0

Trik Nadila Ernesta dan Eno Gitara Hindari Pertengkaran saat Puasa

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasangan selebritas yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 13 tahun, Nadila Ernesta dan Eno Gitara, membagikan rahasia harmonis mereka, terutama di bulan suci Ramadan. Jauh dari kesan harus selalu bersama, Nadila justru mengungkapkan bahwa menjaga jarak menjadi kunci utama untuk menciptakan suasana yang tenteram di rumah selama masa ibadah puasa. "Kita lebih menjaga jarak supaya tidak berantem," ungkap Nadila sambil tertawa geli saat ditemui di Studio TransTV, kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026).

Nadila, yang kini telah dikaruniai dua orang anak, menjelaskan bahwa menahan lapar dan dahaga selama berpuasa terkadang dapat memicu sensitivitas yang lebih tinggi, membuat sifat asli seseorang lebih mudah terlihat. Mengingat sudah sangat mengenal karakter masing-masing, Nadila dan Eno sepakat untuk menyibukkan diri dengan aktivitas masing-masing di siang hari. "Maksudnya lebih… ya pokoknya kalau bulan puasa itu kan kadang-kadang suka sifat aslinya tuh makin menonjol gitu ya," jelas Nadila. "Jadi kayak ya udah sih karena udah lama juga jadi kayak udah tahu, ‘Oke nih kayaknya kita gak bisa bareng terus ini’, dia ngerjain apa, aku ngerjain apa, dengan kesibukan kita masing-masing," tambahnya, menunjukkan kedewasaan dalam mengelola dinamika rumah tangga.

Meskipun di siang hari mereka memilih untuk "jaga jarak aman" dengan kesibukan masing-masing, momen-momen manis kembali tercipta menjelang waktu berbuka puasa. Di sinilah kolaborasi keduanya kembali terjalin, baik di dapur maupun di meja makan. "Pokoknya udah mau jam-jam buka tuh mulai kayak makan apa, ayo kita siapin sama-sama," tuturnya dengan senyum.

Mengenai menu berbuka, selera Nadila dan sang suami ternyata memiliki perbedaan yang menarik. Nadila memiliki kebiasaan wajib menyajikan teh manis hangat dan menyiapkan camilan favorit anak-anak, seperti es krim yogurt oatmeal. Sementara itu, Eno adalah penikmat setia hidangan gorengan. "Gorengan paling cuma Eno aja," kata Nadila, mengindikasikan bahwa ia lebih mengutamakan pilihan menu yang lebih sehat untuk keluarga, sementara sang suami tetap dapat menikmati kesukaannya.

Lebih jauh, Nadila menyoroti pentingnya komunikasi dan saling pengertian dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama di bulan puasa. Ia menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki cara unik dalam menghadapi tantangan dan menjaga kedamaian. Bagi mereka, strategi menjaga jarak fisik dan memberikan ruang untuk diri sendiri bukan berarti kurangnya kasih sayang, melainkan bentuk penghargaan terhadap kondisi emosional masing-masing yang mungkin lebih rentan saat berpuasa. "Kita tahu kapan harus saling memberi ruang, dan kapan harus kembali merapat. Ini adalah keseimbangan yang kami temukan setelah bertahun-tahun bersama," ujar Nadila.

Ia menambahkan bahwa di luar bulan puasa, mereka juga memiliki cara-cara lain untuk menjaga keintiman dan kebahagiaan. Kegiatan bersama seperti menonton film, berlibur singkat, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas tanpa gangguan teknologi menjadi rutinitas yang mereka jaga. "Yang penting itu bagaimana kita terus menciptakan momen-momen indah, sekecil apapun itu. Itu yang membuat hubungan tetap segar dan tidak monoton," ungkapnya.

Nadila juga tak ragu untuk berbagi tips praktis bagi pasangan muda yang baru saja memulai rumah tangga, terutama yang sedang menjalani ibadah puasa. "Jangan takut untuk mencoba berbagai cara. Apa yang berhasil untuk satu pasangan, belum tentu berhasil untuk pasangan lain. Kuncinya adalah mau belajar, berkomunikasi, dan tidak pernah berhenti berusaha untuk membuat satu sama lain bahagia," sarannya.

Ia menekankan bahwa bulan puasa seharusnya menjadi momen untuk refleksi diri dan mempererat ikatan spiritual serta emosional, bukan justru menjadi sumber konflik. Dengan saling memahami, bersabar, dan mengutamakan rasa hormat, setiap pasangan dapat melalui bulan puasa dengan damai dan penuh berkah. "Ini adalah kesempatan untuk kita menguji kesabaran kita, tidak hanya kepada diri sendiri, tapi juga kepada orang terdekat kita. Jika kita bisa melewati tantangan ini dengan baik, insyaallah hubungan kita akan semakin kuat," pungkas Nadila.

Eno Gitara, yang kerap disapa Eno, menambahkan pandangannya mengenai pentingnya memberikan dukungan penuh terhadap pasangan selama bulan puasa. Baginya, menjaga keharmonisan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan upaya kolektif. "Puasa itu kan memang ada tantangannya. Kadang kita jadi lebih gampang tersinggung atau lelah. Makanya, saling pengertian itu penting banget. Kalau Nadila lagi sedikit sensitif, ya aku coba ngertiin. Begitu juga sebaliknya," ujar Eno.

Ia mengakui bahwa terkadang perbedaan pendapat bisa saja muncul, namun mereka selalu berusaha untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin. "Kita sudah belasan tahun bareng, jadi sudah tahu cara menekan ego masing-masing. Intinya sih, jangan sampai masalah kecil jadi besar. Kalau memang ada yang mengganjal, kita omongin baik-baik, cari solusinya bareng-bareng. Tapi kalau lagi puasa gini, kadang lebih baik kita kasih jeda dulu, nanti kalau sudah buka puasa dan badan sudah segar, baru kita bahas," tambahnya.

Eno juga memuji Nadila atas dedikasinya sebagai seorang ibu dan istri, terutama dalam mempersiapkan kebutuhan keluarga di bulan Ramadan. "Nadila itu luar biasa. Dia selalu berusaha yang terbaik buat anak-anak dan buat aku. Aku bangga punya istri seperti dia," puji Eno, menunjukkan betapa dalamnya rasa hormat dan cintanya kepada sang istri.

Lebih lanjut, Eno mengungkapkan bahwa meskipun Nadila memiliki preferensi menu tertentu, ia sangat menghargai usaha istrinya dalam menyajikan makanan yang lezat dan bergizi. Mengenai kesukaannya pada gorengan, ia mengakui bahwa itu adalah "kebiasaan" yang sulit dihilangkan, namun ia tetap berusaha untuk tidak berlebihan dan tetap menjaga kesehatan. "Ya, sesekali bolehlah ya. Yang penting porsinya pas. Dan aku juga seneng kalau Nadila bikinin makanan sehat buat anak-anak. Itu yang paling penting," katanya sambil tersenyum.

Pasangan ini berharap bahwa pengalaman dan tips yang mereka bagikan dapat memberikan inspirasi bagi pasangan lain, terutama yang sedang menjalani ibadah puasa. Mereka percaya bahwa dengan cinta, pengertian, dan komunikasi yang baik, setiap tantangan dapat dihadapi bersama, menjadikan rumah tangga semakin kuat dan harmonis.