BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Chelsea dihadapkan pada periode krusial dalam perjalanannya di Liga Inggris, di mana jadwal pertandingan mendatang menampilkan serangkaian duel melawan tim-tim papan atas yang menuntut performa maksimal. Memasuki bulan Maret 2026, "The Blues" akan menjalani serangkaian ujian berat yang berpotensi menentukan arah musim mereka. Peringkat kesulitan pertandingan yang dirilis oleh Opta menunjukkan bahwa lima lawan berikutnya bagi Chelsea memiliki tingkat kesulitan tertinggi di antara tim-tim Inggris lainnya, dengan skor mencapai 95,7.
Dimulai dengan derby London yang selalu panas, Chelsea akan bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal pada hari Minggu, 1 Maret 2026. Pertandingan ini bukan hanya sekadar bentrok dua tim ibu kota, tetapi juga menjadi ujian pertama bagi Chelsea untuk mengukur kekuatan mereka melawan salah satu rival terdekatnya di klasemen. Arsenal, di bawah arahan Liam Rosenior, telah menunjukkan performa yang stabil dan menjadi tim yang sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Ambisi kedua tim untuk meraih poin penuh akan menjadikan laga ini sarat emosi dan taktik.
Setelah bentrok dengan Arsenal, jadwal Chelsea belum menunjukkan kelonggaran. Empat hari berselang, tepatnya pada 5 Maret, mereka dijadwalkan untuk menghadapi Aston Villa. Tim asal Birmingham ini juga dikenal memiliki kedalaman skuad yang baik dan mampu memberikan perlawanan sengit bagi tim manapun. Villa, yang mungkin memiliki agenda tersendiri untuk mengamankan posisi di papan atas, akan menjadi ujian fisik dan mental lainnya bagi skuad Chelsea.
Tak berhenti di situ, pada tanggal 15 Maret, Chelsea akan berhadapan dengan Newcastle United. "The Magpies" musim ini menunjukkan ambisi besar dengan investasi yang signifikan, menjadikan mereka kekuatan yang patut diperhitungkan di Liga Inggris. Pertemuan ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim memiliki gaya bermain yang agresif dan semangat juang tinggi. Kemampuan lini serang dan pertahanan Chelsea akan benar-benar diuji dalam duel ini.
Memasuki akhir Maret, tepatnya pada tanggal 22 Maret, Everton akan menjadi tuan rumah bagi Chelsea. Meskipun seringkali dianggap sebagai tim yang berada di bawah bayang-bayang tim-tim besar, Everton memiliki kapasitas untuk mengejutkan. Dengan dukungan publik di kandang mereka, "The Toffees" bisa menjadi batu sandungan yang tak terduga bagi Chelsea. Kesiapan taktis dan mental Chelsea akan sangat diuji untuk mengamankan poin di Goodison Park.
Puncak dari rentetan laga berat ini adalah pertemuan melawan Manchester City pada 11 April 2026. Juara bertahan Liga Inggris ini selalu menjadi tolok ukur kesuksesan. Manchester City, dengan kedalaman skuad dan kedisiplinan taktis yang luar biasa, akan menjadi ujian terberat bagi Chelsea. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi penentu arah musim bagi kedua tim, di mana kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal.
Menanggapi jadwal yang begitu menantang, Liam Rosenior, pelatih Chelsea, menunjukkan sikap tenang namun realistis. Ia menekankan pentingnya fokus pada pertandingan demi pertandingan, sebuah filosofi yang sering ia terapkan kepada timnya. "Pertama-tama, saya menjalani pertandingan demi pertandingan. Saya sudah pernah membicarakan hal ini dengan kalian sebelumnya. Liga Inggris sangat sulit setiap minggunya," ujar Rosenior seperti dikutip dari BBC. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu timnya menghindari tekanan berlebih dan tetap fokus pada tugas di depan mata.
Rosenior juga menegaskan bahwa ia tidak melihat satu pertandingan lebih sulit daripada yang lain, melainkan lebih fokus pada bagaimana timnya dapat beradaptasi secara taktis. "Saya tidak menilai satu pertandingan lebih sulit daripada pertandingan lainnya. Ada berbagai hal taktis yang dapat kami kerjakan. Saya sangat senang dengan tim dan awal yang telah kami buat," tambahnya. Ia merujuk pada performa timnya yang impresif di awal musim, di mana Chelsea berhasil memenangkan delapan dari dua belas pertandingan, bahkan berpotensi meraih sepuluh kemenangan jika beberapa hasil minor bisa dihindari.
Meskipun mengakui angka prediksi dari Opta, Rosenior mengaku tidak terlalu memikirkannya. Baginya, yang terpenting adalah memastikan para pemainnya dalam kondisi fisik dan mental yang prima. "Saya ingin melihat seperti apa hasil prediksi superkomputer ini. Saya tidak terlalu memikirkannya. Saya ingin para pemain dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Mereka terlihat sangat bagus dalam latihan minggu ini. Kami perlu tetap tenang dan konsisten dalam proses kita," tuturnya.
Rosenior menyadari bahwa rentetan pertandingan melawan tim-tim kuat ini adalah sebuah tantangan besar. Namun, ia melihatnya sebagai kesempatan bagi timnya untuk membuktikan diri dan berkembang. Dengan persiapan yang matang, fokus yang terarah, dan semangat juang yang tinggi, Chelsea berpeluang untuk melewati periode sulit ini dengan hasil yang positif. Keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kemampuan para pemain untuk menampilkan performa terbaik mereka di setiap pertandingan, serta bagaimana Rosenior dapat mengatur strategi dan motivasi timnya. Kegigihan dan konsistensi akan menjadi kunci bagi "The Blues" untuk menghadapi gelombang lawan-lawan berat yang telah menanti.

