan kepentingan anak-anak di atas segalanya. Foto-foto yang beredar di media sosial seringkali menunjukkan momen kebersamaan mereka dalam acara keluarga atau liburan, yang mengisyaratkan bahwa mereka tetap menjadi tim yang solid demi tumbuh kembang anak-anak. Keharmonisan ini tentu memberikan pondasi yang kuat bagi anak-anak untuk melewati masa transisi ini dengan lebih baik. Desta mengakui bahwa ia masih sering menangis ketika memikirkan anak-anaknya, sebuah pengakuan yang menunjukkan betapa besar cintanya dan betapa ia sangat peduli terhadap kesejahteraan mereka.

Keputusan Desta untuk memprioritaskan anak-anaknya dalam hal pernikahan kembali ini mencerminkan pola pikir orang tua modern yang semakin sadar akan pentingnya kesejahteraan emosional anak. Dalam dunia yang serba cepat dan seringkali memprioritaskan kebahagiaan individu, Desta menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab yang luar biasa sebagai seorang ayah. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga dampak jangka panjang dari setiap keputusannya terhadap masa depan anak-anaknya. Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi banyak orang tua yang mungkin berada dalam situasi serupa, bahwa cinta orang tua sejati seringkali diukur dari pengorbanan dan pertimbangan mendalam terhadap kebutuhan anak.
Faktor lain yang mungkin mempengaruhi keputusan Desta adalah kenyataan bahwa ia masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Natasha Rizky, bukan sebagai pasangan romantis, tetapi sebagai ibu dari anak-anaknya. Hubungan ini, meskipun telah berubah bentuk, tetap memiliki nilai dan makna yang mendalam. Desta menyadari bahwa mengganti peran ibu kandung anak-anaknya adalah sebuah langkah yang sangat besar dan kompleks, yang membutuhkan pertimbangan matang dan kesiapan dari semua pihak. Ia tidak ingin gegabah mengambil keputusan yang bisa berpotensi merusak keharmonisan yang telah mereka bangun dengan susah payah.
Lebih jauh lagi, Desta juga mengakui bahwa ia masih membutuhkan waktu untuk memproses perasaannya sendiri pasca perceraian. Kehidupan pernikahan adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan, dan perceraian pasti meninggalkan luka tersendiri. Desta mungkin masih dalam tahap penyembuhan dan penyesuaian diri dengan status barunya sebagai seorang duda. Memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk pulih dan menemukan kembali jati dirinya adalah hal yang penting sebelum ia memutuskan untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan percintaannya.

Dalam konteks sosial, keputusan Desta juga mencerminkan pandangan masyarakat yang semakin terbuka terhadap berbagai bentuk keluarga dan pola asuh. Masyarakat kini lebih menghargai upaya orang tua tunggal dalam membesarkan anak-anak mereka dengan baik, serta menghormati keputusan mereka yang memilih untuk tidak menikah lagi demi kebahagiaan anak. Desta dengan tindakannya telah memberikan contoh positif tentang bagaimana mantan pasangan dapat tetap menjalankan peran orang tua secara efektif dan penuh kasih.
Pernyataan Desta juga bisa diinterpretasikan sebagai sebuah bentuk perlindungan terhadap Natasha Rizky. Meskipun ia tidak secara eksplisit mengatakannya, dengan menyatakan bahwa ia akan selalu menjadi orang pertama yang maju untuk Natasha kecuali jika ia menikah lagi, Desta menunjukkan bahwa ia masih memiliki rasa kepedulian yang mendalam terhadap mantan istrinya. Ia ingin memastikan bahwa Natasha Rizky juga merasa aman dan didukung, bahkan setelah perceraian. Ini adalah sebuah bentuk kematangan emosional yang patut dicontoh.
Di sisi lain, Desta juga menyadari bahwa kehidupan terus berjalan dan segala sesuatu bisa terjadi di masa depan. Pernyataannya yang berbunyi "kita gak tahu ke depannya gimana" menunjukkan bahwa ia tidak menutup diri sepenuhnya dari kemungkinan untuk menikah lagi, namun ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak akan pernah terlepas dari pertimbangan mendalam terhadap anak-anaknya. Prioritasnya tetap jelas: kebahagiaan dan kesejahteraan buah hati adalah yang utama.

Fenomena Desta yang menunda pernikahan lagi setelah perceraian, dengan alasan utama memikirkan perasaan anak, bukanlah hal yang asing di kalangan selebriti maupun masyarakat umum. Banyak orang tua yang mengalami perceraian memilih untuk fokus pada anak-anak mereka, membangun kembali kehidupan mereka, dan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh kembang yang optimal. Keputusan ini seringkali disambut baik oleh publik karena menunjukkan tanggung jawab dan cinta orang tua yang tulus.
Sebagai kesimpulan, Desta telah memberikan pernyataan yang kuat dan menyentuh hati mengenai keputusannya untuk belum menikah lagi. Ia membuktikan bahwa di balik citranya sebagai seorang presenter yang humoris, tersembunyi seorang ayah yang sangat penyayang dan bertanggung jawab. Kepeduliannya terhadap perasaan anak-anaknya adalah bukti nyata dari kedalaman cintanya sebagai orang tua. Desta tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga masa depan dan kebahagiaan buah hatinya. Keputusannya ini patut mendapatkan apresiasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang tua di luar sana.

